Laporan Aktualisasi Latsar Kemenag Angkatan XIX tahun 2019 Andina Sopandi N
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
PELATIHAN
DASAR CPNS
GOLONGAN III
ANGKATAN XIX
OPTIMALISASI PENINGKATAN MENULIS TEKS
CERITA PENDEK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA WEBTOON
DI MTsN 1 GARUT
Oleh:
Andina
Sopandi N, S.Pd.
NIP 199507242019032020
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN
BANDUNG
2019
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2019
Nama : Andina Sopandi
N, S.Pd.
NIP : 199507242019032020
Unit Kerja : Kantor Kemenag
Kab. Garut
Satuan Kerja :
MTs Negeri 1 Garut
Telah
Disetujui
Pada
hari _____, November 2019
Coach, Mentor,
H.
Asep Hadiat, S.H., M.H. Drs. H. Rusdi Saleh, M.Pd.
NIP
196807131989031002 NIP 196507101994031006
Mengetahui
Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK)
Bandung,
_____________________________________
NIP___________________________________
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR ASN
OPTIMALISASI PENINGKATAN MENULIS TEKS
CERITA PENDEK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA WEBTOON
DI MTsN 1 GARUT
Nama : Andina Sopandi N, S.Pd.
NIP :
199507242019032020
Unit Kerja : Kantor Kemenag
Kab. Garut
Satuan Kerja : MTs Negeri 1
Garut
Telah Diuji Di Depan Penguji
Pada
hari_____, November 2019
Coach, Mentor,
H.
Asep Hadiat, S.H., M.H. Drs. H. Rusdi Saleh, M.Pd.
NIP
196807131989031002 NIP 196507101994031006
Disetujui,
Penguji,
_______________________________________
NIP____________________________________
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah Swt, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil Golongan III dengan Judul, “Optimalisasi Peningkatan Menulis
Teks Cerita Pendek Melalui Media Webtoon di MTsN 1 Garut.”
Laporan Aktualisasi ini bertujuan selain untuk memenuhi
syarat tugas akhir pelatihan dasar CPNS Kemenag juga sebagai cara menyelesaikan
isu strategis untuk diselesaikan dengan mengimplementasikan nilai- nilai dasar
yang telah dipelajari. Tidak
semua isu akan diangkat Penulis untuk diaktualisasikan pada saat melakukan habituasi di satuan kerja tersebut, namun hanya isu
terpilih yang akan menjadi pembahasan utama dalam penulisan laporan rancangan
aktualisasi ini.
Kritik
dan saran yang membangun diperlukan untuk kesempurnaan penulisan laporan
rancangan aktualisasi ini.
Bandung, November 2019
Penulis,
DAFTAR
ISI
LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................................. i
LEMBAR
PENGESAHAN..................................................................................... ii
KATA PENGANTAR............................................................................................. iii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iv
DAFTAR Daftar
Tabel.......................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar Belakang............................................................................................... 1
B. Visi
dan Misi Organisasi............................................................................... 3
C. Tugas
Pokok PNS......................................................................................... 3
D. Tujuan.............................................................................................................. 4
E. Manfaat............................................................................................................ 4
F. Ruang Lingkup.............................................................................................. 4
G. Nilai-Nilai
Dasar Aneka................................................................................ 5
H. Kedudukan
dan Peran PNS dalam NKRI................................................. 8
BAB II ANALISIS ISU-ISU DAN
GAGASAN SOLUSI...................................... 11
A.
Identifikasi
Isu-Isu Aktual dan
Analisis Penyebab.................................. 11
B.
Isu-Isu yang Diangkat................................................................................... 13
C.
Gagasan Pemecahan Isu............................................................................ 14
D.
Matriks
Rancangan Aktualisasi.................................................................. 16
E.
Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi...................................................... 23
BAB III PELAKSANAAN
AKTUALISASI........................................................... 25
A.
Capaian
Aktualisasi...................................................................................... 25
B.
Matriks Laporan
Aktualisasi......................................................................... 51
C.
Jadwal Implementasi Aktualisasi................................................................ 57
D.
Kendala dan Antisipasi................................................................................ 59
BAB IV PELAKSANAAN PENGUATAN
BIDANG TUGAS........................... 60
A.
Kompetensi Pedagogik................................................................................. 60
B.
Kompetensi Kepribadian.............................................................................. 62
C.
Kompetensi Sosial......................................................................................... 62
D.
Kompetensi Profesional............................................................................... 64
BAB V
PENUTUP.................................................................................................. 69
A.
Simpulan......................................................................................................... 69
B.
Saran............................................................................................................... 69
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR
TABEL
Tabel
2.1 Analisis Kualitas Isu............................................................................. 13
Tabel
3.1 Melakukan Konsultasi dengan Kepala Madrasah.......................... 25
Tabel 3.2 Melakukan Koordinasi dengan Guru Senior................................... 28
Tabel 3.3 Melakukan Sosialisasi kepada Peserta Didik.................................. 30
Tabel 3.4 Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran............................ 32
Tabel 3.5 Melaksanakan Pembelajaran............................................................. 33
Tabel 3.6 Melakukan Evaluasi Pembelajaran................................................... 43
Tabel 3.6a Hasil Pretest dan Post test
Peserta Didik........................................ 45
Tabel 3.7 Membuat Laporan Aktualisasi............................................................ 48
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), seorang ASN berfungsi sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Seorang ASN
dituntut untuk memahami nilai-nilai dasar yang menjadi landasan dalam
menjalankan profesinya. Nilai-nilai dasar yang dimaksud antara lain
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Berdasarkan peraturan Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia
Nomor 12 Tahun 2018 BAB II Pasal 6 tentang Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, pelatihan dasar CPNS dapat dilaksanakan dalam
bentuk klasikal dan pelatihan nonklasikal. Pada
pelatihan klasikal peserta diasramakan, diberikan kegiatan penunjang berupa
kegiatan peningkatan kesegaran jasmani. Pelatihan nonklasikal merupakan proses
pembelajaran yang dilakukan paling kurang melalui e-learning, bimbingan di tempat kerja, pelatihan di alam bebas,
pelatihan jarak jauh dan/ atau magang. Pelatihan ini yang memungkinkan peserta
mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan serta membuatnya
menjadi kebiasaan dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya
sebagai PNS yang profesional.
Diklatsar
CPNS Golongan III angkatan XIX yang diselenggarakan oleh Balai Diklat
Keagamaan Provinsi Jawa Barat merupakan bentuk nyata internalisasi
nilai-nilai moral untuk menyiapkan PNS yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai
tersebut di tempat kerja, sehingga tercipta suatu lingkungan yang kondusif dan
berdaya saing tinggi. Adapun materi
pembelajaran yang didapatkan ketika on
campuss antara lain materi
mengenai nilai-nilai dasar profesi ASN yang terdiri dari ANEKA (Akuntabel,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dan materi mengenai
kedudukan dan peran ASN dalam NKRI di antaranya
Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole
of Government).
Dalam hal ini, penulis mengaktualisasikan nilai dasar ASN
di Unit Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut pada
satuan kerja Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut.
Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di
sekolah, peserta didik diharapkan menemukan serta menggunakan kemampuan
analitis dan imajinatifnya. Sebuah tulisan tentunya memiliki beberapa ciri-ciri
di antaranya bermakna jelas atau lugas, merupakan kesatuan, komunikatif,
singkat, dan padat serta memenuhi kaidah kebahasaan. Membuat teks cerita pendek
merupakan salah satu dari keterampilan menulis dalam pelajaran Bahasa
Indonesia.
Teks cerita pendek merupakan sebuah narasi
yang berisikan seluk beluk manusia yag diceritakan melalui tulisan singkat yang
pendek. Pada kenyataannya, ketika peserta didik menulis teks cerita pendek
biasanya akan mengalami banyak kesulitan dalam mencari ide pokok, bagaimana
mengawali sebuah cerita, menuangkan, dan mengembangkannya ke dalam bentuk teks
yang utuh. Fenomena tersebut tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja, perlu
solusi yang konkret untuk memecahkan kendala dalam menulis teks cerita pendek.
Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan
tersebut, yaitu dengan media visual atau gambar. Melalui media gambar sistem
otak akan secara otomatis berpikir kritis atau merespon gambar yang dilihat.
Media gambar tentu membantu guru dalam memberikan contoh konkret membuat teks cerita
pendek. Selain itu, media gambar juga dapat membantu peserta didik dalam
mengembangkan dan mengungkapkan ide-ide yang kreatif dan menarik. Media gambar
bermacam-macam jenisnya, salah satunya adalah webtoon. Webtoon atau sering juga disebut webcomics,
merupakan komik yang didistribusikan lewat jaringan internet. Melihat
permasalahan tersebut, penulis akan menggunakan media gambar webtoon
dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek.
Melalui
kegiatan aktualisasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendidik
berkarakter yang dilandasi nilai dasar ANEKA dan mampu melaksanakan tugas
dan perannya secara profesional sehingga dapat menyiapkan peserta didik yang
berkualitas.
B. Visi dan Misi Organisasi
1) Visi
Madrasah
Visi dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut adalah
:
“TERWUJUDNYA MADRASAH BERPRESTASI,
BERTEKNOLOGI, DAN BERAKHLAKUL KARIMAH.”
Indikator
Visi
1.
Terwujudnya madrasah yang memiliki daya
saing.
2.
Terwujudnya teknologi dan informasi dalam
pengelolaan madrasah.
3.
Terwujudnya budaya bersih, disiplin, taat
beribadah, dan 3S (Sopan, Santun, Salam) dalam lingkungan madrasah.
2) Misi Madrasah
Misi
dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut adalah :
1.
Meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia di lingkungan madrasah.
2.
Meningkatkan prestasi peserta didik baik
akademik maupun non akademik.
3.
Meningkatkan sistem layanan berbasis
teknologi dan informasi.
4.
Meningkatkan kualitas proses Pembelajaran
yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM
gembira dan berbobot).
5.
Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana
dan prasarana ibadah, pembelajaran dan
sapras untuk GSL.
6.
Membiasakan
untuk tumbuh dan berkembangnya pendidikan Karakter yang terukur melalui
indikator madrasah maupun
kelas.
7.
Merintis
dan membuat terobosan untuk terlaksanakan Gerakan
Literasi Sekolah
8.
Meningkatkan budaya disiplin dan budaya
bersih.
9.
Menumbuhkembangkan kegiatan keagamaan,
sehingga tercipta suasana kehidupan bernuansa islami.
C. Tugas Pokok PNS
Tugas
pokok PNS tercantum pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014
BAB IV Pasal 11 tentang tugas ASN
adalah:
a)
Melaksanakan
kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
b)
Memberikan
pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
c)
Mempererat
persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D. Tujuan
Dengan adanya aktualisasi ini diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai dasar
ASN
sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan peserta Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III di Kementerian Agama yang
bertujuan :
1. Memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan
jabatannya.
2. Mampu menjunjung tinggi standar etika publik dalam
melaksanakan tugas jabatannya.
3. Mampu
berinovasi untuk
meningkatkan mutu pelayanan.
4. Mampu dalam memenuhi kebutuhan pelayanan publik sesuai
dengan peraturan bagi setiap warga negara.
5. Sebagai
syarat kelulusan Latsar CPNS golongan III tahun 2019
E. Manfaat
Adapun manfaat dari penyusunan rancangan aktualisasi
nilai-nilai dasar profesi ASN adalah sebagai berikut:
- Bagi penulis, yaitu:
- Menanamkan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam
jiwa penulis.
- Mendidik penulis untuk menjadi pribadi yang berintegritas,
profesionalitas dan disiplin
- Bagi Unit Kerja bermanfaat untuk membantu mengoptimalisasikan
pelaksanaan rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh penulis.
- Bagi Organisasi dan stakeholder
bermanfaat sebagai kerangka acuan satuan kerja dalam
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS dalam mempercepat
pencapaian visi dan misi satuan kerja.
F. Ruang Lingkup
1)
Lokus
Kegiatan
aktualisasi ini kan dilaksanakan di MTs Negeri 1 Garut
2)
Fokus
Kegiatan
ini di fokuskan untuk siswa kelas IX di MTs Negeri 1 Garut dengan mata
pelajaran Bahasa Indonesia
G.
