LK 2.2 Menentukan Solusi
Nama :
Andina Sopandi N
Asal Madrasah : MTs Negeri 1 Garut
LK. 2.2 Menentukan Solusi
|
No. |
Eksplorasi
Alternatif Solusi |
Solusi yang
Relevan |
Analisis
Penentuan Solusi |
Analisis
Alternatif Solusi |
|
1. |
Berdasarkan masalah terpilih
yang akan diselesaikan, yaitu kemampuan siswa yang rendah dalam menganalisis
unsur-unsur intrinsik teks cerita
fantasi. Dengan akar penyebab masalah guru belum menggunakan media video animasi
dan guru belum menggunakan model Problem
Based Learning dalam pembelajaran analisis unsur-unsur teks cerita
fantasi, maka dilakukan eksplorasi alternatif solusi kajian literatur dan
hasil wawancara: 1. Penggunaan media
pembelajaran sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam
menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi. Salah satunya penggunaan media video animasi. 2.
Penerapan model Problem Based Learning sangat efektif
dalam meningkatkan kemampuan siswa menganalisis unsur-unsur teks cerita
fantasi. |
Berdasarkan hasil
kajian literatur dan wawancara
dengan kepala madrasah dan teman sejawat diperoleh solusi
yang relevan dengan
Penerapan Model Problem Based Learning menggunakan
media video animasi dalam meningkatkan kemampuan siswa menganalisis
unsur-unsur teks cerita fantasi |
Berdasarkan
penentuan solusi atas permasalahan kemampuan siswa yang rendah dalam
menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi, maka inilah langkah-langkah pembelajaran
menggunakan model Problem Based
Learning dengan menggunakan media video animasi. Langkah-langkah
Problem Based Learning: 1.
Mengorientasi peserta didik pada masalah. 2.
Mengorganisasi peserta didik untuk belajar secara berkelompok. 3.
Membimbing peserta didik untuk mencari informasi 4.
Membimbing peserta didik untuk melakukan diskusi kelompok 5.
Peserta didik menyusun solusi 6.
Peserta didik mempresentasikan solusi dari permasalahan. 7.
Guru melakukan refleksi dan evaluasi Rerung (2017) menambahkan kelebihan dan kekurangan
model PBL
sebagai berikut: Kelebihan
model PBL: - Siswa didorong
untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata. - Siswa memiliki
kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar. - Pembelajaran berfokus pada masalah
sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu saat itu dipelajari
oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa untuk menghapal atau menyimpan
informasi. - Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja
kelompok - Siswa terbiasa
menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet,
wawancara dan observasi. Kekurangan Model PBL: - Dalam
suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi
kesulitan dalam pembagian tugas - Membutuhkan kemampuan guru yang
mampu mendorong kerja siswa dalam kelompok secara efektif. Menurut Johari Andrian,dkk, (2014) a) Kelebihan media video animasi (1) Memperkecil ukuran objek yang secara fisik cukup besar
dan sebaliknya. (2) Memudahkan guru untuk menyajikan informasi mengenai
proses yang cukup kompleks. (3) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya
menggabungkan unsur audio dan visual. (4) Menarik
perhatian siswa sehingga meningkatkan motivasi belajarnya (5) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki
kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna (6) Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan
dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa
bimbingan orang lain. b) Kekurangan media animasi (1) Tidak dapat
menggambarkan realitas seperti video atau fotografi. (2) Memerlukan internet untuk mengunduh video. (3) Jika membuat sendiri, memerlukan aplikasi tertentu
dalam pembuatannya. |
Berdasarkan hasil eksplorasi alternatif solusi berupa kajian
literatur dan hasil
wawancara maka diperoleh
analisis alternatif solusi sebagai berikut : 1.
