LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi

 

Nama                          : Andina Sopandi N

Asal Madrasah          : MTs Negeri 1 Garut

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi

No.

Masalah yang Terpilih

Akar Penyebab Masalah

Eksplorasi Alternatif

Solusi

Analisis Eksplorasi Alternatif Solusi

1.

Kemampuan siswa rendah dalam menganalisis unsur-unsur  intrinsik teks cerita fantasi.

1. Guru belum menggunakan media video animasi

 

Berdasarkan masalah terpilih yang akan diselesaikan, yaitu kemampuan siswa yang rendah dalam menganalisis unsur-unsur intrinsik  teks cerita fantasi. Dengan akar penyebab masalah guru belum menggunakan media yang bervariatif maka dilakukan eksplorasi alternatif solusi kajian literatur dan hasil wawancara:

 

Kajian Literatur

1.      Media video animasi adalah pergerakan sebuah objek atau gambar sehingga dapat berubah posisi. Selain pergerakan, objek dapat mengalami perubahan bentuk dan warna serta dapat menyampaikan informasi dengan nyata dan jelas

2.      Penggunaan media animasi juga dalam proses pembelajaran berpengaruh terhadap aktivitas siswa selama KBM dengan menjadi lebih jelas dan menarik. (A. Araina, 2021)

3.      Menurut Fitriana Dina (2014) Adapun karakteristik dari media animasi pembelajaran adalah sebagai berikut: a) Memiliki lebih dari satu media konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual. b) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengkomodasi respon pengguna. Bersifat mandiri, dalam pengetian member kemudahan dan kelengkapan isi c) sedemikian rupa sehingga pengguna dapat menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

 

Hasil Wawancara:

Narasumber:

Drs. H. Rusdi Saleh, M.Pd.

Jabatan:

Kepala MTs Negeri 1 Garut

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 09.30

1.      Penggunaan media pembelajaran sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi. Salah satunya penggunaan media video animasi.

2.      Penggunaan media berbasis teknologi memang sangat bagus di masa sekarang, karena akan mengeksplorasi kemampuan siswa di segala bidang termasuk bahasa.

Narasumber:

Teti Supiati, S.Pd.

Jabatan:

Guru Bahasa Indonesia

MTs Negeri 1 Garut

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 11.30

1.      Penggunaan media pembelajaran yang bervariatif memang sangat membantu guru dalam proses pembelajaran, serta menarik perhatian siswa dalam belajar.

2.      Salah satu media yang bisa diterapkan dalam pembelajaran analisis unsur-unsur teks cerita fantasi adalah  media audiovisual atau menayangkan video karena siswa cenderung tertarik dengan gambar yang bergerak disertai audio.

 

Berdasarkan hasil eksplorasi alternatif solusi berupa kajian literatur dan hasil wawancara maka diperoleh analisis alternatif solusi sebagai  berikut :

 

Penggunaan media video animasi dalam pembelajaran unsur-unsur teks cerita fabel.

Menurut Johari Andrian,dkk, (2014)

 kelebihan dan kekurangan media animasi adalah sebagai berikut :

 

 a) Kelebihan media animasi

(1) Memperkecil ukuran objek yang secara fisik cukup besar dan sebaliknya.

(2) Memudahkan guru untuk menyajikan informasi mengenai proses yang cukup kompleks.

(3) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.

 (4) Menarik perhatian siswa sehingga meningkatkan motivasi belajarnya

(5) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna

(6) Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

 b) Kekurangan media animasi

 (1) Tidak dapat menggambarkan realitas seperti video atau fotografi.

(2) Memerlukan internet untuk mengunduh video.

(3) Jika membuat sendiri, memerlukan aplikasi tertentu dalam pembuatannya.