Nilai-Nilai
Dasar Aneka
PNS
yang profesional adalah PNS yang mempunyai nilai – nilai dasar profesi PNS sehingga mampu melaksanakan tugas
dan perannya secara profesional sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan
masyarakat, dan perekat atau pemersatu bangsa. Nilai – nilai dasar yang dimaksud
adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi. Selanjutnya kelima nilai dasar tersebut diakronimkan menjadi ANEKA.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok, atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Contoh dari aktualisasi nilai
akuntabilitas yang akan penulis lakukan adalah:
a.
Bertanggung jawab/ mendahulukan
kepentingan publik
b.
Transparan
c.
Kepemimpinan
d.
Adil
e.
Konsisten
f.
Keadilan
g.
Kejelasan
h.
Profesional
i.
Integritas
j.
Keseimbangan
Adapun nilai-nilai
akuntabilitas yang penulis terapkan dalam aktualisasi ini adalah:
1)
Penulis akan melakukan
konsultasi dengan kepala sekolah untuk mendapatkan mufakat untuk melaksanakan
aktualisasi. Setelah melakukan musyawarah disesuaikan dengan keadaan madrasah.
Persetujuan dari mentor akan menjadi tanggung jawab penulis untuk melaksanakan
rancangan aktualisasi yang sudah dibuat, sebagai bentuk akuntabilitas
dan legalitas.
2)
Penulis akan menilai hasil
karya tulis peserta didik berdasarkan kaidah kebahasaan dan struktur teks
cerita pendek. Penilaian yang dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik
sebagai bentuk transparan.
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Nasionalisme
memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya.
Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pengamalan nilai-nilai luhur
yang terkandung didalamnya, setiap penyelenggara negara, baik di pusat maupun
di daerah. Beberapa
contoh sikap nasionalisme adalah:
a.
Rela berkorban
b.
Sebagai pelayan masyarakat
c.
Memelihara ketertiban
d.
Cinta tanah air
e.
Disiplin
f.
Kerja keras
g.
Musyawarah
h.
Gotong royong
i.
Menghormati keputusan
j.
Menghargai karya orang lain
Adapun nilai-nilai nasionalisme yang akan penulis terapkan dalam
aktualisasi ini:
1)
Penulis akan melakukan
koordinasi dengan pimpinan satker juga guru senior mata pelajaran Bahasa
Indonesia sebagai bentuk dari musyawarah sebagaimana tertera pada
Pancasila sila ke-4, “Kerakyatan yang dpimpin oleh kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan.”
2)
Penulis akan menghormati
keputusan apapun yang akan diberikan oleh mentor dan guru senior Bahasa
Indonesia setelah melakukakan koordinasi dan musyawarah.
3. Etika Publik
Etika
publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang menentukan baik atau
buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan
publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Etika publik
yang dituliskan dalam suatu peraturan tertulis sering disebut dengan kode etik.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menjelaskan kode
etik dan kode perilaku Aparatur Sipil Negara. Contoh nilai etika publik adalah:
a. Taat pada peraturan perundang-undangan
b. Taat perintah
c. Kerja
sama
Adapun
nilai-nilai etika publik yang akan penulis terapkan dalam aktualisasi ini
adalah dengan adanya sosialisasi media pembelajaran yang akan digunakan kepada
peserta didik, maka timbulnya kerja sama yang baik antara guru dan
peserta didik untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai
tujuan yang diharapkan.
4. Komitmen Mutu
Standar penjaminan mutu pada setiap organisasi tentulah tidak sama
mengingat visi dan arah yang akan dituju berbeda tetapi ada beberapa nilai yang
harus ada pada komitmen mutu seperti :
a.
Efektif (tepat sasaran)
b.
Efisien (hemat biaya dan hemat
waktu)
c.
Inovatif
d.
Berorientasi pada mutu
Adapun nilai
komitmen mutu yang akan diterapkan pada aktualisasi ini adalah penulis akan
merancang kegiatan pembelajaran yang akan dituangkan pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang efektif dan efisien dengan menggunakan
media webtoon yang masih jarang digunakan sebagai media pembelajaran.
Penggunaan media ini sebagai bentuk inovasi dalam kegiatan pembelajaran
yang berorientasi pada mutu.
5. Anti Korupsi
Korupsi diartikan sebagai bentuk
kejahatan dengan berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan pemerintah untuk
keuntungan pribadi. Prinsip anti korupsi
ini mengharuskan setiap kebijakan dilakukan secara jujur dan terbuka.
Indikator
dari nilai-nilai dasar anti korupsi, yaitu :
a.
Kepedulian
b.
Kemandirian
c.
Kerja
keras
d.
Kesederhanaan
e.
Keberanian
f.
Kejujuran
g.
Kedisiplinan
Adapun nilai-nilai anti korupsi yang
akan penulis terapkan dalam aktualisasi ini ketika peserta didik membuat teks
cerita pendek setelah mendapatkan dorongan dari penggunaan media webtoon.
Peserta didik menulis teks cerita pendek sebagai tugas individu berdasarkan
hasil pemikiran sendiri, tanpa menjiplak karya orang lain, sebagai bentuk dari kejujuran.
H.
Kedudukan
dan Peran PNS dalam NKRI
1)
Kedudukan ASN
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi
selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang
profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep yang
dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut beberapa konsep yang ada
dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN.
a)
Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK). PNS merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian
untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai secara
nasional. Sedangkan PPPK adalah warga negara Indonesia yang memnuhi syarat
tertentu, yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian
kerja sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu
tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
b)
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan
oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan
intervensi semua golongan dan partai politik. Pegawai ASN dilarang
menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Selain itu untuk
menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik, hai ini dimaksudkan untuk
menjamin keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala
perhatian, pikiran dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya. Oleh karena
itu dalam pembinaan karir pegawai ASN, khususnya di daerah dilakukan oleh
pejabat berwenang yaitu pejabat karier tertinggi.
c)
Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar
negeri. Namun demikian pegawai ASN merupakan kesatuan. Kesatuan bagi
pegawai ASN sangat penting, mengingat dengan adanya desentralisasi
dan otonomi daerah, sering terjadinya isu putra daerah yang hampir terjadi
dimana-mana sehingga perkembangan birokrasi menjadi stagnan di
daerah-daerah. Kondisi tersebut merupakan ancaman bagi kesatuan bangsa.
2)
Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN
berfungsi dan bertugas sebagai berikut:
a)
Pelaksana kebijakan publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan
kebijakan
yang dibuat
oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk itu ASN harus
mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam menjalankan fungsi
dan tugasnya, serta harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada
kepentingan publik.
b)
Pelayan publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan
publik yang profesional
dan berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan
bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau
pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan
publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.
c)
Perekat dan pemersatu bangsa
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan
NKRI. ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD1945,
negara dan pemerintah. ASN senantiasa menjunjung tinggi martabat ASN serta senantiasa
mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan diri
sendiri, seseorang dan golongan. Dalam UU ASN disebutkan bahwa dalam
penyelengaraan dan kebijakan manajemen ASN, salah satu diantaranya asas
persatuan dan kesatuan.
·
5 Nilai Budaya Kerja
Kementerian Agama
1) Integritas: Keselarasan antara hati,
pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan benar.
Penulis melaksanakan apa yang rancangan aktualisasi sesuai dengan hasil
musyawarah.
2)
Profesionalitas: Bekerja secara disiplin,
kompeten dan tepat waktu dengan hasil terbaik
Penulis melaksanakan tugasnya sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan pada rancangan aktualisasi, dan tugas fungsi yang diberikan satuan
kerja.
3)
Inovasi: Menyempurnakan yang sudah
ada dan mengkreasikan hal baru yang lebih baik
Penulis menggunakan media webtoon dalam pembelajaran menulis
teks cerita pendek sebagai bentuk inovasi.
4) Tanggung Jawab: Bekerja secara tuntas dan
konsekuen
Penulis akan bertanggung jawab dengan
rancangan aktualisasi yang telah disepakati oleh pimpinan madrasah,
melaksanakan sesuai rancangan dan mempertanggungjawabka apa yang sudah
dilaksanakan.
5) Keteladanan: Menjadi contoh yang baik
bagi orang lain.
Adapun nilai budaya yang diterapkan penulis dalam aktualisasi adalah
menjadi contoh yang baik bagi peserta didik dalam bersikap ketika pembelajaran
maupun di luar kelas sebagai bentuk dari nilai budaya keteladanan.
1.
BAB II
ANALISIS ISU-ISU DAN GAGASAN SOLUSI
A.
Identifikasi Isu-isu aktual
dan Analisis
Penyebab
Isu
adalah sebuah peristiwa yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terjadi atau
tidak dan masalah dalam isu tersebut belum dapat dipecahkan. Isu juga biasa
disebut sebagai rumor, kabar burung, atau gosip.
“Sebagai suatu
konsekuensi atas beberapa tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa pihak
yang dapat menghasilkan negosiasi dan penyesuaian sektor swasta, kasus
pengadilan sipil atau kriminal atau dapat menjadi masalah kebijakan publik
melalui tindakan legislatif atau perundangan menurut Hainsworth & Meng.
Berdasarkan definisi yang telah disebutkan di atas, isu adalah suatu hal yang
terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi yang apabila tidak ditangani
secara baik akan memberikan efek negatif terhadap organisasi dan berlanjut pada
tahap krisis.”
Berdasarkan
penjelasan di atas, isu dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk
penyelenggaraan pemerintahan yang di dalamnya terdapat aspek pendidikan. Isu
yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan saat ini adalah Implementasi
Kurikulum 2013 yang mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan
hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang beriman, produktif, kreatif,
inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa,bernegara, dan peradaban dunia.
Terdapat beberapa Isu-isu atau persoalan yang penulis temukan di MTs Negeri
1
Garut yang kemudian akan diangkat
kepermukaan untuk dibahas oleh penulis, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kesulitan peserta didik dalam menulis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang tidak pernah terpisahkan dari
kegiatan belajar mengajar peserta didik di sekolah. Kegiatan menulis menjadikan
peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran dan merangsang keterampilan peserta
didik dalam merangkai kata.
Akan tetapi dalam penerapannya banyak peserta didik yang mengalami kesulitan
untuk membiasakan belajar menulis. Peserta didik sulit
bagaimana menentukan topik teks yang akan dibuat. Peserta didik perlu stimulus
yang bisa membuat daya pikir dan imajinatifnya berkembang menjadi sebuah cerita
yang terangkai sesuai dengan kaidah kebahasaan yang ditentukan.
2.
Kurangnya kesadaran
membaca peserta didik dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Masih banyak peserta didik yang menganggap membaca adalah hal yang terlalu
penting sehingga kurang mempunyai kesadaran serta motivasi untuk rajin membaca.
Ada beberapa faktor penyebab rendahnya minat membaca diantaranya, pengaruh
sosial media, banyaknya hiburan, guru dan orang tua kurang mendorong peserta
didik untuk rajin membaca. Kebiasaan membaca yang jarang dilakukan
membuat peserta didik terasa berat memahami teks bacaan yang diberikan oleh
guru. Peserta didik menganggap kegiatan membaca bukanlah hal yang menyenangkan.
3. Peserta
didik belum terbiasa berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
Berbicara merupakan keterampilan berbahasa
yang bertujuan untuk mengungkapkan ide, gagasan, serta perasaan secara
lisan sebagai proses komunikasi kepada orang lain. Proses berbicara sangatlah
erat hubungannya dengan faktor pengembangan berfikir, berdasarkan pengalaman
yang mendasarinya. Pengalaman tersebut diperoleh dari kegiatan membaca,
menyimak, pengamatan dan diskusi.
Hal tersebut diketahui dari cara berkomunikasi peserta didik. Peserta didik
sering berkomunikasi dengan dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Sunda) dalam satu kalimat bahkan dalam komunikasi sehari-hari
lebih cenderung menggunakan bahasa Sunda. selain itu ada
beberapa peserta didik yang tidak bisa berkomunikasi menggunakan bahasa
Indonesia.
4.
Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan dalam mata pelajaran
Bahasa Indonesia.
Media pembelajaran dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Banyak
jenis dan ragam media di sekitar kita yang dapat kita temukan dan kembangkan
serta manfaatkan untuk menunjang pembalajaran di sekolah. Salah satu temuan
penulis di MTs Negeri 1 Garut adalah belum optimalnya penggunaan media pembelajaran. Guru
harus selalu mengkreasikan media pembelajaran yang sesuai dengan materi agar
menarik perhatian peserta didik sehingga menjadi stimulus peserta didik untuk
belajar. Perlunya waktu untuk pembuatan dan kreativitas dari guru untuk
mengoptimalkan media pembelajaran tersebut.