Penerapan model Problem Based
Learning dalam pembelajaran menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi
memang sangat tepat karena model ini mendorong siswa untuk memecahkan masalah
kontekstual yaitu menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi secara
berpasangan. Dengan model ini siswa dapat bekerja sama dengan temannya untuk
mencari sumber belajar yang bervariatif, serta meningkatkan kemandirian siswa
dalam memecahkan permasalahan yang dibahas. Untuk meminimalisir
kekurangan pada model Problem Based
Learning hal yang perlu dilakukan oleh guru, yaitu: a.
Guru membimbing
siswa bekerja sama secara berpasangan untuk menyelesaikan masalah. b.
Guru dapat
memberikan teks cerita fantasi yang berbeda untuk memperkaya pengetahuan
siswa dalam kegiatan menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi. 2.
Penggunaan media video animasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi. Penggunaan media ini dapat
menarik perhatian siswa karena adanya unsur audio dan visual yang bergerak.
Siswa menjadi mudah memahami cerita yang disajikan melalui video animasi.
Media ini pun menyuguhkan objek-objek yang menarik menyerupai objek yang
nyata. Pembelajaran menjadi menyenangkan, sehingga kemampuan siswa meningkat
dalam menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi. Untuk meminimalisir
kekurangan pada media video animasi, hal yang perlu dilakukan oleh guru,
yaitu: a)
Mengunduh video animasi di youtube ketika kuota memadai atau
menggunakan wifi sekolah. b)
Menggunakan lab. Computer
untuk menayangkan video animasi jika proyektor tidak memadai. |
|
2. |
Berdasarkan masalah terpilih
yang akan diselesaikan, yaitu siswa memiliki kemampuan yang rendah dalam
membuat poster digital. Dengan akar penyebab masalah guru belum menggunakan
model pembelajaran yang inovatif maka dilakukan eksplorasi alternatif solusi
kajian literatur dan hasil wawancara: 1.
Model pembelajaran Project Based Learning memang dianggap sangat efektif dalam pembelajaran
menulis poster. 2.
Guru dapat memanfaatkan media aplikasi
canva
dalam pembelajaran menulis poster digital. |
Berdasarkan hasil
kajian literatur dan wawancara teman
sejawat dan
fasilitator daerah MGMP Bahasa Indonesia Kab. Garut diperoleh solusi
yang relevan dengan
Penerapan model Project Based Learning dengan Menggunakan
Media Aplikasi Canva dalam membuat poster digital. |
Berdasarkan penentuan
solusi atas permasalahan kemampuan siswa yang rendah dalam membuat poster
digital, maka inilah langkah-langkah
pembelajaran menggunakan model Project
Based Learning dengan menggunakan media aplikasi canva. Langkah-langkah
Project Based Learning: 1.
Menyiapkan pertanyaan mendasar. 2.
Menyusun rencana proyek. 3.
Membuat jadwal 4.
Memonitor pelaksanaan proyek. 5.
Menguji dan memberikan penilaian terhadap proyek 6.
Evaluasi pembelajaran berbasis proyek (Fitriyani
Mustari, 2021) menyatakan kelebihan
dan kekurangan pada penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat
dijelaskan sebagai berikut ini: Kelebihan Pembelajaran Berbasis Proyek (1) Meningkatkan motivasi belajar peserta
didik untuk belajar dan mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan
penting. (2) Meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah. (3) Membuat peserta didik menjadi lebih
aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. (4) Meningkatkan kolaboratif. (5) Mendorong peserta didik untuk
mengembangkan dan mempraktikan keterampilan berkomunikasi. (6) Meningkatkan keterampilan peserta
didik dalam mengelola sumber. (7) Memberikan pengalaman kepada peserta
didik pembelajaran dan praktik dan mengorganisasi proyek dan membuat alokasi
waktu dan sumbersumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. (8) Menyediakan pengalaman kepada peserta
didik pembelajarn dan praktik dalam mengorganisasikan. Kelemahan
Pembelajaran Berbasis Proyek: 1) Memerlukan banyak waktu untuk
menyelesaikan masalah. 2) Membutuhkan biaya yang cukup banyak. 3) Banyak guru yang merasa nyaman dengan
kelas tradisional dimana guru memegang peran utama dikelas. 4) Banyak peralatan yang harus disediakan.
