Penggunaan model PjBL dalam Meningkatkan Keterampilan Membuat Poster Digital melalui Aplikasi Canva
BEST PRACTICES PPL RENCANA AKSI 2
Membuat Poster Digital
melalui Aplikasi Canva
Dengan Model Project Based Learning

Disusun Oleh:
Andina Sopandi N
PENDIDIKAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2023
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Praktik Baik
(Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan,
Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait
Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Nama: Andina Sopandi N
|
Lokasi |
MTs Negeri 1 Garut Jalan Terusan Pembangunan No. 4, Desa Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul,
Kab. Garut, Jawa Barat |
|
Lingkup
Pendidikan |
Instansi pendidikan : MTsN 1 Garut Kelas / Fase
: VIII-2 / D Jumlah peserta didik : 29
siswa Tahun Ajaran :
2023/2024 |
|
Tujuan yang
ingin dicapai |
Melalui penerapan model Project
Based Learning, peserta didik mampu membuat poster digital melalui
aplikasi Canva dengan tepat. |
|
Penulis |
Andina Sopandi N |
|
Tanggal |
Jumat, 27 Oktober 2023 Pertemuan I pukul 10.00 s.d. 11.10 Pertemuan II pukul 13.00 s.d. 14.10 |
|
Situasi: Kondisi yang
menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan,
apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Kondisi yang menjadi Latar
Belakang Masalah Pembelajaran
bahasa Indonesia memiliki beberapa aspek yang harus dikuasai, yaitu menyimak,
membaca, berbicara dan menulis. Menulis merupakan salah satu keterampilan
produktif yang harus dikuasai peserta didik. Untuk sampai pada keterampilan
ini, peserta didik harus memiliki wawasan pengetahuan dan kosakata yang
variatif. Kurangnya minat peserta didik dalam membaca membuat mereka
kesulitan mengungkapkan gagasan-gagasan ke dalam sebuah tulisan. Salah
satunya adalah pembuatan poster yang memerlukan penulisan slogan/kalimat
singkat sebagai unsur penting dalam sebuah poster. Hal yang menjadi fokus peneliti adalah
rendahnya keterampilan siswa dalam membuat poster. Berdasarkan hasil
wawancara dan pengamatan, kesulitan yang dialami peserta didik kelas VIII-2
di MTsN 1 Garut ini terjadi disebabkan beberapa hal berikut: A. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif sehingga
pembelajaran cenderung monoton. B. Guru belum menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi
sehingga peserta didik kurang termotivasi untuk belajar. C. Kurangnya minat dan motivasi peserta didik dalam membaca. D. Peserta didik kurang menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia karena
biasanya menyajikan teks dengan jumlah kata yang banyak. Mengapa praktik ini
penting untuk dibagikan Model atau metode
efektif dalam PBM
Berdasarkan permasalahan di atas, praktik baik (best practice)
perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan
model dan media pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran inovatif dapat
tercapai dengan baik. Oleh karena itu, dari hasil kajian literatur dan
wawancara, peneliti yang berperan sebagai guru mendesain pembelajaran
inovatif untuk meningkatkan kemampuan membuat poster peserta didik dengan
menerapkan model Project Based Learning
dan media aplikasi canva. Hal ini dibagikan sebagai rujukan Bapak/Ibu guru
yang lain dalam menerapkan pembelajaran abad 21, TPACK, inovatif dan menarik.
Model dan media ini dapat diterapkan di materi pembelajaran yan lain,
disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan. A.
Penerapan
model Project Based Learning dalam pembelajaran membuat
poster memang efektif dilaksanakan karena pada model pembelajaran ini
terdapat langkah-langkah penyusunan proyek. Dengan model ini, siswa bekerja
sama dengan kelompoknya untuk menyusun rencana proyek yang akan dilakukan.
Adapun proyek yang akan dilaksanakan adalah membuat poster digital
menggunakan media canva. B.