B.
Isu-Isu
yang Diangkat
Setelah Isu-isu
tersebut dideskripsikan, maka
selanjutnya diperlukan analisis lanjutan, hal ini dilakukan untuk
menetapkan suatu isu sebagai isu yang berkualitas. Alat analisis kriteria isu
yang digunakan adalah alat analisis USG. USG (kualitas isu) yaitu :
1.
Urgency :
seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
2.
Seriousness:
seberapas serius isu itu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
3.
Growth:
seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani
sebagaimana mestinya.
Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan
nilai dengan rentang 1 sampai dengan 5 point, semakin tinggi nilai menunjukkan
bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat serius untuk segera ditangani.
Tabel 2.1 Analisis kualitas isu
dengan menggunakan alat analisis USG
|
No |
Penilaian Masalah |
Kriteria |
Jml |
Peringkat |
||
|
U (1-5) |
S (1-5) |
G (1-5) |
||||
|
1. |
Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran
yang digunakan dalam mata pelajaran
Bahasa Indonesia. |
5 |
4 |
4 |
13 |
1 |
|
2. |
Kurangnya kesadaran membaca peserta didik dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia. |
3 |
4 |
4 |
11 |
2 |
|
3. |
Peserta didik belum terbiasa berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar. |
3 |
3 |
4 |
10 |
3 |
|
4. |
Kesulitan peserta didik dalam menulis teks pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia |
2 |
3 |
2 |
7 |
4 |
Berdasarkan penentuan
kualitas Isu dengan alat analisis USG maka tergambar ranking tertinggi yang merupakan isu final yang relefan untuk
dibahas dan perlu dicarikan pemecahan masalahnya yaitu “Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia.”
C.
Gagasan
Pemecahan Isu
Dari analisis dan penyebab isu di atas, dapat disimpulkan bahwa isu yang
diangkat penulis adalah, “Belum
optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.”Adapun gagasan pemecahan isu dengan, “Penggunaan
Media Webtoon dalam Menulis Teks Cerita Pendek Peserta didik Kelas IX
MTsN 1 Garut.” Karena dengan penggunaan media webtoon
ini akan menjadi stimulus bagi peserta didik untuk mulai mencintai kegiatan
membaca dimulai dari cerita bergambar atau webtoon yang akan digunakan
sebagai media. Setelah ada dorongan peserta didik untuk membaca melalui media webtoon,
maka peserta didik akan mendapatkan gambaran ketika menulis teks cerita pendek.
Menulis teks cerita pendek menjadi mudah karena adanya stimulus dari cerita
bergambar yang disajikan, juga akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Media berasal dari bahasa
Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti perantara atau
pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari si pengirim kepada
si penerima. Jadi, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan
pelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada peserta didik.
Guru dapat berinovasi dalam membuat media pembelajaran yang
sesuai dengan materi yang diajarkan. Dengan media pembelajaran yang sesuai,
maka tujuan pembelajaran yang diharapkan akan tercapai dengan mudah. Media
dapat menjadi stimulus yang mendorong daya kritis dan imajinatif peserta didik
dalam mempelajari berbagai materi terutama menulis. Dengan menggunakan media webtoon
ini diharapkan menumbuhkan daya kreatif peserta didik untuk menulis. Peserta
didik tak perlu lagi bingung memulai tulisan dari mana, karena ada gambaran
yang jelas ketika membaca webtoon.
Optimalisasi Peningkatan Pembelajaran
Menulis Teks Cerita Pendek Melalui Penggunaan Media Webtoon Peserta
didik Kelas IX MTs Negeri 1 Garut, ini
terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Melakukan konsultasi mentor terkait dengan konsep
aktualisasi;
2.
Melakukan
koordinasi dengan guru senior pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia terkait
dengan konsep aktualisasi;
3.
Melakukan sosialisasi terhadap peserta didik tentang
media pembelajaran yang akan
diterapkan;
4.
Membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
5.
Melaksanaan pembelajaran;
6.
Melakukan evaluasi
pembelajaran;
7.
Membuat laporan
aktualisasi.
D. matriKS rancangan aktualisasI
Unit Kerja :
MTs Negeri 1 Garut
Identifikasi isu :
1)
Belum
optimalnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
2)
Kurangnya
kesadaran
membaca dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia
3)
Peserta didik belum terbiasa berbicara
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Isu yang diangkat :
Belum optimalnya media pembelajaran yang digunakan dalam
mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Gagasan pemecahan Isu :
Optimalisasi peningkatan
menulis teks cerita pendek melalui media webtoon pada peserta didik
kelas IX di MTsN 1 Garut
|
No |
Kegiatan |
matriKS rancangan aktualisasi Tahapan |
Output/ Hasil |
Keterkaitan substansi
Mata Pelatihan |
Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi dan Misi Organisasi |
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|
|
1 |
Melakukan konsultasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut
terkait dengan konsep aktualisasi; |
Membahas isu utama
rancangan aktualisasi |
Notula kegiatan
konsultasi |
·
Akuntabilitas: Mendapatkan legalitas/ kepercayaan dari pimpinan serta melaksanakan tanggung jawab ASN dalam
penyediaan Pelayanan Publik. Menghormati keputusan hasil musyawarah dengan mentor
Nasionalisme: Pengamalan sila Ke-4 yakni bermusyawarah untuk mendapatkan
legalitas persetujuan dan dukungan dari Indonesia untuk mengembangkan
media pembelajaran yang sesuai |
Bermusyawarah dan
berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan aktualisasi ini sesuai dengan
misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia di lingkungan madrasah. |
Profesionalitas: Konsultasi
dan musyawarah dengan mentor untuk mendapatkan legalitas persetujuan serta
dukungan dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi, serta keteladanan yang baik yang bisa diambil dari mentor |
|
|
Meminta izin untuk melaksanakan aktualisasi |
Mendapatkan Surat
Persetujuan Judgement Expert |
||||||
|
2. |
Melakukan koordinasi dengan guru-guru senior pengampu mata pelajaran
Bahasa Indonesia terkait dengan konsep aktualisasi; |
Membahas
isu utama konsep pelaksanaan aktualisasi |
Mendapatkan hasil diskusi
tentang pelaksanaan aktualisasi Memperoleh gambaran
pelaksanaan aktualisasi |
Nasionalisme: Pengamalan sila Ke-4 yakni bermusyawarah untuk mendapatkan
legalitas persetujuan dan dukungan dari guru senior pengampu mapel Bahasa
Indonesia untuk mengembangkan media pembelajaran yang sesuai |
Bermusyawarah dan
berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan aktualisasi ini sesuai dengan
misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia di lingkungan madrasah. |
Profesionalitas: Koordinasi dan musyawarah dengan guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia
untuk mendapatkan dukungan dan gambaran dalam melaksanakan kegiatan
aktualisasi. |
|
|
Mendiskusikan
media pembelajaran yang akan digunakan dalam menulis teks cerita pendek |
|||||||
|
3. |
Melakukan Sosialisasi terhadap peserta didik tentang media pembelajaran yang akan diterapkan; |
Menyampaikan gambaran media pembelajaran yang akan digunakan, yaitu media webtoon |
Tersosialisasinya media
pembelajaran yang akan digunakan kepada peserta didik |
·
Akuntabilitas Keterbukaan informasi penggunaan media pembelajaran kepada peserta didik ·
Etika Publik Membangun kerja sama
yang baik antara peserta didik dan guru untuk membangun pembelajaran yang
PAIKEM |
Terciptanya
koordinasi yang baik antara guru dan peserta didik untuk membangun
pembelajaran yang PAIKEM sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu meningkatkan
kualitas proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan (PAIKEM gembira dn berbobot) |
Profesionalitas: Dengan melaksanakan sosialisasi
kepada peserta didik Keteladanan: Memberikan contoh yang
baik kepada peserta didik |
|
|
Menyepakati bersama untuk tertib dalam proses |
|||||||
|
4. |
Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; |
Menyiapkan materi yang akan diberikan kepada peserta
didik, dengan melanjutkan materi yang sudah
disampaikan |
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran yang efektif dan
efisien dengan menggunakan media webtoon dalam pembelajaran menulis
teks cerita pendek |
·
Anti Korupsi Membuat rencana pembelajaran secara mandiri disesuaikan dengan rancangan aktualisasi
yang akan dilaksanakan ·
Komitmen Mutu Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran yang dibuat efektif dan efisien serta merupakan
inovasi karena menggunakan media webtoon dalam pembelajaran
menulis teks cerita pendek |
Menggunakan
media webtoon sebagai terobosan baru untuk membuat peserta didik
membiasakan membaca sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu merintis dan
membuat terobosan untuk terlaksanakan Gerakan Literasi Sekolah |
Nilai budaya kerja Kemenag, salah satunya adalah Inovasi: terimplementasi-kan dengan pembaruan pada penggunaan media pembelajaran. Tanggung
jawab: Membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri disesuaikan dengan
rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan. |
|
|
Merencanakan penggunaan media webtoon dengan
menyesuaikan pada materi yang diberikan |
|||||||
|
Pembuatan
rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan media dan materi yang telah
ditentukan |
|||||||
|
5. |
Melaksanaan pembelajaran ; |
Melaksanakan
pretest |
Terlaksananya
penggunaan media webtoon dalam
pembelajaran menulis teks
cerita pendek |
·
Akuntabilitas Pembelajaran dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan akan dipertanggungjawabkan
melalui laporan aktualisasi ·
Anti-Korupsi: Pembelajaran dan penilaian harus dilaukan secara jujur, untuk mewujudkan
sikap anti terhadap kecurangan |
Pelaksanaan
pembelajaran menggunakan media webtoon agar terciptanya pembelajaran
yang PAIKEM sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu meningkatkan kualitas
proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
(PAIKEM gembira dn berbobot) |
Inovasi: Penggunaan
media webtoon dalam
pembelajaran menulis teks cerita pendek sebagai pembaruan dalam menciptakan
pembelajaran yang PAIKEM. Profesionalitas: melaksanakan
tugas sebagai pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Tanggung jawab: Melakukan
penilaian pembelajaran baik proses dan hasil pembelajaran Integritas: Melaksanakan aktualisasi
sesuai dengan apa yang direncanakan. |
|
|
Mengimplementasikan
penggunaan media webtoon pada materi
menulis teks cerita pendek sesuai dengan
RPP yang telah dibuat |
|||||||
|
Melakukan
post test |
|||||||
|
6. |
Evaluasi
Pembelajaran |
Menganalisis
pretest dan post test |
Terevaluasinya pelaksanaan aktualisasi
sebagai bahan pengemba-ngan media
pembelaja-ran yang
lebih baik ke
depannya. -
Hasil Pretest dan Post Test -Pesan
dan kesan peserta didik setelah belajar menggunakan media webtoon. |
·
Akuntabillitas: Transparansi Adanya
keterbukaan antara guru dan peserta didik untuk memperbaiki dan mengembangkan
media pembelajaran agar lebih optimal untuk ke depannya. ·
Anti Korupsi Kejujuran
dari peserta didik dalam memberikan umpan balik dari pembelajaran yang sudah
dilaksanakan. |
Evaluasi merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan profesionalitas
pendidik yang sesuai dengan misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu
meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan madrasah. |
Evaluasi yang jujur dan objektif adalah bentuk integritas
dan keteladanan, serta untuk
meningkatkan profesionalitas |
|
|
Menilai hasil teks
cerita pendek yang telah dibuat peserta didik setelah adanya stimulus
penggunaan media webtoon. |
|||||||
|
Merumuskan simpulan, solusi, dan langkah tepat selanjutnya untuk
menghadirkan proses pembelajaran yang lebih baik lagi dan efektif |
|||||||
|
7. |
Membuat
Laporan Aktualisasi |
Mengumpulkan data dan
dokumentasi kegiatan aktualisasi |
Laporan
hasil aktualisasi |
·
Akuntabilitas Laporan
aktualisasi yang dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan
habituasi selama 30 hari di satuan
kerja ·
Nasionalisme Koordinasi
dengan mentor/mentor dan guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia mengenai
penyusunan laporan aktualisasi sebagai perwujudan dari sila ke-4
Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan ·
Anti
Korupsi Membuat
laporan aktualisasi sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang telah
dilaksanakan sebagai bentuk kejujuran |
Meningkatkan
profesionalitas pendidik sesuai dengan misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu
meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan madrasah |
Integritas: Merencanakan, Melaksanakan,
dan melaporkan pertanggungjawaban aktualisasi sesuai dengan apa yang
dilaksanakan sebenar-benarnya. Tanggung jawab: Melaksanakan kegiatan
aktualisasi sesuai dengan yang direncanakan Profesionalitas: Melaksanaka tugas sesuai
dengan tupoksi jabatan dengan baik |
|
|
Koordinasi dengan
mentor dan guru-guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia |
|||||||
|
Membuat laporan
aktualisasi secara mandiri |
b. Jadwal
Rencana Kegiatan Aktualisasi
|
No. |
Kegiatan |
Oktober |
November |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
||
|
1. |
Melakukan konsultasi dengan mentor terkait dengan
konsep aktualisasi; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
Melakukan koordinasi dengan guru-guru senior
pengampu mata pelajaran terkait dengan konsep aktualisasi; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. |
Melakukan sosialisasi terhadap peserta didik
tentang media pembelajaran yang akan
diterapkan; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. |
Membuat Rencana Pelaksanan Pembelajaran; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5. |
Melaksanaan
pembelajaran; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6. |
Melakukan evaluasi Pembelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7. |
Membuat laporan aktualisasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8. |
Melaporkan hasil aktualisasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB
III
PELAKSANAAN AKTUALISASI
A.