5) Peserta didik yang memiliki kelemahan
dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan. 6) Ada kemungkinan peserta didik yang
aktif dalam kerja kelompok. 7) Ketika topik yang diberikan kepada
masing-masing kelompok berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak memahami
topik keseluruhan. Kelebihan dan kekurangan aplikasi canva menurut (Calista
Meylani, 2022) Kelebihan aplikasi Canva: 1. Desain menarik yang sangat
beragam 2. Bisa meningkatkan kreativitas
pendidik dalam membuat media pembelajaran 3. Mampu meminimalisir waktu dalam
membuat media pembelajaran secara sederhana. 4. Dalam mengaplikasikan tidak
harus menggunakan laptop, bisa dilakukan melalui handphone. Kekurangan dari aplikasi canva: 1)
Jika ingin mengaplikasikannya harus memiliki paket data
agar bisa tersambung dan digunakan, 2)
Selain itu desain yang disuguhkan dalam aplikasi canva ini
ada beberapa template yang tidak gratis, tapi tidak akan menjadi masalah
karena masih banyak template yang disajikan gratis. |
Berdasarkan hasil eksplorasi alternatif solusi berupa kajian
literatur dan hasil
wawancara maka diperoleh
analisis alternatif solusi sebagai berikut : 1.
Penerapan model Project Based
Learning dalam pembelajaran membuat poster memang efektif dilaksanakan
karena pada model pembelajaran ini terdapat langkah-langkah penyusunan
proyek. Dengan model ini, siswa bekerja sama dengan kelompoknya untuk
menyusun rencana proyek yang akan dilakukan. Adapun proyek yang akan dilaksanakan
adalah membuat poster digital menggunakan media canva. Guru memberikan waktu
untuk penyelesaian proyek, serta memonitor pelaksanaan proyek yang dilakukan
oleh siswa. Setelah itu siswa dapat mempresentasikan hasil proyek di depan
kelas. Guru dapat melakukan evaluasi terhadap proyek yang dilakukan oleh
siswa. Model ini meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis serta kerja
sama antarkelompok. Siswa lebih menyukai pembelajaran yang mengkolaborasikan
pengetahuan dan keterampilan seperti praktik. Oleh karena itu model PJBL ini
sangat tepat digunakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat
poster. Untuk meminimalisir
kekurangan pada model Project Based
Learning hal yang perlu dilakukan oleh guru, yaitu: Guru harus dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi
peserta didik dalam menghadapi masalah, membatasi waktu peserta didik dalam
menyelesaikan proyek, meminimalisir dan menyediakan peralatan yang sederhana
yang terdapat dilingkungan sekitar, memilih lokasi penelitian yang mudah
dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya, menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa
nyaman dalam proses pembelajaran. 2.
Penggunaan media aplikasi canva dalam membuat poster digital memang
efektif. Aplikasi ini memuat banyak desain dan template yang tidak berbayar
sehingga siswa bebas berkreasi sesuai dengan tema yang diberikan oleh guru.
Penggunaan aplikasi ini pun tergolong mudah. Selain itu sebagain besar siswa
juga sudah tak asing dengan aplikasi ini, sehingga guru hanya sedikit
mengarahkan dalam penggunaannya. Untuk meminimalisir
kekurangan pada media aplikasi canva, hal yang perlu dilakukan oleh guru,
yaitu: a.
Guru dapat menggunakan lab komputer untuk pembuatan poster
digital. b.
Guru juga bisa mengarahkan siswa untuk menggunakan wifi
sekolah/kuota pribadi guru/teman yang lain. c.
Dikarenakan tidak semua template di canva gratis, maka
siswa bisa memilih template yang tidak berbayar atau membuat desain poster
sendiri. |
Komentar
Posting Komentar