Penggunaan
media pembelajaran dengan prinsip TPACK melalui aplikasi canva dalam membuat poster digital
memang efektif. Aplikasi ini memuat banyak desain dan template yang tidak
berbayar sehingga siswa bebas berkreasi sesuai dengan tema yang diberikan
oleh guru. Penggunaan aplikasi ini pun tergolong mudah. Selain itu sebagain besar
siswa juga sudah tak asing dengan aplikasi ini, sehingga guru hanya sedikit
mengarahkan dalam penggunaannya. Peran dan tanggung
jawab saya dalam praktik ini sebagai guru/fasilitator Guru
sangat berperan penting dalam penelitian ini. Dimulai dari mengidentifikasi
permasalahan yang ada di sekolah, menyusun solusi dari permasalahan yang ada
lalu menyusun solusi tersebut menjadi modul ajar. Dalam modul ajar memuat
perencanaan pelaksanaan proses pembelajaran secara rinci dan jelas dilengkapi
dengan evaluasi pembelajaran. Guru juga berperan sebagai fasilitator yang
membimbing peserta didik selama proses pembelajaran. Guru bertanggung jawab
atas segala kejadian yang terjadi dalam proses pembelajaran. Guru harus
merencanakan pembelajaran melalui modul ajar, melaksanakan modul ajar yang
telah disusun, dan menilai/mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa. |
|
Tantangan : Apa saja yang
menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, |
Tantangan ketika
PPL Rencana Aksi 2 Adapun
tantangan dalam pembelajaran model project based learning dan penggunaan media aplikasi canva ini adalah sebagai berikut: 1. Penggunaan media aplikasi canva memerlukan beberapa alat yang
mendukung, yaitu laptop, LCD Proyektor,
media video tutorial penggunaan canva, aplikasi canva yang sudah diunduh,
ruang kelas yang memadai aliran listrik, handphone,
stop kontak depan belakang, pengeras suara, LKPD, printer untuk mencetak LKPD dan jaringan internet/wifi/hotspot
yang memadai. 2. Smartphone yang digunakan peserta untuk mengakses aplikasi canva perlu diawasi
dengan ketat. Hal itu karena memungkinkan kecenderungan peserta didik
mengakses aplikasi/browser lain selain apa yang diintruksikan oleh guru. Beberapa
peserta didik yang tidak membawa handphone
karena beberapa hal, ada yang tidak difasilitasi handphone oleh orang tua, ada peserta didik yang tidak
membaca WhatsApp Group imbauan
membawa HP sehingga pada saat pelaksanaan rencana aksi 2 masih ada satu/dua
siswa yang tidak membawa handphone. Beberapa peserta didik belum mengunduh aplikasi canva. 3. Pada penulisan kerangka membuat poster digital, peserta didik
seringkali membuat slogan dengan campur bahasa (bahasa Inggris dan bahasa
Indonesia) sehingga memerlukan bimbingan terarah dari guru dalam pembuatan
slogan tersebut. 4. Peserta didik kesulitan menentukan warna font, ilustrasi gambar dan
latar belakang yang sesuai. 5. Peserta didik tidak kondusif ketika
kelompok penyaji sedang presentasi, peserta didik hanya berfokus pada
kelompoknya dan tidak menyimak presentasi kelompok temannya dengan baik. Untuk mengatasi tantangan tersebut,
guru melakukan tindakan sebagai berikut: 1. Guru melakukan beberapa
persiapan, diantaranya menggunakan fasilitas printer
sekolah untuk mencetak LKPD, meminjam LCD projector dan speaker aktif untuk mendukung media PPT dan audiovisual yang
telah disiapkan, menyiapkan WIFI/hotspot pribadi, mengarahkan peserta didik
untuk mengunduh canva sebelum pembelajaran dimulai serta memberi arahan
kepada siswa untuk mempersiapkan diri melalui WA grup sebelum pelaksanaan
aksi 2. 2. Guru menciptakan suasana kelas yang kondusif dan
menyenangkan, contohnya memberikan icebreaking senam P5 di saat siswa sudah terlihat bosan untuk
belajar dalam membuat poster digital. Untuk mengatasi waktu yang lama, guru menyediakan LKPD yang