CAPAIAN
AKTUALISASI
Setelah melakukan rancangan aktualisasi selama 18 hari ketika on
campuss, dan telah diseminarkan pada tanggal 8 Oktober 2019. Dalam
rancangan yang penulis buat, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama
habituasi, seperti: 1) Melakukan konsultasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah
Negeri 1 Garut perihal konsep aktualisasi yang akan dilaksanakan; 2) Melakukan
koordinasi dengan guru senior mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang konsep
aktualisasi; 3) Melakukan sosialisasi kepada peserta didik tentang konsep
aktualisasi, yaitu penggunaan media webtoon; 4) Membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 5) Melaksanakan Pembelajaran; 6) Melakukan
evaluasi pembelajaran; 7) Membuat laporan aktualisasi. Berdasarkan jadwal
rancangan aktualisasi yang telah dibuat, maka berikut tahapan kegiatan yang
sudah penulis laksanakan selama habituasi dari tanggal 10 Oktober s.d. 13
November:
Tabel
3.1 Melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut
tentang konsep aktualisasi.
|
Judul
Kegiatan : |
Melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Garut tentang konsep aktualisasi. |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
Senin, 14 Oktober 2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
1. Foto Kegiatan 2. Surat Persetujuan Judgement Expert (Terlampir) 3. Notula Hasil Konsultasi (Terlampir) |
|
a. Uraian Kegiatan
Kegiatan
pertama yang penulis lakukan dalam habituasi ini, yaitu melakukan konsultasi
dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut. Konsultasi ini dilaksanakan
Senin, 14 Oktober 2019 di ruangan Kamad. Pada
konsultasi lanjutan tersebut, penulis bersama teman-teman CPNS se-MTs Negeri
Garut secara bergantian melakukan konsultasi perihal konsep aktualisasi yang
akan dilaksanakan. Penulis menyampaikan kembali pelaksanaan inti aktualisasi
yang akan dilaksanakan. Pak H. Rusdi Saleh, M.Pd. selaku Kepala Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Garut mendukung dan menyetujui apa yang akan penulis
laksanakan. Menurut beliau, aktualisasi yang akan dilakukan baik untuk
mengembangkan visi-misi MTsN 1 Garut. Beliau berpesan agar penulis melakukan
kegiatan aktualisasi sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang sudah penulis
rencanakan dan dipresentasikan pada seminar rancangan aktualisasi ketika on
campuss. Pada kegiatan aktualisasi yang
akan penulis laksanakan menggunakan media webtoon yang hanya dapat
diakses melalui handphone. Di sekolah ini, peserta didik dilarang
membawa handphone, kecuali jika untuk proses pembelajaran dengan
bimbingan dan pengawasan guru yang bersangkutan. Maka penulis pun meminta
izin kepada Pak H. Rusdi selaku Kamad untuk melakukan pembelajaran berbasis
teknologi dengan menggunakan handphone sebagai media
pembelajaran dalam satu-dua pertemuan. Beliau pun melegalkan penggunaan handphone
dalam proses pembelajaran yang akan penulis laksanakan. Pak
H. Rusdi pun memberikan semangat kepada penulis dan teman-teman CPNS lainnya
untuk terus mengembangkan diri dan terus berinovasi dalam proses pembelajaran
agar meningkatkan visi dan misi madrasah serta membantu kemajuan Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Garut. Gambar
3.1a Konsultasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut b. Nilai-Nilai Dasar 1)
Akuntabilitas: Mendapatkan legalitas/ kepercayaan
dari pimpinan serta melaksanakan tanggung jawab ASN dalam penyediaan pelayanan
publik dan menghormati keputusan hasil musyawarah dengan mentor 2)
Nasionalisme: Pengamalan sila Ke-4 yakni bermusyawarah untuk mendapatkan legalitas persetujuan
dan dukungan dari Indonesia untuk mengembangkan
media pembelajaran yang sesuai 3) Etika
Publik: Disiplin
waktu ketika melakukan konsultasi lanjutan dengan mentor. c.
Output Hasil dari kegiatan ini adalah
tersetujuinya kegiatan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Peningkatan
Menulis Teks Cerita Pendek dengan Menggunakan Media Webtoon di MTs
Negeri 1 Garut,” diperolehnya masukan dan saran dari Kepala Madrasah
Tsanawiyah Neger 1 Garut. Adanya surat persetujuan judgement expert
dan notula hasil konsultasi. d.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Bermusyawarah dan
berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan aktualisasi ini sesuai dengan
misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia di lingkungan madrasah. e.
Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi Profesionalitas: Konsultasi dan musyawarah dengan mentor
untuk mendapatkan legalitas persetujuan serta dukungan dalam melaksanakan
kegiatan aktualisasi, serta keteladanan yang baik yang bisa diambil dari kepala
madrasah. |
|
Tabel
3.2 Melakukan koordinasi dengan Guru Senior Pengampu Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia
|
Judul
Kegiatan : |
Melakukan
koordinasi dengan Guru Senior Pengampu Mata Pelajaran Bahasa Indonesia |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
14 Oktober dan 29 Oktober 2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
1. Foto Kegiatan 2. Daftar Hadir (Terlampir) 3. Notula Rapat (Terlampir) 4. Screenshot
konsultasi via Whatsapp (Terlampir) |
|
a. Uraian Kegiatan Setelah mendapatkan legalitas dari
kepala madrasah, selanjutnya penulis melakukan koordinasi dengan guru
pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika on campuss penulis
pun sudah melakukan koordinasi via whatsapp dengan guru senior penulis,
yaitu Bu Rina Rosmayana, M.Pd. mengenai konsep aktualisasi yang akan penulis
lakukan di sekolah. Beliau pun memberikan masukan tentang penggunaan model
yang tepat dalam menunjang media yang penulis gunakan ketika pelaksanaan
aktualisasi. Beliau menyarankan menggunakan model Project Based Learning (PJBL)
, lalu penulis dminta mengkaji lebih dalam tentang
langkah-langkah/tahapan-tahapan pelaksanaan model tersebut. Penulis pun
diminta mempertimbangkan berapa kali pertemuan yang tepat dalam menggunakan
model tersebut, sehingga penggunaan media dapat dioptimalisasikan dengan baik
juga menghasilkan peningkatan dalam menulis teks cerita pendek. Pada saat habituasi, setelah penulis
melakukan konsultasi dengan kepala madrasah, selanjutnya penulis meminta
masukan dan dukungan dari guru senior di MGMP Bahasa Indonesia mengenai
konsep aktualisasi yang akan penulis laksanakan. Penulis melakukan konsultasi
setelah mendapatkan legalitas dari kepala madrasah, yaitu pada tanggal 14
Oktober 2019. Penulis menjelaskan gambaran tahapan kegiatan pada pelaksanaan
pembelajaran menulis teks cerita pendek menggunakan media webtoon.
Mereka mendukung aktualisasi yang akan penulis lakukan, karena webtoon
bisa menjadi inspirasi peserta didik dalam mengembangkan daya kritis dan
imajinatif mereka dalam menulis teks cerita pendek. Mereka juga menganggap
ini sebuah inovasi dalam pembejalaran teks cerita pendek sesuai dengan
perkembangan zaman juga minat peserta didik. Pada tanggal 29 Oktober 2019, penulis
melakukan konsultasi lanjutan dengan Bu Rina mengenai tahapan kegiatan yang
akan penulis laksanakan. Beliau menanyakan perkembangan pelaksanaan
aktualisasi. Penulis menjelaskan apa saja yang sudah penulis laksanakan dan
belum terlaksana. Penulis juga meminta arahan dari beliau dalam kegiatan
evaluasi pembelajaran. Bu Rina menjelaskan bahwa pretest dan post
test merupakan bagian dari
evaluasi pembelajaran. Hasil dari pretest dan post test diolah
sebagai bukti adanya peningkatan setelah menggunakan media webtoon.
Lalu dapat disisipkan di lampiran testimoni dari peserta didik tentang media webtoon
yang digunakan. Beliau juga meminta contoh media yang digunakan sebagai salah
satu media yang dapat digunakan ketika beliau mengajar pembelajaran menulis
teks cerita pendek. Gambar
3.2a konsultasi dengan Ketua MGMP Bahasa Indonesia Gambar 3.2b konsultasi
dengan beberapa guru senior Bahasa Indonesia Gambar 3.2c
Konsultasi lanjutan dengan Bu Rina Rosmayana, M.Pd. b.
Nilai-Nilai
Dasar Nasionalisme: Pengamalan sila Ke-4
yakni bermusyawarah untuk mendapatkan
legalitas persetujuan dan dukungan dari guru senior pengampu mapel Bahasa
Indonesia untuk mengembangkan
media pembelajaran yang sesuai. Etika Publik: Disiplin
waktu ketika akan berdiskusi dengan guru senior, karena harus menyesuaikan
dengan waktu luang mereka. Membangun kerja sama yang baik antara peserta diklat dan guru
senior untuk membangun pembelajaran yang PAIKEM. c.
Output Hasil dari kegiatan ini adalah
tersetujuinya kegiatan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Peningkatan
Menulis Teks Cerita Pendek dengan Menggunakan Media Webtoon di MTs
Negeri 1 Garut,” diperolehnya masukan dan saran dari Kepala Madrasah
Tsanawiyah Negeri 1 Garut. Daftar hadir MGMP Bahasa Indonesia dan notula
hasil diskusi. d.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Bermusyawarah dan
berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan aktualisasi ini sesuai dengan
misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia di lingkungan madrasah. e.
Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi Profesionalitas: Koordinasi dan musyawarah dengan guru senior pengampu
mapel Bahasa Indonesia untuk mendapatkan dukungan dan gambaran dalam
melaksanakan kegiatan aktualisasi. keteladanan
yang baik yang bisa diambil dari guru senior Bahasa
Indonesia. |
|
Tabel 3.3 Melakukan
Sosialisasi kepada Peserta Didik
|
Judul
Kegiatan : |
Melakukan Sosialisasi kepada Peserta
Didik |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
16 Oktober
2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
1. Foto Kegiatan 2. Daftar Hadir (Terlampir) |
|
a. Uraian Kegiatan Di sekolah ini penggunaan handphone
memang tidak diperbolehkan untuk dibawa dan digunakan di area sekolah,
kecuali ketika dalam proses pembelajaran yang dibimbing dan diawasi oleh
guru. Setelah penulis mendapatkan legalitas izin dari kepala sekolah dan
dukungan dari guru senior di MGMP Bahasa Indonesia untuk melaksanakan konsep
aktualisasi yang penulis buat, penulis melakukan sosialisasi ke kelas IX-13.