 

Solusi dari kekurangan media video animasi:

Guru dapat mengunduh beberapa video animasi dari Youtube ketika kuota memadai atau menggunakan wifi sekolah. Jika guru belum bisa membuat video animasi secara mandiri, guru dengan mudah mencari dan mengunduh video-video animasi di internet. Penggambaran objek dalam video animasi memang tidak seperti video nyata, namun menggambarkan keseluruhan objek, gerak, dan audio yang diperlukan.

 

 

2. Guru belum mengunakan model pembelajaran PBL

Berdasarkan masalah terpilih yang akan diselesaikan, yaitu kemampuan siswa yang rendah dalam menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi. Dengan akar penyebab masalah guru belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif maka dilakukan eksplorasi alternatif solusi kajian literatur dan hasil wawancara:

 

Kajian Literatur:

1.      Arends (dalam Sudarman, 2007:72), mengemukakan PBL adalah pembelajaran yang menyuguhkan berbagai situasi masalah yang autentik dan bermakna kepada siswa, yang dapat berfungsi sebagai batu loncatan untuk investigasi dan penyelidikan.

Secara lebih luas, (dalam Rusman, 2013:229) pembelajaran berbasis masalah me-rupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBM kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.

Hasil Wawancara

Narasumber:

Teti Supiati, S.Pd.

Jabatan:

Guru Bahasa Indonesia

MTs Negeri 1 Garut

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 11.45

1.      Model pembelajaran pada kurikulum 2013 biasanya menggunakan model Discovery Learning, Inquiry, Problem Based Learning, dan Project Based Learning. Beberapa model tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran, disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.

 

2.      Pada kurikulum merdeka pun model-model tersebut masih relevan untuk digunakan, selama mendukung proses pembelajaran yang berlangsung.

Narasumber:

Imas Winayawarti, S.Pd.

Jabatan:

Guru Bahasa Indonesia

MTs Negeri 1 Garut

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 12.30

1.      Penggunaan model pembelajaran sangat membantu guru dalam proses pembelajaran karena sudah memuat langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

2.      Model Problem Based Learning bisa diterapkan pada materi analisis unsur-unsur teks cerita fantasi, karena ada permasalahan yang harus dibahas dan diselesaikan bersama.

Berdasarkan hasil eksplorasi alternatif solusi berupa kajian literatur dan hasil wawancara maka diperoleh analisis alternatif solusi sebagai  berikut :

Rerung (2017) menambahkan kelebihan dan kekurangan model PBL sebagai berikut:

Kelebihan model PBL:

 - Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata.

 - Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar.

- Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa untuk menghapal atau menyimpan informasi.

- Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok

 - Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet, wawancara dan observasi.

 

 

 

Kekurangan Model PBL:

- Dalam suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas

 - Membutuhkan kemampuan guru yang mampu mendorong kerja siswa dalam kelompok secara efektif.

 

Alternatif solusi dari kekurangan model PBL adalah:

Guru membimbing siswa bekerja sama secara berpasangan untuk menyelesaikan masalah.
Guru dapat memberikan teks cerita fantasi yang berbeda untuk memperkaya pengetahuan siswa dalam kegiatan menganalisis unsur-unsur teks cerita fantasi.

 

2.

Kemampuan siswa menulis poster digital yang rendah.

1) Guru belum menggunakan model pembelajaran PJBL

Berdasarkan masalah terpilih yang akan diselesaikan, yaitu siswa memiliki kemampuan yang rendah dalam menulis poster digital. Dengan akar penyebab masalah guru belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif maka dilakukan eksplorasi alternatif solusi kajian literatur dan hasil wawancara:

 

Kajian Literatur:

Rais (2010: 8) mengemukakan bahwa dalam project based learning siswa belajar dalam situasi masalah yang nyata, yang dapat melahirkan pengetahuan yang bersifat permanen dan mengorganisir proyek-proyek dalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek memiliki kemampuan untuk merekonstruksi kreativitas siswa dalam menangani suatu masalah dan memberikannya solusi yang sesuai.