praktis dengan petunjuk yang mudah dikerjakan oleh peserta didik, sesuai
dengan materi yang dipelajari terkait dalam menganalisis unsur cerita
fantasi. Guru melakukan pengawasan yang ketat dalam penggunaan handphone di kelas. Ketika kelompok membuat poster
digital, guru hanya memperbolehkan satu handphone
yang digunakan, handphone anggota
lainnya dimasukkan ke dalam tas. Bagi peserta didik yang tidak membawa handphone, ketika kerja kelompok
peserta didik dapat menggunakan handphone
teman anggota kelompok. Ketika evaluasi pembelajaran peserta didik yang tidak
membawa handphone dapat menuliskan
jawaban di kertas/menggunakan handphone
temannya yang sudah selesai mengerjakan evaluasi. 3. Guru melakukan bimbingan
terarah ketika peserta didik menyusun kerangka membuat poster digital. Guru
menemukan beberapa kelompok yang masih menggunakan dua bahasa (bahasa Inggris
dan bahasa Indonesia) dalam menyusun slogan. Guru mengintruksikan peserta
didik untuk merevisi kembali penggunaan kata/kalimat bahasa asing dengan
mengalihkan ke bahasa Indonesia. 4. Peserta didik berdiskusi
dengan seluruh anggota kelompok untuk menemukan latar belakang yang sesuai,
jenis font dan gambar yang tepat sesuai dengan tema yang ditentukan. 5. Guru meminta kelompok lain
untuk menanggapi/memberi pertanyaan ketika penyaji tampil sehingga kelompok
lain dapat menyimak dengan baik presentasi temannya. Guru menyajikan hasil
poster yang telah dibuat sebelum penyaji mempresentasikan hasil diskusinya
agar peserta didik yang lain kembali fokus pada pembelajaran. Siapa saja
yang terlibat? Beberapa
yang terlibat dalam
tantangan ini adalah: 1. Kepala sekolah
sebagai pimpinan yang memberikan izin dan mendukung pelaksanaan PPL. 2. Peserta didik
sebagai sentral pada proses pembelajaran. 3. Dosen dan guru
pamong sebagai observer dalam pelaksanaan PPL 2. 4. Mahasiswa PPG
sebagai observer PPL 2. 5. Rekan sejawat 1.
Berperan sebagai juru kamera/videografer. 2.
Berperan membantu menyiapkan perlengkapan seperti
tripod, handphone, laptop, dan
proyektor. |
|
Aksi : Langkah-langkah
apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang
digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber
daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah yang
dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut: 1)
Menerapkan
model project based learning. 2)
Menggunakan
media aplikasi canva dalam membuat poster digital. 3)
Melakukan
persiapan alat dan media pembelajaran yang dibutuhkan ketika pelaksanaan PPL
rencana aksi 2. 4)
Menginformasikan
kepada peserta didik untuk membawa handphone
dan mengunduh aplikasi canva sebelum pelaksanaan PPL rencana aksi 2. 5)
Menyiapkan ice breaking senam P5 agar siswa tidak
jenuh pada proses pembelajaran. 6)
Menyiapkan
LKPD yang sesuai dengan indikator dan menarik bagi peserta didik. Strategi yang digunakan: (1) Menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) karena model PjBL ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta
didik untuk menyelesaikan proyek yang diberikan dan
membiasakan peserta didik untuk melatih keterampilannya dalam berdiskusi, sehingga
akan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Penerapan model Project Based
Learning dalam pembelajaran membuat poster memang efektif dilaksanakan
karena pada model pembelajaran ini terdapat langkah-langkah penyusunan
proyek. Dengan model ini, peserta didik bekerja sama dengan kelompoknya untuk
menyusun rencana proyek yang akan dilakukan. Adapun proyek yang akan
dilaksanakan adalah membuat poster digital menggunakan media canva. Berikut
langkah-langkah pembelajaran membuat poster digital dengan menerapkan model Project Based Learning dan media
aplikasi canva: Langkah-langkah
Project Based Learning: 1.