Sosialisasi dilaksanakan pada Rabu, 16 Oktober 2019. Penulis menginformasikan
mengenai apa yang akan penulis laksanakan di kelas ini perihal penggunaan handphone
dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek. Penulis memberitahukan juga
akan ada pretest dan post
test menulis teks cerita pendek. Penulis juga menanyakan apakah mereka
suka/pernah membaca webtoon, ada beberapa yang suka membaca dan ada
juga yang tidak tahu sama sekali. Penulis memberikan penjelasan kepada mereka
tentang apa itu webtoon. Lalu penulis juga memberitahukan mereka untuk
mengunduh terlebih dahulu aplikasi webtoon di rumah supaya di sekolah
dapat langsung digunakan sebagai media, namun jika mereka terhambat oleh
kuota maka pengunduhan dapat dilakukan di sekolah dengan bantuan hotspot dari
teman sehingga tidak memberatkan peserta didik. Peserta didik penulis arahkan
untuk membawa handphone masing-masing agar leluasa dalam membacanya.
Ada beberapa peserta didik yang belum diizinkan menggunakan handphone
ada juga yang handphone nya tidak mendukung dalam penggunaan media webtoon,
penulis sarankan untuk membaca bersama teman sebangkunya. Penulis memberikan
penjelasan dan alternatif-alternatif kesulitan sampai mereka mengerti apa
yang akan dilaksanakan nanti. Gambar 3.3 Melakukan
sosialisasi kepada kelas IX-13 b.
Nilai-Nilai
Dasar 1)
Akuntabilitas Keterbukaan informasi penggunaan
media pembelajaran kepada peserta didik 2)
Etika Publik Membangun kerja sama
yang baik antara peserta didik dan guru untuk membangun pembelajaran yang
PAIKEM. c. Output Hasil dari kegiatan ini adalah tersosialisasinya
kegiatan aktualisasi dengan penggunaan media webtoon dalam
pembelajaran menulis teks cerita pendek. d.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Terciptanya koordinasi
yang baik antara guru dan peserta didik untuk membangun pembelajaran yang
PAIKEM sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu meningkatkan kualitas proses
pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM
gembira dn berbobot). e.
Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi Profesionalitas:
Dengan melaksanakan sosialisasi kepada peserta didik menjalin hubungan baik
dan keterbukaan antara guru dan peserta didik. Keteladanan: Memberikan contoh yang
baik kepada peserta didik |
|
Tabel 3.4 Membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
|
Judul
Kegiatan : |
Membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
17-19 Oktober 2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
Foto Kegiatan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (Terlampir) |
|
a. Uraian Kegiatan Kegiatan aktualisasi yang akan penulis
lakukan berhubungan erat dengan tugas dan fungsi penulis sebagai pendidik,
maka seyogianya penulis membuat rencana pembelajaran yang akan penulis
lakukan sesuai dengan konsep aktualisasi, yaitu pembelajaran menulis teks
cerita pendek KD 3.6 4.6, dengan menggunakan media webtoon. Pembuatan
RPP ini juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik pada kelas
IX-13. Model yang akan penulis gunakan pada RPP ini yaitu Project Based
Learning (PJBL) karena akan ada produk yang akan dihasilkan, yaitu teks
cerita pendek. Gambar 3.4a
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Gambar 3.4b
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran a.
Nilai-Nilai
Dasar 1)
Anti
Korupsi Membuat rencana pembelajaran secara mandiri disesuaikan dengan rancangan aktualisasi yang
akan dilaksanakan 2)
Komitmen
Mutu Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran yang dibuat efektif dan efisien serta merupakan
inovasi karena menggunakan media webtoon dalam pembelajaran
menulis teks cerita pendek b. Output Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya
Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan judul kegiatan
aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Peningkatan Menulis Teks Cerita Pendek
dengan Menggunakan Media Webtoon di MTs Negeri 1 Garut.” c.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Menggunakan media webtoon sebagai
terobosan baru untuk membuat peserta didik membiasakan membaca sesuai dengan
misi MTsN 1 Garut, yaitu merintis dan membuat terobosan untuk terlaksanakan
Gerakan Literasi Sekolah d. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1) Inovasi: Terimplementasikan dengan pembaruan pada penggunaan media pembelajaran. 2)
Tanggung jawab: Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) secara mandiri disesuaikan dengan rancangan aktualisasi yang akan
dilaksanakan |
|
Tabel 3.5 Melaksanakan
Pembelajaran
|
Judul Kegiatan : |
Melaksanakan Pembelajaran |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
23 Oktober
s.d. 09 November 2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
1. Foto Kegiatan 2. Daftar Hadir (Terlampir) |
|
a. Uraian Kegiatan Pelaksanaan pembelajaran merupakan
implementasi dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah dibuat. Pembelajaran
ini memiliki tujuan adanya peningkatan keterampilan menulis teks cerita
pendek menggunakan media webtoon pada kelas IX-13 di MTs Negeri 1
Garut. Adapun model pembelajaran yang digunakan untuk menunjang proses
pembelajaran ini mengggunakan model Project Based Learning sesuai
dengan arahan Bu Rina Rosmayana, M.Pd. karena akan menghasilkan produk yaitu
hasil menulis teks cerita pendek. Pelaksanaan pembelajaran ini dilakukan
selama tiga pertemuan sesuai dengan jadwal peserta diklat di kelas IX-13.
Berikut uraian kegiatan pada tiap pertemuan. 1)
Pertemuan ke-1 Pada pertemuan pertama, sebagai
kegiatan awal, guru memasuki kelas mengucap salam dan meminta ketua kelas
memimpin doa. Selanjutnya guru menanyakan kehadiran peserta didik dan
semuanya hadir. Peserta didik diberi dorongan untuk menjelaskan kembali apa
yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu tentang pengertian teks cerita
pendek, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik teks cerita pendek. Adita
menjelaskan apa itu pengertian teks cerita pendek, dilengkapi oleh Iqmal.
Kemudian Januari menjelaskan unsur intrinsik teks cerita pendek dikaitkan
dengan teks yang pernah ia baca sebelumnya, yaitu tentang Pohon Keramat.
Peserta didik menyimak tujuan
pembelajaran yang disampaikan oleh guru pada pertemuan kali ini, yaitu
menelaah kaidah kebahasaan teks cerita pendek. Namun sebelum membahas kaidah
kebahasaan, peserta didik melaksanakan pretest menulis teks cerita
pendek dengan tema yang telah ditentukan oleh guru. Setelah pretest
selesai, guru memberitahukan perencanaan proyek menulis teks cerita pendek
sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan secara mandiri. Peserta didik
diminta merancang langkah-langkah dalam merancang kegiatan proyek tersebut. Peserta didik dibagi menjadi beberapa
kelompok, tiap kelompok membahas jenis majas yang diintruksikan oleh guru.
Tiap kelompok berdiskusi dan membagi tugas untuk menjelaskan ke depan.
Setelah semua kelompok siap, maka guru memanggil kelompok yang akan tampil
sesuai dengan urutan. Kelompok lain mengapresiasi dengan cara menyimak dengan
baik dan juga memberikan pertanyaan atau tanggapan. Setelah semua kelompok ke
depan, guru memberikan tambahan dan evaluasi. Semua peserta didik dianggap sudah
memahami kaidah kebahasaan maka guru
menguji mereka dengan cara bermain Teka Teki Silang (TTS) yang isinya sesuai
dengan kaidah kebahasaan teks cerita pendek. Ada 10 pertanyaan yang bisa
dijawab, tiap kelompok membuat bel yang unik agar mudah terdengar oleh guru.
Setiap pertanyaan menjadi rebutan, siapa yang tercepat dan tepat maka akan
memperoleh nilai 10. Permainan ini juga membuat peserta didik antusias dan
akhirnya dimenangkan oleh kelompok 2, guru memberikan reward sebagai
penguatan kepada kelompok 2 serta memberi motivasi untuk kelompok lain yang
sudah berusaha dengan sangat baik. Guru mengevaluasi pembelajaran hari
ini, lalu meminta peserta didk untuk menyimpulkan apa yang telah dipelajari.
Bangbang menyimpulkan struktur teks cerita pendek, lalu disambung oleh Adita
dan Januari yang membahas tentang kaidah kebahasaan teks cerita pendek. Guru mengingatkan
pada pertemuan berikutnya peserta didik diminta untuk membawa handphone.
Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dipimpin oleh ketua kelas. Gambar
3.5a pretest menulis teks cerita pendek Gambar 3.5 b Presentasi Kaidah Kebahasaan
Teks Cerpen Gambar 3.5b Bermain Teka Teki Silang 2)
Pertemuan ke-2
Pada pertemuan kedua, sebagai kegiatan awal, guru memasuki kelas
mengucap salam dan meminta ketua kelas memimpin doa. Selanjutnya guru
menanyakan kehadiran peserta didik dan semuanya hadir. Peserta didik diberi
dorongan untuk menjelaskan kembali apa yang sudah dipelajari sebelumnya,
yaitu tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita pendek. Lusy
menjelaskan struktur teks cerita pendek dilengkapi oleh Hasbi. Kemudian Barik
menjelaskan kaidah kebahasaan teks cerita pendek yang termasuk di dalamnya
ada beberapa majas, contohnya dikemukakan oleh Januari.
Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang
disampaikan, yaitu dapat menceritakan kembali apa yang telah ia baca di webtoon.
Peserta didik diminta untuk menyusun jadwal untuk melaksanakan proyek menulis
teks cerita pendek secara mandiri, yang pertama membaca kembali struktur teks
cerita pendek, langkah kedua mengkaji lebih dalam tentang kaidah kebahasaan
teks cerita pendek, langkah ketiga membaca webtoon sesuai dengan judul
pilihan yang ditentukan oleh guru, langkah keempat peserta didik berdiskusi
dengan teman-temannya dalam membuat kerangka menulis teks cerita pendek.
Pada langkah pertama dan kedua, peserta didik berdiskusi dengan teman
sebangkunya. Setelah selesai, peserta didik dminta untuk membuka handphone.
Guru menanyakan kesiapan mereka untuk membaca webtoon. Ada yang sudah
mengunduh dari rumah, ada juga yang belum. Maka guru memberi waktu 5-10 menit untuk mengunduh webtoon.
Setelah semua peserta didik mengunduh webtoon, guru menuliskan
judul webtoon pilihan yang bisa dibaca oleh peserta didik. Ada 10
judul webtoon pilihan, yaitu, Girls World, Girls of the Wild,
Orange Marmalade, 304th Study Room, Sekotengs, Sekar x Populer, 90
days, Pak Guru Inyong, Terlalu Tampan, dan Ngopi Yuk. Peserta
didik dminta untuk berhitung 1-10 untuk menentukan judul webtoon yang
akan dibaca. Bagi peserta didik yang tidak membawa handphone maka
mengikuti judul webtoon pilihan teman sebangkunya yang membawa handphone.
Peserta didik pun larut dalam bacaan webtoon.
Setelah selesai, guru meminta peserta didk menceritakan kembali apa
yang dibaca di depan kelas. Teman-temannya yang lain memberikan apresiasi
dengan menyimak apa yang diceritakan juga membuat mereka tertarik untuk
membaca webtoon tersebut di rumah. Guru mengevaluasi pembelajaran hari
ini, peserta didk dminta untuk menyimpulkan apa yang mereka dapatkan. Guru
mengingatkan pelaksanaan proyek akan dilakukan pada pertemuan berikutnya,
maka peserta didik diminta untuk menyiapkan sebaik-baiknya. Guru menutup
pembelajaran dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas. Gambar 3.5c Peserta didik siap membaca webtoon Gambar 3.5d
kegiatan membaca webtoon Gambar 3.5e peserta didik menceritakan
kembali cerita webtoon yang telah dibaca 3)
Pertemuan
ke-3 Pada pertemuan ketiga,
sebagai kegiatan awal, guru memasuki kelas mengucap salam dan meminta ketua
kelas memimpin doa. Selanjutnya guru menanyakan kehadiran peserta didik dan
semuanya hadir. Peserta didik diberi dorongan untuk menjelaskan kembali apa
yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu tentang media webtoon yang
dibacanya. Peserta didik menyimak tujuan
pembelajaran yang disampaikan, yaitu dapat menulis teks cerita pendek secara
mandiri sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Peserta didik kembali
melanjutkan langkah kegiatan proyek, yaitu membuat kerangka teks cerita
pendek dengan berdiskusi bersama temannya. Setelah selesai membuat kerangka,
maka selanjutnya guru memberikan lembar kerja post test menulis teks cerita pendek. Setelah selesai,
guru mengevaluasi kegiatan pembelajaran hari ini apa kesulitan peserta didik
dlam melaksanakan proyek ini. Guru juga mengingatkan evaluasi akan dilaksanakan
pada pertemuan berikutnya. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa yang
dipimpin oleh ketua kelas. Gambar 3.5f berdiskusi dengan teman untuk membuat
kerangka menulis teks cerita pendek Gambar 3.5g
Membagikan lembar kerja Post Test Gambar 3.5h Post
Test menulis teks cerita pendek a. Nilai-Nilai Dasar 1) Akuntabilitas:
Pembelajaran dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan
akan dipertanggungjawabkan melalui laporan aktualisasi 2)
Anti-Korupsi: Pembelajaran dan penilaian harus dilaukan secara jujur,
untuk mewujudkan sikap anti terhadap kecurangan. b.
