LK 0.1 Modul 3 Bahasa Indonesia (ASN)
LK 0.1: Lembar Kerja Belajar Mandiri
|
Judul Modul |
Modul 3
Kesastraan |
||
|
Judul
Kegiatan Belajar (KB) |
1.
Genre Puisi 2.
Prosa fiksi 3.
Drama 4.
Perangkat pembelajaran sastra |
||
|
No |
Butir Refleksi |
Respon/Jawaban |
|
|
1 |
Garis besar
materi yang dipelajari |
KB. 1 Genre Puisi 1.
Puisi rakyat Pantun Pantun sering
digunakan untuk sambutan, ceramah, dan khotbah
sehingga menarik Karmina Karmina merupakan pantun pendek yang
hanya terdiri dari 2 baris. Syair Syair merupakan
puisi lama yang berasal dari Arab dan berkembang di kalangan masyarakat Melayu. Gurindam gurindam merupakan
puisi yang terdiri dari dua baris
yang kesemuanya merupakan isi dan menunjukkan hubungan sebab akibat. 2.
Unsur pembangun puisi Unsur fisik: rima, diksi, gaya bahasa, imaji, perwajahan Unsur batin: tema, perasaan, nada, amanat KB. 2 Prosa Fiksi Istilah fiksi digunakan untuk menandai karya sastra
dalam bentuk prosa, seperti cerpen,
dongen, dan novel.
Prosa fiksi sering
juga disebut cerita
rekaan atau cerita khayalan, artinya cerita yang
tidak sungguh-sungguh terjadi atau bersifat
imajinatif. 1.
Unsur-unsur prosa fiksi Unsur intrinsik Alur: Jalan cerita Tema: Pokok cerita Tokoh: orang yang memerankan cerita Penokohan: karakter tokoh (protagonis, antagonis, tritagonis) Latar: Tempat, waktu dan suasana cerita berlangsung Amanat: pesan yang yang ingin disampaikan penulis melalui cerita. Sudut pandang: Orang pertama/ketiga Unsur ekstrinsik Nilai moral, latar belakang penulis, nilai sosial, nilai budaya, nilai
agama, dll 2.
Jenis-jenis fiksi dalam kurikulum 2013 Fabel: Cerita fiksi yang diperankan oleh hewan Legenda: Cerita tentang suatu tempat yang dianggap benar-benar terjadi Hikayat adalah jenis
cerita rekaan dalam
sastra Melayu Lama
yang menggambarkan keagungan dan kepahlawanan. Anekdot: anekdot merupakan cerita singkat yang menarik karena lucu
dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan
berdasarkan kejadian yang
sebenarnya. Cerpen, novelet, dan novel: Cerpen adalah
cerita yang pendek, sedangkan
novelet adalah cerpen yang panjang tetapi lebih pendek dari novel. Cerita fantasi Teks cerita
fantasi menghadirkan dunia
khayal atau imajinatif yang diciptakan oleh pengarang. Cerita
Sejarah: Prosa fiksi
merupakan salah satu genre fiksi yang sifatnya imajinatif. Akan tetapi, karya fiksi dapat
mendasarkan diri pada fakta. KB. 3 Drama Drama sebagai karya sastra yang berupa dialog-dialog dan memungkinkan
untuk dipertunjukkan sebagai
tontonan. 1.
Unsur Drama Unsur intrinsik Alur: Jalan cerita Tema: Pokok cerita Tokoh: orang yang memerankan cerita Penokohan: karakter tokoh (protagonis, antagonis, tritagonis) Latar: Tempat, waktu dan suasana cerita berlangsung Amanat: pesan yang yang ingin disampaikan penulis melalui cerita. Sudut pandang: Orang pertama/ketiga Dialog merupakan
ciri khas drama. Dialog dilakukan oleh para tokoh dan harus mendukung karakter
tokoh yang diperankan. Lakuan merupakan gerak-gerik pemain di atas pentas.
Lakuan harus berkaitan dengan alur dan watak tokoh. Teks samping
atau petunjuk teknis
mempunyai nama lain
yaitu kramagung. 2.
Unsur pementasan drama Naskah drama: Pementasan drama
dilakukan berdasarkan naskah
drama. Dalam naskah
drama terdapat dialog
dan teks samping yang akan menjadi panduan pementasan. Pemain (aktor): Pemain merupakan orang yang memerankan cerita di atas pentas. Aktor
adalah pemain laki-laki,
sedangkan aktris adalah pemain perempuan. Sutradara: Tugas sutradara meliputi mengurus acting
para pemain, mengurus kebutuhan yang berhubungan dengan artistik dan teknis. Bahkan,
urusan musik, tata
panggung, tata lampu, tata rias, kostum, dan sebagainya diatur atas persetujuan sutradara. Tata rias: Tata rias adalah
seni menggunakan bahan kosmetika untuk menciptakan wajah peran sesuai tuntutan lakon Tata Busana: Penata busana
dalam pementasan drama membantu aktor membawakan perannya sesuai tuntutan lakon Tata Pentas: Tata pentas
adalah segala hal yang terkait dengan penataan tempat
pementasan. Tata lampu: Penata lampu
bertugas mengatur pencahayaan di panggung. Tata Suara: Tata suara
bisa terkait pengaturan pengeras suara (sound system), microphone, musik latar,
musik dan suara-suara pengiring, dan sebagainya. Penonton: Penonton menjadi
unsur penting dalam pementasan drama. Kesuksesan sebuah pementasan drama dapat dilihat dari respon para
penonton. 3.
Jenis drama Drama tradisional dan drama modern KB. 4 Perangkat pembelajaran sastra 1.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP ini memuat rencana
kegiatan pembelajaran
tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, sesuai dengan KD yang diajarkan. Sebagaimana disebutkan
dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 20016, Identitas Nama Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Kompetensi Inti Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Alat dan Media Pembelajaran Sumber Belajar Langkah-langkah Pembelajaran Penilaian Proses dan Hasil Belajar |
|
|
2 |
Daftar
materi yang sulit dipahami di modul ini |
1.
Gaya bahasa 2.
… |
|
|
3 |
Daftar
materi yang sering mengalami miskonsepsi |
1.
Karmina dan gurindam 2.
Wawancang dan Kramagung |
|
Komentar
Posting Komentar