Menyiapkan
pertanyaan mendasar. Peserta didik memirsa dua poster yang ditampilkan oleh guru, lalu
diberikan beberapa pertanyaan pemantik dan kaitannya dengan kehidupan
sehari-hari. 2.
Menyusun
rencana proyek. Peserta didik dibentuk menjadi delapan kelompok untuk menyusun rencana
pembuatan poster digital melalui aplikasi canva. Peserta didik diminta untuk mengunduh aplikasi canva sebelum
pembelajaran dimulai. Adapun handphone
yang boleh digunakan hanya satu handphone
dalam satu kelompok. Peserta didik diberikan tema yang berbeda dalam membuat poster. 3.
Membuat jadwal Peserta didik diberikan LKPD untuk menyusun kerangka membuat poster
digital sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Peserta didik menyusun jadwal pelaksanaan proyek yang harus dilakukan. Peserta didik menyimak video tutorial penggunaan aplikasi canva 4.
Memonitor
pelaksanaan proyek. Peserta didik membuat poster digital melalui aplikasi canva. 5.
Menguji dan
memberikan penilaian terhadap proyek Peserta didik bekerja sama dengan kelompok untuk menyelesaikan
pembuatan poster digital. Setelah poster selesai, peserta didik diminta untuk mengunggah poster
kelompok mereka pada salah satu akun instagram anggota kelompok sebagai media
publikasi. Peserta didik menuliskan link instagram poster yang sudah diunggah pada
LKPD, juga mengirimkan link tersebut serta poster pdf ke WhatsApp guru. 6.
Evaluasi
pembelajaran berbasis proyek Peserta didik mempresentasikan hasil proyek (membuat poster digital) di
depan kelas dengan menjelaskan tema, tujuan, konsep poster, slogan, serta
pembahasan poster digital yang sudah dibuat. Kelompok selain penyaji memberikan pertanyaan/tanggapan. Setiap kelompok penyaji selesai, guru bersama kelompok lain
mengapresiasi dan mengevaluasi hasil poster yang telah dibuat. Peserta didik melakukan evaluasi pembelajaran tentang poster melalui
web wordwall.com dengan jumlah
sepuluh pertanyaan pilihan ganda yang sudah disiapkan oleh guru. 2)
Penggunaan media aplikasi canva dalam membuat poster digital. Penulis
dalam proses ini memilih media pembelajaran aplikasi canva,
Media ini pun menyuguhkan berbagai
template, elemen, latar belakang, pemilihan gambar yang menarik untuk
menyusun poster, sehingga peserta didik lebih mudah untuk membuat poster
digital. 3)
Melakukan persiapan alat dan media pembelajaran yang dibutuhkan ketika pelaksanaan PPL rencana aksi 2. Laptop,
proyektor, pengeras suara, stop kontak, aliran listrik yang memadai, tripod, handphone, video tutorial penggunaan
canva, dan media PPT. 4)
Menginformasikan kepada peserta didik untuk membawa handphone
dan mengunduh aplikasi canva sebelum pelaksanaan PPL rencana aksi 2. Pendidik
menginformasikan peserta didik untuk membawa handphone dan mengunduh aplikasi canva pada satu hari sebelum
pelaksanaan PPL secara langsung di depan kelas, dan mengingatkan kembali
melalui WhatsApp Group. 5)
Menyiapkan ice breaking senam P5 agar siswa tidak jenuh pada proses pembelajaran.
Proses pembelajaran dilaksanakan pada siang hari, untuk mengatasi kejenuhan
peserta didik dalam proses pembelajaran, maka pendidik menyiapkan ice breaking video
senam P5 untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik. 6)
Menyiapkan LKPD yang
sesuai dengan indikator dan menarik bagi peserta didik. LKPD yang disediakan
oelh guru harus sesuai dengan indikator pencapaian pembelajaran yang telah
dirumuskan pada modul ajar. Penyusunan LKPD yang menarik dan terarah membuat
peserta didik mudah untuk mengisi LKPD tersebut sesuai dengan intruksi yang
diberikan oleh pendidik. Siapa saja yang
terlibat: Proses
pembelajaran ini melibatkan beberapa pihak yaitu: a.