Output Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya
kegiatan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Peningkatan Menulis Teks
Cerita Pendek dengan Menggunakan Media Webtoon di MTs Negeri 1 Garut.”
c.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Pelaksanaan
pembelajaran menggunakan media webtoon agar terciptanya pembelajaran
yang PAIKEM sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu meningkatkan kualitas
proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
(PAIKEM gembira dan berbobot). d. Penguatan Nilai-Nilai Organisasi 1)
Inovasi: Penggunaan media webtoon dalam pembelajaran menulis teks cerita
pendek sebagai pembaruan dalam menciptakan pembelajaran yang PAIKEM. 2)
Profesionalitas: melaksanakan
tugas sebagai pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 3) Tanggung jawab: Melakukan penilaian
pembelajaran baik proses dan hasil pembelajaran 4)
Integritas: Melaksanakan aktualisasi sesuai dengan apa yang direncanakan. |
|
Contoh
beberapa webtoon pilihan
Gambar
3.5 Contoh judul webtoon
Gambar
3.5b contoh episode 1 Pak Guru Inyong
Tabel 3.6 Melakukan Evaluasi Pembelajaran
|
Judul
Kegiatan : |
Melakukan Evaluasi Pembelajaran |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
11 November 2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
2.
Tabel
perbandingan hasil pretest dan post
test 3.
Grafik nilai
hasil pretest dan post test 4.
Pesan dan
kesan peserta didik (Terlampir) 5.
Daftar Hadir
(Terlampir) 6.
Lembar Kerja
Peserta Didik Pretest dan Post test (Terlampir) |
|
a. Uraian Kegiatan Setelah semua rangkaian pelaksanaan
pembelajaran terlaksana, maka selanjutnya kegiatan evaluasi pembelajaran.
Pada aktualisasi ini yang dinilai adalah peningkatan, maka penulis
melaksanakan pretest dan post test untuk menilai peningkatan
peserta didik dalam menulis teks cerita pendek, sebelum dan sesudah
menggunakan media webtoon. Format lembar kerja yang digunakan pun
masih sama. Peserta didik juga mengemukakan kesan-pesan setelah menggunakan
media webtoon dalam pembelajaran menulis teks cerita pendek. Gambar
3.6a pretest Gambar 3.6b post
test Gambar 4.6c
Menulis pesan dan kesan penggunaan media webtoon b. Nilai-Nilai Dasar 1) Akuntabilitas: Transparansi Adanya
keterbukaan antara guru dan peserta didik untuk memperbaiki dan mengembangkan
media pembelajaran agar lebih optimal untuk ke depannya. 2)
Anti
Korupsi Kejujuran
dari peserta didik dalam memberikan umpan balik dari pembelajaran yang sudah
dilaksanakan. c.
Output Hasil dari kegiatan ini adalah terevaluasinya
pelaksanakan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Peningkatan Menulis Teks
Cerita Pendek dengan Menggunakan Media Webtoon di MTs Negeri 1 Garut,”
diperolehnya hasil peningkatan peserta didik dalam menulis teks cerita pendek
dari nilai pretest dan post
test. b.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Evaluasi
merupakan salah satu bentuk untuk
meningkatkan profesionalitas pendidik yang sesuai dengan misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu
meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan madrasah. c.
Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi Evaluasi yang jujur
dan objektif adalah bentuk integritas dan keteladanan, serta untuk meningkatkan profesionalitas. |
|
Tabel 3.6a Hasil Penilaian Pretest dan
Post test Menulis Teks Cerita Pendek
|
No. |
Nama Peserta Didik |
Pretest |
Post test |
Persentase Peningkatan |
|
1 |
Adita Hilma Yustika |
72 |
88 |
22% |
|
2 |
Agil Fadillah |
63 |
76 |
21% |
|
3 |
Aiman Nurfasa |
60 |
76 |
27% |
|
4 |
Alma Aeni Nurul Huda |
69 |
85 |
23% |
|
5 |
Alya Mutiara Abdul
Rasyid |
73 |
90 |
23% |
|
6 |
Andre Siva Tiawan |
59 |
77 |
31% |
|
7 |
Aqilla Yastagitshan
Jatnika |
60 |
76 |
27% |
|
8 |
Bangbang |
77 |
89 |
16% |
|
9 |
Barik Maulana Al
Farizki |
60 |
76 |
27% |
|
10 |
Bunga Nabila Sari |
63 |
80 |
27% |
|
11 |
Destri Juliana Agnesa |
64 |
81 |
27% |
|
12 |
Faisa Fauziah Karimah |
61 |
80 |
31% |
|
13 |
Faisal Salahudin |
63 |
86 |
37% |
|
14 |
Giska Nurrani |
68 |
87 |
28% |
|
15 |
Haikal Thorikul Iman |
60 |
78 |
30% |
|
16 |
Hasbi Wildan Basit
Sundan |
58 |
78 |
34% |
|
17 |
Hikmal Alparizi |
63 |
84 |
33% |
|
18 |
Iqmal Ramadan |
64 |
87 |
36% |
|
19 |
Januari Athailah Jusuf
Sudja |
64 |
86 |
34% |
|
20 |
Jayid M. Salikin
Ihsani |
62 |
76 |
23% |
|
21 |
Kailla Yasmin Fazyya |
78 |
89 |
14% |
|
22 |
Krisya Al Fahri
Syahputra |
66 |
87 |
32% |
|
23 |
Lusy Maesa Garnisa |
70 |
86 |
23% |
|
24 |
M. Ryas Farahat
Ar-Rasyid |
62 |
82 |
32% |
|
25 |
Mochammad Fadly Faridy |
64 |
87 |
36% |
|
26 |
Muhammad Lutfy
Nurrizal |
61 |
80 |
31% |
|
27 |
Nida R. Agustin |
70 |
85 |
21% |
|
28 |
Regina Roudotul Jannah |
75 |
84 |
12% |
|
29 |
Riska Cindy Patikasari |
67 |
87 |
30% |
|
30 |
Rizky Nurhaliza |
77 |
88 |
14% |
|
31 |
Sabrina Dwi Maharani |
64 |
85 |
33% |
|
32 |
Salwa Salsabila |
70 |
89 |
27% |
|
33 |
Sefa Ali Rofi |
58 |
76 |
31% |
|
34 |
Silvy Nur Fadillah |
67 |
89 |
33% |
|
35 |
Suci Ramadhani |
60 |
81 |
35% |
|
36 |
Wida Rahayu |
64 |
83 |
30% |
|
Jumlah |
2356 |
2994 |
989% |
|
|
Rata-rata |
65.4 |
83.2 |
27% |
|
Berdasarkan
tabel dan grafik di atas, dapat terlihat peningkatan nilai keterampilan peserta
didk dalam menulis teks cerita pendek. Kelas IX-13 nilai rata-rata pretest menulis
teks cerita pendek sebelum menggunakan media webtoon adalah 65,4 lalu
setelah menggunakan media webtoon terdapat peningkatan nilai rata-rata
menjadi 83,2. Adapun selisih antara hasil pretest dan post test
adalah 17,8 dengan persentase kenaikan 27%. Jadi penggunaan media webtoon
ini dapat meningkatkan keterampilan menulis teks cerita pendek.
Tabel
3.7 Membuat Laporan Aktualisasi
|
Judul
Kegiatan : |
Membuat Laporan Aktualisasi |
|
Tanggal
Pelaksanaan : |
12-13
November 2019 |
|
Daftar
Lampiran /Bukti
Kegiatan : |
Foto Kegiatan |
|
a. Uraian Kegiatan Pada tanggal 2 November 2019 Pak
H. Asep Hadiat, M.Pd. melakukan monev Kantor Kemenag Kabupaten Garut, beliau
bersama panitia, Pak Sodikin memantau habituasi kelompok 2, apa yang sudah,
belum, dan sedang dikerjakan. Penulis dan teman-teman juga meminta arahan
dari coach dan panitia perihal penyusunan laporan aktualisasi, mulai
dari sistematika juga isinya karena ada beberapa format yang kami dapatkan
sehingga kebingungan akan menggunakan format yang mana. Pak H. Asep
menjelaskan format dalam menyusun laporan aktualisasi. Kami diminta untuk
menyesuaikan dengan sistematika penysuaunan laporan 5 bab. Belaiu juga
menjelaskan kembali tentang penguatan bidang yang nantinya menjadi penilaian
kepala madrasah. Setelah semua rangkaian kegiatan
dilakukan, maka selanjutnya penulis harus membuat laporan yang akan
disampaikan pada seminar evaluasi pertengahan November nanti. Penulis
mendapatkan pencerahan tentang penyusunan laporan aktualisasi ketika monev,
sehingga setiap kesulitan bisa dikonsultasikan dengan mentor dan coach. Hal yang pertama penulis lakukan adalah
mengumpulkan dokumentasi setiap kegiatan baik dalam bentuk foto maupun data.
Setelah semua data terkumpul, maka penulis menempatkan tiap dokumentasi
sesuai dengan kegiatan yang sudah penulis lakukan disertai deskripsi kegiatan
secara rinci. Dalam penyusunan laporan ini, penulis selalu berkoordinasi
dengan teman sekelompok, mentor, juga coach sehingga dapat memecahkan
kesulitan yang penulis rasakan dalam penyusunan laporan ini. Gambar
3.7a Monev Coach Gambar
3.7 Membuat laporan aktualisasi b. Nilai-Nilai Dasar 1)
Akuntabilitas Laporan aktualisasi yang dibuat sebagai
bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan habituasi selama 30 hari di satuan kerja 2)
Nasionalisme Koordinasi dengan mentor/mentor dan
guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia mengenai penyusunan laporan
aktualisasi sebagai perwujudan dari sila ke-4 Pancasila, yakni
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan 3)
Anti Korupsi Membuat laporan
aktualisasi sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang telah
dilaksanakan.sebagai bentuk kejujuran. c.
Output Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya
laporan aktualisasi tentang Optimalisasi Peningkatan Menulis Teks Cerita
Pendek dengan Menggunakan Media Webtoon di MTs Negeri 1 Garut. d.
Kontribusi
Visi dan Misi Organisasi Meningkatkan
profesionalitas pendidik sesuai dengan misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu
meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan madrasah e.
Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi 1)
Integritas: Merencanakan,
Melaksanakan, dan melaporkan pertanggungjawaban aktualisasi sesuai dengan apa
yang dilaksanakan sebenar-benarnya. 2) Tanggung
jawab: Melaksanakan
kegiatan aktualisasi sesuai dengan yang direncanakan 3) Profesionalitas: Melaksanaka
tugas sesuai dengan tupoksi jabatan dengan baik |
|
B.