Tahapan pembelajaran model PJBL adalah:

1.      Menyusun pertanyaan mendasar tentang permasalahan.

2.      Mendesain perencanaan proyek.

3.      Menyusun jadwal

4.      Memonitor siswa dan kemajuan proyek.

5.      Menilai hasil proyek

6.      Mengevaluasi hasil proyek. (Fitriyani Mustari, 2021)

Hasil Wawancara:

Narasumber:

Shawalin Vitri, S.Pd.

Jabatan:

Guru Bahasa Indonesia

SMP IT Roudotul Jannah

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 12.45 (Via WhatsApp)

1.  Penggunaan model pembelajaran yang inovatif berdampak pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Terkadang guru belum menggunakan model yang tepat dalam proses pembelajaran.

2.  Model pembelajaran Project Based Learning memang dianggap sangat efektif dalam pembelajaran yang akan menghasilkan produk/proyek. Hal itu dikarenakan penggunaan model ini memerlukan perencanaan dan proses yang membutuhkan bimbingan dari guru disertai keterampilan yang dimiliki oleh siswa. Pada penulisan poster digital ini, model PJBL memang sesuai untuk diterapkan.

 

Narasumber:

Wina Wiwaha, M.Pd.

Jabatan:

Fasilitator Daerah MGMP Bahasa Indonesia Kab. Garut

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 14.20

1.      Sebagai guru memang sudah seharusnya kita mengetahui model-model pembelajaran yang bervariatif, sehingga pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan bagi siswa.

2.      Salah satu model yang bisa digunakan dalam pembelajaran menulis poster digital adalah model Project Based Learning. Model tersebut tepat digunakan karena tujuan pembelajarannya akan menghasilkan produk/karya.

Berdasarkan hasil eksplorasi alternatif solusi berupa kajian literatur dan hasil wawancara maka diperoleh analisis alternatif solusi sebagai  berikut :

 

(Fitriyani Mustari, 2021) menyatakan kelebihan dan kekurangan pada penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat dijelaskan sebagai berikut ini:

Kelebihan Pembelajaran Berbasis Proyek

(1) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar dan mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting.

(2) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.

(3) Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.

(4) Meningkatkan kolaboratif.

(5) Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan berkomunikasi.

(6) Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber.

(7) Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dan mengorganisasi proyek dan membuat alokasi waktu dan sumbersumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.

(8) Menyediakan pengalaman kepada peserta didik pembelajarn dan praktik dalam mengorganisasikan.

 

Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek:

1) Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.

2) Membutuhkan biaya yang cukup banyak.

3) Banyak guru yang merasa nyaman dengan kelas tradisional dimana guru memegang peran utama dikelas.

4) Banyak peralatan yang harus disediakan.

5) Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.

6) Ada kemungkinan peserta didik yang aktif dalam kerja kelompok.

7) Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak memahami topik keseluruhan.

 

Alternatif solusi dari kekurangan model PJBL adalah:

Analisis Alternatif Solusi dari kekurangan PJBL:

Guru harus dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah, membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek, meminimalisir dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat dilingkungan sekitar, memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran.

 

 

2) Guru belum menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi.

 

Berdasarkan masalah terpilih yang akan diselesaikan, yaitu siswa memiliki kemampuan yang rendah dalam menulis poster digital. Dengan akar penyebab masalah guru belum menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi maka dilakukan eksplorasi alternatif solusi kajian literatur dan hasil wawancara:

 

Kajian Literatur

Poster Digital

Poster digital merupakan karya yang berisi gambar, huruf, dan elemen-elemen lain yang bisa dibuat dengan alat digital atau manual. Poster digital mampu menyampaikan informasi kepada para audience dalam jumlah banyak. (Calista Meylani, 2022)

Aplikasi Canva

Aplikasi canva adalah aplikasi desain grafis online yang sangat mudah digunakan untuk berbagai kalangan terutama untuk pendidik. Canva juga dapat digunakan melalui laptop maupun handphone namun harus menggunakan data. Dalam proses pembelajaran aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat poster digital sesuai dengan tema yang disajikan oleh guru (Calista Meylani, 2022)

 

Hasil Wawancara

Narasumber:

Shawalin Vitri, S.Pd.