Rekan Kerja Pada proses pembelajaran ini pendidik dibantu oleh rekan kerja
yang berperan membantu sebagai observer, menyiapkan proyektor, membantu
mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan membantu mengatur ruangan serta mendukung kelancaran proses pembelajaran. b.
Mahasiswa PPG sebagai
observer pelaksanaan PPL rencana aksi 2. c.
Dosen pembimbing dan guru
pamong sebagai pembimbing dari awal identifikasi masalah, pembuatan modul ajar serta
pelaksanaan PPL ini dan observer dalam pelaksanaan rencana aksi 2. d.
Kepala sekolah Kepala sekolah berperan untuk memberikan izin dan dukungan demi
terlaksananya kegiatan aksi. e.
Peserta didik Peserta didik sebagai subjek pembelajaran serta ikut membantu
dalam menata ruang sehingga ruang kelas menjadi tempat yang nyaman
untuk belajar. Peserta didik yang terlibat dalam
penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII 2 di MTs Negeri 1 Garut yang
berjumlah 29 siswa. Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi aksi (1) Aplikasi Canva yang sudah terunduh. (2) WIFI/hotspot pribadi (3) Handphone peserta didik. (4) Video tutorial penggunaan aplikasi canva
di youtube yang sudah diunduh. (5) Materi yang disajikan di power point dapat merangsang siswa
berpikir kritis dan kreatif. (6) LKPD yang sesuai dengan indikator dan
menarik. (7) Video Ice Breaking senam P5. (8) Sarana dan prasarana lainnya seperti LKPD, proyektor, laptop,
kamera, speaker, tripod, PPT materi membuat poster digital, aplikasi canva yang sudah diunduh, dan handphone untuk
merekam. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana
dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya
efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?
Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang
menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang
dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Dampak dari hasil
langkah-langkah yang dilakukan: 1. Dampak yang dirasakan oleh peserta didik adalah mereka
bersemangat dalam mengikuti pembelajaran hari ini karena diselipi ice breaking ketika peserta didik
sudah mulai lelah dan bosan, lalu peserta didik membuat poster ini secara
berkelompok dengan menggunakan aplikasi canva lebih mudah dibandingkan dengan
membuat poster secara langsung menggunakan alat tulis/gambar. Hal ini
dibuktikan dengan hasil pada lembar refleksi yang diisi oleh peserta didik. 2. Penggunaan model project
based learning dan penggunaan media aplikasi canva meningkatkan minat dan
motivasi belajar peserta didik dalam membuat poster digital. 3. Berdasarkan kegiatan PPL ini menjadikan saya sebagai pendidik
menyadari bahwa seorang pendidik harus selalu mau memperbaiki diri, menambah
wawasan, melakukan sebuah inovasi sekecil apapun itu dalam pembelajaran.