Matriks
Laporan Aktualisasi
|
No |
Kegiatan |
Tahapan |
Output/ Hasil |
Keterkaitan substansi
Mata Pelatihan |
Kontribusi Kegiatan Pencapaian Visi dan Misi Organisasi |
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|
1 |
Melakukan konsultasi dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Garut
terkait dengan konsep aktualisasi; |
Membahas isu utama
rancangan aktualisasi |
Notula kegiatan
konsultasi |
·
Akuntabilitas: Mendapatkan legalitas/ kepercayaan dari pimpinan serta melaksanakan tanggung jawab ASN dalam
penyediaan Pelayanan Publik. Menghormati keputusan hasil musyawarah dengan
mentor Nasionalisme: Pengamalan sila Ke-4 yakni bermusyawarah untuk mendapatkan
legalitas persetujuan dan dukungan dari Indonesia untuk mengembangkan
media pembelajaran yang sesuai Etika Publik Disiplin waktu ketika
melaksanakan konsultasi |
Bermusyawarah dan
berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan aktualisasi ini sesuai dengan
misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia
di lingkungan madrasah. |
Profesionalitas: Konsultasi
dan musyawarah dengan mentor untuk mendapatkan legalitas persetujuan serta
dukungan dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi, serta keteladanan yang baik yang bisa diambil dari mentor |
|
Meminta izin untuk melaksanakan aktualisasi |
Mendapatkan Surat
Persetujuan Judgement Expert |
|||||
|
2. |
Melakukan koordinasi dengan guru-guru senior pengampu mata pelajaran
Bahasa Indonesia terkait dengan konsep aktualisasi; |
Membahas
isu utama konsep pelaksanaan aktualisasi |
Mendapatkan hasil diskusi
tentang pelaksanaan aktualisasi Memperoleh gambaran
pelaksanaan aktualisasi |
Nasionalisme: Pengamalan sila Ke-4 yakni bermusyawarah untuk mendapatkan
legalitas persetujuan dan dukungan dari guru senior pengampu mapel Bahasa
Indonesia untuk mengembangkan media pembelajaran yang sesuai Etika Publik Disiplin waktu ketika
melaksanakan konsultasi |
Bermusyawarah dan
berkoordinasi dengan baik untuk melaksanakan aktualisasi ini sesuai dengan
misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu meningkatkan profesionalisme sumber daya
manusia di lingkungan madrasah. |
Profesionalitas: Koordinasi dan musyawarah dengan guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia
untuk mendapatkan dukungan dan gambaran dalam melaksanakan kegiatan
aktualisasi. Keteladanan: Mengambil teladan yang
baik untuk bisa diterapkan dalam kegiatan aktualisasi |
|
Mendiskusikan
media pembelajaran yang akan digunakan dalam menulis teks cerita pendek |
||||||
|
3. |
Melakukan Sosialisasi terhadap peserta didik tentang media pembelajaran yang akan diterapkan; |
Menyampaikan gambaran media pembelajaran yang akan digunakan, yaitu media webtoon |
Tersosialisasinya media
pembelajaran yang akan digunakan kepada peserta didik |
·
Akuntabilitas Keterbukaan informasi penggunaan media pembelajaran kepada peserta didik ·
Etika Publik Membangun kerja sama
yang baik antara peserta didik dan guru untuk membangun pembelajaran yang
PAIKEM |
Terciptanya
koordinasi yang baik antara guru dan peserta didik untuk membangun
pembelajaran yang PAIKEM sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu meningkatkan
kualitas proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan (PAIKEM gembira dn berbobot) |
Profesionalitas: Dengan melaksanakan sosialisasi
kepada peserta didik Keteladanan: Memberikan contoh yang
baik kepada peserta didik |
|
Menyepakati bersama untuk tertib dalam proses pembelajaran |
||||||
|
4. |
Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; |
Menyiapkan materi yang akan diberikan kepada peserta
didik, dengan melanjutkan materi yang sudah
disampaikan |
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran yang efektif dan
efisien dengan menggunakan media webtoon dalam pembelajaran menulis
teks cerita pendek |
·
Anti Korupsi Membuat rencana pembelajaran secara mandiri disesuaikan dengan rancangan aktualisasi
yang akan dilaksanakan ·
Komitmen Mutu Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran yang dibuat efektif dan efisien serta merupakan
inovasi karena menggunakan media webtoon dalam pembelajaran
menulis teks cerita pendek |
Menggunakan
media webtoon sebagai terobosan baru untuk membuat peserta didik membiasakan
membaca sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu merintis dan membuat terobosan
untuk terlaksanakan Gerakan Literasi Sekolah |
Nilai budaya kerja Kemenag, salah satunya adalah Inovasi: terimplementasi-kan dengan pembaruan pada penggunaan media pembelajaran. Tanggung
jawab: Membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara mandiri disesuaikan dengan
rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan. |
|
Merencanakan penggunaan media webtoon dengan
menyesuaikan pada materi yang diberikan |
||||||
|
Pembuatan
rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan media dan materi yang telah
ditentukan |
||||||
|
5. |
Melaksanaan pembelajaran ; |
Melaksanakan
pretest |
Terlaksananya
penggunaan media webtoon dalam
pembelajaran menulis teks
cerita pendek |
·
Akuntabilitas Pembelajaran dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan akan dipertanggungjawabkan
melalui laporan aktualisasi ·
Anti-Korupsi: Pembelajaran dan penilaian harus dilaukan secara jujur, untuk mewujudkan
sikap anti terhadap kecurangan |
Pelaksanaan
pembelajaran menggunakan media webtoon agar terciptanya pembelajaran
yang PAIKEM sesuai dengan misi MTsN 1 Garut, yaitu meningkatkan kualitas
proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
(PAIKEM gembira dn berbobot) |
Inovasi: Penggunaan
media webtoon dalam
pembelajaran menulis teks cerita pendek sebagai pembaruan dalam menciptakan
pembelajaran yang PAIKEM. Profesionalitas: melaksanakan
tugas sebagai pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Tanggung jawab: Melakukan
penilaian pembelajaran baik proses dan hasil pembelajaran Integritas: Melaksanakan aktualisasi
sesuai dengan apa yang direncanakan. |
|
Mengimplementasikan
penggunaan media webtoon pada materi
menulis teks cerita pendek sesuai dengan
RPP yang telah dibuat |
||||||
|
Melakukan
post test |
||||||
|
6. |
Evaluasi
Pembelajaran |
Menganalisis
pretest dan post test |
Terevaluasinya pelaksanaan aktualisasi
sebagai bahan pengemba-ngan media
pembelaja-ran yang
lebih baik ke
depannya. -
Hasil Pretest dan Post Test -Pesan
dan kesan peserta didik setelah belajar menggunakan media webtoon. |
·
Akuntabillitas: Transparansi Adanya
keterbukaan antara guru dan peserta didik untuk memperbaiki dan mengembangkan
media pembelajaran agar lebih optimal untuk ke depannya. ·
Anti Korupsi Kejujuran
dari peserta didik dalam memberikan umpan balik dari pembelajaran yang sudah
dilaksanakan. |
Evaluasi merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan profesionalitas
pendidik yang sesuai dengan misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu
meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan madrasah. |
Evaluasi yang jujur dan objektif adalah bentuk integritas
dan keteladanan, serta untuk
meningkatkan profesionalitas |
|
Menilai hasil teks
cerita pendek yang telah dibuat peserta didik setelah adanya stimulus
penggunaan media webtoon. |
||||||
|
Merumuskan simpulan, solusi, dan langkah tepat selanjutnya untuk
menghadirkan proses pembelajaran yang lebih baik lagi dan efektif |
||||||
|
7. |
Membuat
Laporan Aktualisasi |
Mengumpulkan data dan
dokumentasi kegiatan aktualisasi |
Laporan
hasil aktualisasi |
·
Akuntabilitas Laporan
aktualisasi yang dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan
habituasi selama 30 hari di satuan
kerja ·
Nasionalisme Koordinasi
dengan mentor/mentor dan guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia mengenai
penyusunan laporan aktualisasi sebagai perwujudan dari sila ke-4
Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan ·
Anti
Korupsi Membuat
laporan aktualisasi sebenar-benarnya sesuai dengan apa yang telah
dilaksanakan sebagai bentuk kejujuran |
Meningkatkan
profesionalitas pendidik sesuai dengan misi MTs Negeri 1 Garut, yaitu
meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan madrasah |
Integritas: Merencanakan,
Melaksanakan, dan melaporkan pertanggungjawaban aktualisasi sesuai dengan apa
yang dilaksanakan sebenar-benarnya. Tanggung jawab: Melaksanakan kegiatan
aktualisasi sesuai dengan yang direncanakan Profesionalitas: Melaksanaka tugas sesuai
dengan tupoksi jabatan dengan baik |
|
Koordinasi dengan
mentor dan guru-guru senior pengampu mapel Bahasa Indonesia |
||||||
|
Membuat laporan
aktualisasi secara mandiri |
C.
Jadwal
Implementasi Aktualisasi
|
No. |
Kegiatan |
Oktober |
November |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
||
|
1. |
Melakukan konsultasi dengan mentor terkait dengan
konsep aktualisasi; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
Melakukan koordinasi dengan guru-guru senior
pengampu mata pelajaran terkait dengan konsep aktualisasi; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. |
Melakukan sosialisasi terhadap peserta didik
tentang media pembelajaran yang akan
diterapkan; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. |
Membuat Rencana Pelaksanan Pembelajaran; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5. |
Melaksanaan
pembelajaran; |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6. |
Melakukan evaluasi Pembelajaran |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7. |
Membuat laporan aktualisasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8. |
Melaporkan hasil aktualisasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
D.
Kendala
dan Antisipasi
|
No. |
Kegiatan |
KENDALA |
ANTISIPASI |
|
1 |
Pelaksanaan
aktualisasi |
Diberikan tugas
sebagai juri dalam
kegiatan Gebyar Madrasah |
Melaksanakan
aktualisasi ngefektifkan waktu dalam pelaksanaan aktualisasi |
|
2 |
Terbatasnya
penggunaan media handphone dan tidak adanya kuota paket data. Ada
beberapa peserta didik yang tidak membawa handphone atau belum
mengunduh aplikasi webtoon. |
Peserta
didik membaca webtoon dengan teman sebangkunya yang membawa handphone
dan sudah mengunduh aplikasi webtoon. |
|
|
3 |
Membuat
laporan aktualisasi |
Kegiatan
rutin penulis selama proses aktualisasi sehingga menghambat pembuatan laporan |
Memanfaatkan
waktu yang ada agar laporan dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan |
BAB IV
PELAKSANAAN
PENGUATAN KOMPETENSI BIDANG
Menurut Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa
kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang
harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan
tugas keprofesionalan.
Dengan adanya guru yang
profesional dan berkualitas maka akan mampu mencetak anak bangsa yang berkualitas
pula. Kunci yang harus dimiliki oleh setiap pengajar adalah kompetensi.
Kompetensi adalah seperangkat ilmu serta ketrampilan mengajar guru di dalam
menjalankan tugas profesionalnya sebagai seorang guru sehingga tujuan dari
pendidikan bisa dicapai dengan baik.
Kompetensi guru adalah hasil
dari penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya, dapat berupa
seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Berdasarkan
Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 16 Tahun 2007 bahwa seorang guru itu harus
mempunyai 4 kompetensi yaitu : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Adapun indiator-indikator kompetensi
tersebut adalah sebagai berikut :
A. KOMPETENSI PEDAGOGIK
Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan yang
harus dimiliki guru berkenaan dengan karakteristik siswa dilihat dari berbagai
aspek seperti moral, emosional, dan intelektual. Hal tersebut berimplikasi
bahwa seorang guru harus mampu menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip
belajar, karena siswa memiliki karakter, sifat, dan interest yang berbeda.
Berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum, seorang guru harus mampu mengembangkan
kurikulum tingkat satuan pendidikan masing-masing dan disesuaikan dengan
kebutuhan lokal. Guru harus mampu mengoptimalkan potensi peserta didik untuk
mengaktualisasikan kemampuannya di kelas, dan harus mampu melakukan kegiatan
penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Beberapa penguatan kompetensi
pedagogik dilakukan adalah:
1)
Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
2)
Melaksanakan
program pengajaran
3)
Mengenal
peserta didik dengan cara melakukan persensi pada setiap pertemuan;
4)
Melaksanakan
evaluasi
5)
Menganalisis
hasil evaluasi melakukan tindak lanjut dari hasil evaluasi.
Beberapa
kegiatan tersebut merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan satu
sama lain dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang penulis lakukan di
MTs Negeri 1 Garut.
Gambar 4.1a Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Gambar 4.2a Proses
Kegiatan Belajar Mengajar
Gambar 4.3a Evaluasi Pembelajaran Gambar
4.4a Analisis Hasil Evaluasi
B.
Kompetensi
Kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang
berkaitan dengan tingkah laku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus
memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpantul dalam perilaku sehari-hari. Ha
ini dengan sendirinya berkaitan erat dengan falsafah hidup yang mengharapkan
guru menjadi model manusia yang memiliki nilai-nilai luhur. Di Indonesia sikap
pribadi yang dijiwai oleh filsafat Pancasila yang mengagungkan budaya bangsanya
yang rela berkorban bagi kelestarian bangsa dan negaranya termasuk dalam
kompetensi kepribadian guru. Dengan demikian pemahaman terhadap kompetensi
kepribadian guru harus dimaknai sebagai suatu wujud sosok manusia yang utuh. Penampilan fisik, penampilan
sikap, penampilan intelektual dan penampilan spiritual sehingga diharapkan bisa
menjadi teladan bagi peserta didiknya.