Jabatan:

Guru Bahasa Indonesia

SMP IT Roudotul Jannah

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 12.45 (Via WhatsApp)

1.      Media pembelajaran menjadi salah satu alternatif guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, salah satunya menulis poster.

2.      Siswa generasi saat ini memiliki wawasan yang luas mengenai aplikasi yang ada di gawai maupun laptop, seperti halnya aplikasi canva. Sebagian besar siswa sudah tak asing lagi dengan aplikasi satu ini, karena di dalamnya memuat banyak template tidak berbayar untuk mengedit foto, dll. Guru dapat memanfaatkan aplikasi tersebut dalam pembelajaran menulis poster digital.

 

Narasumber:

Risna Iswenti, S.Pd.

Jabatan:

Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 1 Garut

Hari, Tanggal:

Selasa, 19 September 2023 pukul 13.10

1.      Penggunaan media pembelajaran seperti buku paket dan papan tulis memang terkadang membuat siswa bosan karena tidak ada gambar atau warna yang menarik perhatian ketika proses pembelajaran.

2.      Poster digital menjadi alternatif  untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Siswa memiliki ruang yang luas untuk membuat poster sesuai dengan tema yang ditentukan oleh guru.

Berdasarkan hasil eksplorasi alternatif solusi berupa kajian literatur dan hasil wawancara maka diperoleh analisis alternatif solusi sebagai  berikut :

Kelebihan dan kekurangan aplikasi canva menurut (Calista Meylani, 2022)

Kelebihan aplikasi Canva:

1. Desain menarik yang sangat beragam

2. Bisa meningkatkan kreativitas pendidik dalam membuat media pembelajaran

3. Mampu meminimalisir waktu dalam membuat media pembelajaran secara sederhana.

4. Dalam mengaplikasikan tidak harus menggunakan laptop, bisa dilakukan melalui handphone.

 

Kekurangan dari aplikasi canva:

1)      Jika ingin mengaplikasikannya harus memiliki paket data agar bisa tersambung dan digunakan,

2)      Selain itu desain yang disuguhkan dalam aplikasi canva ini ada beberapa template yang tidak gratis, tapi tidak akan menjadi masalah karena masih banyak template yang disajikan gratis.

 

 

 

Alternatif solusi dari kekurangan aplikasi Canva:

Guru dapat menggunakan lab komputer untuk pembuatan poster digital. Guru juga bisa mengarahkan siswa untuk menggunakan wifi sekolah/kuota pribadi guru/teman yang lain. Dikarenakan tidak semua template di canva gratis, maka siswa bisa memilih template yang tidak berbayar atau membuat desain poster sendiri.

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Meylani, Calista. 2022. Pengembangan Media Poster Digital Menggunakan Aplikasi Canva

sebagai Suplemen Pembelajaran pada Materi Tata Surya Kelas VII SMP. Skripsi.

Canva poster digital.pdf

Mustari, Fitriyani. 2021. Keefektifan Penerapan Model Project Based Learning dalam

Pembelajaran Menulis Poster Siswa Kelas V SD INPRES SERO. Skripsi.

PJBL Poster.pdf

Masrinah, Enok Noni dkk. 2019. Problem Based Learning untuk Meningkatkan

Keterampilan Berpikir Kritis. Seminar Nasional Pendidikan, FKIP UNMA 2019

“Literasi Pendidikan Karakter Berwawasan Kearifan Lokal pada Era Revolusi

Industri 4.0”. 8 Agustus 2019. Jurnal Pendidikan. PBL.pdf

Nuarita, Finta. 2021. Penggunaan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal

Pendidikan.

 

 

Komentar

Postingan Populer