Belajar untuk menjadikan kegiatan pendahuluan menjadi bermakna, menampilkan media
yang menarik pada saat kegiatan awal, menyusun LKPD yang dapat melatih
berpikir peserta didik, memberi bimbingan kelompok dengan memberikan
pertanyaan pemantik, dan memanajemen waktu agar sesuai dengan rencana. Kemudian belajar bagaimanacara merekam, mengedit video
dengan aplikasi yang belum pernah digunakan. 4. Perubahan tingkah laku peserta didik dimulai dari berdoa sebelum
dan sesudah pembelajaran sudah baik. Peserta didik juga mau untuk terlibat
dalam pembelajaran, terutama saat berdiskusi. 5. Saat berdiskusi kelompok, peserta didik terlihat sudah mampu bekerja sama, peserta
didik yang kemampuannya di atas kemampuan teman lainnya sudah
mau menjelaskan, dan peserta didik yang belum memahami materi
juga sudah nampak keinginan untuk bertanya. 6. Peserta didik tertarik dengan media yang digunakan, yaitu handphone untuk menggunakan aplikasi
canva. Dengan aplikasi tersebut, peserta didik dengan mudah membuat poster
digital sesuai dengan konsep yang sudah dibuat pada LKPD. 7. Peserta didik sudah dapat memberi alasan dan simpulan dengan
bahasa sendiri, menggunakan cara yang menurutnya lebih mudah untuk digunakan dalam penyelesaian masalah meskipun
masih perlu bertukar pendapat dengan temannya. Peserta didik juga sudah mampu
mempresentasikan hasil kerja dengan baik, dan bergantian dengan anggota kelompok lain. A. Respon
orang lain yang terkait dengan strategi yang dilakukan yaitu: 1. Berdasarkan respon observer/pengamat sesama pendidik mengatakan bahwa
strategi yang dilakukan sudah efektif karena terlihat dari kegiatan pembelajaran
yang tidak monoton, peserta didik yang aktif mengeksplor pengetahuan dan
keterampilannya. Peserta didik saling bertukar pendapat dengan temannya diarahkan
pendidik sebagai pembimbing. 2. Berdasarkan refleksi yang dilakukan melalui lembaran kertas refleksi,
peserta didik menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan menarik dan
menyenangkan. Penggunaan media aplikasi canva juga menambah pembelajaran
menjadi menarik dan menyenangkan, karena peserta didik dapat mengkreasikan
gambar dan tulisan yang sesuai. B. Faktor
yang menjadi keberhasilan (efektif) dari strategi yang dilakukan 1) Adanya peningkatan keaktifan belajar pada peserta didik terlihat dari
pengamatan yang dilakukan pendidik. Peserta didik yang pada awalnya enggan
bertanya, berdiskusi, memperhatikan pendidik dan presentasi teman, sekarang
sudah mau bertanya, berdiskusi kelompok, memperhatikan penjelasan pendidik
dan presentasi temannya. 2) Meningkatnya motivasi belajar peserta didik 3) Dengan menggunakan model pembelajaran project based learning
dan media aplikasi canva terlihat adanya
peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik di setiap indikator keterampilan
membuat poster digital menggunakan aplikasi canva. Peserta didik terlihat
lebih aktif dalam kegiatan diskusi dan presentasi. 4) Adanya peningkatan sikap yang terlihat dari perilaku peserta didik
bertangggung jawab dengan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran,
dan mau bekerja sama dengan teman kelompoknya saat berdiskusi. Melalui
diskusi kelompok peserta didik dapat menambah tingkat keyakinan dirinya bahwa
ia mampu menyelesaikan tugas yang diberikan, karena dalam belajar sudah
dibantu oleh teman kelompoknya dan dapat menjadikan peserta didik menjadi
lebih aktif lagi dalam belajar. C. Pembelajaran
dari keseluruhan proses Secara
keseluruhan proses pembelajaran dengan penerapan model Project Based Learning semua sintaks sudah dilaksanakan.
Penggunaan media aplikasi canva pun bukan lagi hal baru bagi peserta didik
sehingga peserta didik mudah untuk membuat poster digital pada aplikasi
tersebut. Peserta didik sudah membuat poster dengan sangat baik, perpaduan
warna, jenis font dan ilustrasi
gambar sudah sesuai dengan tema dan tujuan poster yang ditentukan sebelumnya.
Pada saat evaluasi melalui wordwall.com,
dapat dilihat nilai peserta didik sudah di atas KKM mencapai 88%, peserta
didik yang nilainya 100 berjumlah 4 siswa atau 12,5%, sejumlah 8 siswa atau
25% mendapatkan nilai 90, dan sejumlah 16 siswa atau 50% mendapatkan nilai
80, selain itu hanya ada 4 peserta didik atau 12,5% yang nilainya 70 atau pas
KKM. Oleh karena itu, pembelajaran sudah sesuai dengan modul ajar yang
disusun dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu,
pembelajaran sudah sesuai dengan modul ajar yang disusun dan telah mencapai
tujuan pembelajaran yang diinginkan. |
Komentar
Posting Komentar