Di
MTs Negeri 1 Garut selalu melaksanakan kegiatan salat Zuhur berjama’ah setiap
hari, kecuali Jumat dengan memberikan keteladanan dalam melaksanakan salat
berjama’ah diharapkan siswa bisa meniru dan membiasakan sholat berjama’ah
dengan benar.
Gambar 4.1b Salat Zuhur Berjamaah
C.
Kompetensi
Sosial
Kompetensi sosial merupakan
kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja di lingkungan
sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Peran yang dibawa guru
dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang
diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama
adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru
tinggal. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru antara lain;
1) Pandai
bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan.
Sebagai guru baru, penulis
harus cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja baru yakni dengan cara
menunjukkan rasa percaya diri dan akif bersosialisasi. Selain itu, bertanya
langsung mengenai tugas-tugas yang akan dilakukan.
Gambar 4.1 C Berkoordinasi dengan guru senior MGMP Bahasa
Indonesia
2) Mensosialisasikan program kegiatan
aktualisasi yang akan dilaksanakan kepada peserta didik
Kegiatan aktualisasi ini dilakukan sesuai dengan
tugas dan fungsi sebagai pengajar, tema yang diangkat adalah tentang penggunaan
media webtoon dengan alat handphone. Maka dari itu sebelum
kegiatan aktualisasi ini dlaksanakan, penulis melakukan sosialisasi sebagai
bentuk kompetensi sosial dengan peserta didik.
3) Memahami
dunia sekitarnya (lingkungan).
Mengikuti upacara setiap
hari senin, upacara – upacara hari besar dan sholat berjamaah merupakan bentuk
penulis untuk memahami dunia lingkungan sekolah yang baru, serta sebagai bentuk
mengimplementasikan sikap nasionalisme.
Gambar 4.1 Upacara Hari Senin Gambar 4.2 Upacara Peringatan Hari
Sumpah Pemuda 4.3 Upacara Hari
Santri Nasional
D.
Kompetensi
Profesional
Kompetensi Profesional Guru
adalah kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan
proses pembelajaran. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar
siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, untuk itu guru dituntut mampu
menyampaikan bahan pelajaran. Guru harus selalu mengupdate, dan
menguasai materi pelajaran yang disajikan. Persiapan diri tentang materi
diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti
membaca buku-buku terbaru, mengakses dari internet, selalu mengikuti
perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan. Kompetensi
Profesional di antaranya adalah:
Penguatan
kompetensi profesional meliputi : 1) belajar menguasai landasan pendidikan
seperti UU sisdiknas, peraturan tentang Standar komepetensi Lulusan, Standar
Isi, Standar Proses Standar Penilaian, 2) mempelajari materi yang diampu 3) melaksanakan adminsitrasi sekolah seperti,
analisis pekan efektif, menyusun KKM, prota, promes dan lain-lain.
Untuk bisa meningkatkan kompetensi guru baik berupa
kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik dan profesional sering diadakan
pembinaan baik oleh pimpinan madrasah ataupun oleh pengawas Pembina madrasah,
dan konsultasi dengan guru senior di MGMP Bahasa Indonesia. Terutama dalam hal
kompetensi pedagogik dan kompetensi professional, yaitu mengenai metode dan
strategi pembelajaran, serta hal yang berkaitan dengan adminsitrasi guru,
seperti pembuatan silabus, RPP, teknik penilaian, analisis hasil ulangan,
program remedial dan lain. Berikut ini adalah beberapa foto kegiatan pembinaan
oleh pimpinan madrasah dan pengawas pembina madrasah.
1) Pembinaan
Pengawas Sekolah
Pengawas
sekolah adalah guru PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara
penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan
manajerial pada satuan pendidikan. Empat Kegiatan kepengawasan meliputi : (1)
menyusun program pengawasan; (2) melaksanakan program pengawasan; (3) evaluasi
hasil pelaksanaan program, dan (4) melaksanakan pembimbingan dan
pelatihan profesional guru. Pengawas harus memiliki
kecermatan, melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan
memberikan treatment yang diperlukan secara komunikasi yang baik antara
pengawas sekolah dengan setiap individu di madrasah.
Berdasarkan hal itu, maka pembinaan guru
sudah menjadi tanggung jawab pengawas madrasah. Penulis mengikuti kegiatan
pembinaan pertama terhadap guru-guru MTs Negeri 1 Garut oleh Drs. H. Munip,
M.Pd. selaku Pengawas MTs Negeri 1 Garut. Pembinaan ini dilaksanakan pada
tanggal 2 September 2019 Pengawas pembina madrasah menyampaikan beberapa hal
yaitu tugas guru, hak dan kewajiban guru, dan tuntutan terhada guru yang harus
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi. Selain itu pengawas sekolah
menyampaikan bahwa guru sebagai pendidik dan pengajar seyogianya bisa menunjukkan jatidiri dan kompetensi yang
dimiliki agar menanamkan nilai nilai keilmuan,kedisiplinan sehingga menjadi
panutan untuk para peserta didik serta bisa membawa nama baik lembaga dengan
cara seperti itu bisa menunjukkan pada masyarakat kesuksesan yang diraih.
Pada Selasa, 12 November 2019 dilaksanakan
pembinaan pengawas madrasah yang ketiga. Pada pembinaan kedua penulis tidak
dapat mengikuti karena sedang on campuss. Pada kesempatan kali ini hal
yang dibahas tentang penyusunan dan pengembangan silabus, dengan pemateri yang
sama, yaitu oleh Drs. H. Munip, M.Pd. Pembahasan kali ini sangat menarik karena
penulis mengetahui urutan penyusunan silabus. Berawal dari Kompetensi Dasar,
diturunkan menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi atau bisa menjadi materi, selanjutnya
kegiatan pembelajaran, Nilai-Nilai Karakter, Teknik penilaian, dan Alokasi
waktu yang dibutuhkan.
2) Pembinaan
Kepala Madrasah
Kepala madrasah memiliki tugas merencanakan,
mengelola, memimpin, dan mengendalikan program dan komponen penyelenggaraan
Pendidikan pada madrasah. Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan salah satu
bentuk pelaksanaan tugas kepala madrasah adalah melakukan pembinaan kepada
guru-guru terkait tugas dan tanggung jawab sebagai guru.
Penulis mengikuti kegiatan pembinaan
guru-guru oleh Drs. H. Rusdi Saleh, M.Pd. selaku Kepala MTs Negeri 1 Garut.
Dalam pembinaan kali ini, beliau membahas tuga dan fungsi ASN. Kewajiban
guru-guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik sebagaimana seharusnya. Seorang
guru harus membuat perencanaan pada buku kerja 1, melaksanakan tugas sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan, dan tentunya mengevaluasi hasil belajar
peserta didik.
Gambar 4.2c Pembinaan
Kepala Madrasah
3) Koordinasi
dengan guru senior MGMP Bahasa Indonesia
Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP) merupakan merupakan suatu wadah asosiasi atau perkumpulan bagi
guru mata pelajaran baik pada tingkat madrasah, tingkat KKM (Kelompok Kerja
Madrasah), maupun tingkat daerah (kota/kabupatan dan Provinsi). MGMP sendiri
merupakan asosiasi yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi,
belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja
guru sebagai praktisi/pelaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas.
Organisasi ini bersifat mandiri dan terbuka bagi semua guru mata pelajaran baik
yang berstatus pegawai negeri sipil, guru tidak tetap, dan guru tetap yayasan.
Penulis melakukan koordinasi dengan guru senior MGMP Bahasa Indonesia tingkat MTs Negeri 1 Garut membahas tentang
kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan. Pembahasan dimulai dari penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dengan menggunakan media webtoon. Penulis meminta arahan dan
bimbingan dari Bu Rina Rosmayana, M.Pd. selaku guru senior yang mengampu mapel
Bahasa Indonesia di kelas IX. Bu Rina juga memberikan masukan dan arahan
tentang model pembelajaran yang sesuai, yaitu Project Based Learning (PJBL)
dan banyaknya pertemuan pada kegiatan aktualisasi ini disesuaikan dengan waktu
dan kemampuan peserta didik.
Gambar 4.3a Koordinasi dengan Bu Rina Rosmayana, M.Pd.
Selanjutnya
penulis melakukan koordinasi dengan beberapa guru senior lainnya, termasuk
Ketua MGMP Bahasa Indonesia yang baru, yaitu Bu Imas Winayawarti, S.Pd.,
Sekretaris MGMP Bu Wina Wiwaha, M.Pd., serta anggota, yaitu Bu Enden Yuyu
Yuhaeti, S.Pd., dan Bu Dra. Anita Krisnawati. Masih ada beberapa guru senior
lainnya, hanya terkendala jadwal dan waktu luang sehingga hanya dapat berkumpul
dengan beberapa orang saja. Pada pertemuan kali ini saya juga mendiskusikan konsep
aktualisasi yang akan saya laksanakan. Guru-guru senior tersebut menyambut
kegiatan aktualisasi tersebut dengan baik dan juga memberikan dukungan serta
arahan dalam pelaksanaannya nanti.
Gambar 4.3b Berkoordinasi
dengan MGMP Bahasa Indonesia
Pada
saat kegiatan Gebyar Madrasah rutinan yang dilaksanakan di MTs Negeri 1 Garut,
penulis ditunjuk menjadi juri Lomba Membaca Cerpen bersama Bu Wina Wiwaha,
M.Pd. Ini merupakan kali pertama penulis menjadi juri lomba tersebut, maka
penulis berkoordinasi dengan Bu Wina tentang format penilaian, bagaimana
memberikan nilai tiap aspek. Bu Wina memberikan arahan dan bimbingan untuk menjadi
juri lomba tersebut, sehingga penulis mengetahui apa yang dilakukan kelak.
Gambar 4.3c Berkoordinasi dengan Bu
Wina Wiwaha, M.Pd.
BAB
V
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Berdasarkan
pemamparan yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya, penulis dapat
menyimpulkan :
1.
Kegiatan aktualisasi merupakan salah
satu syarat kelulusan prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai
Negeri Sipil sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi
Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar
Calon PNS Golongan III;
2.
Kegiatan aktualisasi merupakan salah
satu parameter kompetensi CPNS dalam melaksanakan tugasnya sebagai Aparatur
Sipil Negara (ASN) seperti yang tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 2014, serta UU
Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik;
3.
Pelaksanaan program yang telah penulis
lakukan berjalan cukup baik, meskipun meskipun masih terdapat kendala dalam
setiap tahapannya.
4.
Pengaruh optimalisasi penggunaan media webtoon
dalam kegiatan pembelajaran menulis teks cerita pendek terhadap hasil belajar
siswa sebesar 27% selebihnya (73%) dipengaruhi oleh faktor lain;
5.
Hasil penguatan kompetensi bidang yang
telah penulis laksanakan sebagai seorang guru dalam kompetensi kepribadian
yaitu memberikan keteladanan, dalam kompetensi sosial bisa berkomunikasi dengan
baik kepada teman sejawat dan siswa, dalam bidang pedagogik melaksanakan
pembelajaran dan pembuatan adminsitrasi guru, dalam bidang kompetensi
profesional yaitu menguasai materi yang akan disampaikan kepada siswa serta
administrasi yang harus ada.
B.
Saran-Saran
Rekomendasi yang penulis
lakukan terhadap kegiatan aktualisasi yaitu :
1.
Kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan media webtoon dapat diaplikasikan pada beberapa materi,
bahkan mata pelajaran yang lain, karena pada hakikatnya pembelajaran secara
visual dapat meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi peserta didik.
2.
Mengoptimalkan teknologi yang ada untuk
proses pembelajaran.
3.
Guru harus lebih
bervariatif dalam memilih model pembelajaran dan media pembelajaran agar
peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
http://mtsn-garut.blogspot.com/2009/01/profil-mts-negeri-garut.html?m=1/Jumat-05-Oktober-2019/11.09
http://webtoon123.blogspot.com/2015/11/apa-itu-webtoon-webtoon-atau-sering.html?m=1/Jumat-5-Oktober-2019/12.55
https://www.zonareferensi.com/pengertian-media-pembelajaran/Jumat-5-Oktober-2019/14.51
https://kkp.go.id/brsdm/bdasukamandi/artikel/6311-nilai-nilai-dasar-aneka/Jumat-5-Oktober-2019/22.21
http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2014/5TAHUN2014UU.HTM/Sabtu-6-Oktober-2019/22.09
Komentar
Posting Komentar