Penggunaan model PjBL dalam Meningkatkan Keterampilan Membuat Poster Digital melalui Aplikasi Canva

 

Description: D:\Downloads\download (2).jpgBEST PRACTICES PPL RENCANA AKSI 2

Membuat Poster Digital melalui Aplikasi Canva

Dengan Model Project Based Learning

 

 

 

 

 

 

 

                                                 

Disusun Oleh:

Andina Sopandi N

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2023

LK 3.1 Menyusun Best Practices

Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

Nama: Andina Sopandi N

Lokasi

MTs Negeri 1 Garut

Jalan Terusan Pembangunan No. 4, Desa Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut, Jawa Barat

Lingkup Pendidikan

Instansi pendidikan      :  MTsN 1 Garut

Kelas / Fase                    : VIII-2 / D

Jumlah peserta didik    : 29 siswa

Tahun Ajaran                 : 2023/2024

Tujuan yang ingin dicapai

Melalui penerapan model Project Based Learning, peserta didik mampu membuat poster digital melalui aplikasi Canva dengan tepat.

Penulis

Andina Sopandi N

Tanggal

Jumat, 27 Oktober 2023

Pertemuan I pukul 10.00 s.d. 11.10

Pertemuan II pukul 13.00 s.d. 14.10

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi Latar Belakang Masalah

Pembelajaran bahasa Indonesia memiliki beberapa aspek yang harus dikuasai, yaitu menyimak, membaca, berbicara dan menulis. Menulis merupakan salah satu keterampilan produktif yang harus dikuasai peserta didik. Untuk sampai pada keterampilan ini, peserta didik harus memiliki wawasan pengetahuan dan kosakata yang variatif. Kurangnya minat peserta didik dalam membaca membuat mereka kesulitan mengungkapkan gagasan-gagasan ke dalam sebuah tulisan. Salah satunya adalah pembuatan poster yang memerlukan penulisan slogan/kalimat singkat sebagai unsur penting dalam sebuah poster.

 Hal yang menjadi fokus peneliti adalah rendahnya keterampilan siswa dalam membuat poster. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, kesulitan yang dialami peserta didik kelas VIII-2 di MTsN 1 Garut ini terjadi disebabkan beberapa hal berikut:

A.      Guru belum menerapkan model pembelajaran yang inovatif sehingga pembelajaran cenderung monoton.

B.      Guru belum menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi sehingga peserta didik kurang termotivasi untuk belajar.

C.      Kurangnya minat dan motivasi peserta didik dalam membaca.

D.     Peserta didik kurang menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia karena biasanya menyajikan teks dengan jumlah kata yang banyak.

 

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan

Model atau metode efektif dalam PBM

    Berdasarkan permasalahan di atas, praktik baik (best practice) perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran inovatif dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu, dari hasil kajian literatur dan wawancara, peneliti yang berperan sebagai guru mendesain pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan membuat poster peserta didik dengan menerapkan model Project Based Learning dan media aplikasi canva. Hal ini dibagikan sebagai rujukan Bapak/Ibu guru yang lain dalam menerapkan pembelajaran abad 21, TPACK, inovatif dan menarik. Model dan media ini dapat diterapkan di materi pembelajaran yan lain, disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan.

A.    Penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran membuat poster memang efektif dilaksanakan karena pada model pembelajaran ini terdapat langkah-langkah penyusunan proyek. Dengan model ini, siswa bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyusun rencana proyek yang akan dilakukan. Adapun proyek yang akan dilaksanakan adalah membuat poster digital menggunakan media canva.

B.     Penggunaan media pembelajaran dengan prinsip TPACK melalui aplikasi canva dalam membuat poster digital memang efektif. Aplikasi ini memuat banyak desain dan template yang tidak berbayar sehingga siswa bebas berkreasi sesuai dengan tema yang diberikan oleh guru. Penggunaan aplikasi ini pun tergolong mudah. Selain itu sebagain besar siswa juga sudah tak asing dengan aplikasi ini, sehingga guru hanya sedikit mengarahkan dalam penggunaannya.

 

 

Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini sebagai guru/fasilitator

Guru sangat berperan penting dalam penelitian ini. Dimulai dari mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekolah, menyusun solusi dari permasalahan yang ada lalu menyusun solusi tersebut menjadi modul ajar. Dalam modul ajar memuat perencanaan pelaksanaan proses pembelajaran secara rinci dan jelas dilengkapi dengan evaluasi pembelajaran. Guru juga berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik selama proses pembelajaran. Guru bertanggung jawab atas segala kejadian yang terjadi dalam proses pembelajaran. Guru harus merencanakan pembelajaran melalui modul ajar, melaksanakan modul ajar yang telah disusun, dan menilai/mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Tantangan ketika PPL  Rencana Aksi 2

Adapun tantangan dalam pembelajaran model project based learning dan penggunaan media aplikasi canva  ini adalah sebagai berikut:

1.      Penggunaan media aplikasi canva memerlukan beberapa alat yang mendukung, yaitu laptop, LCD Proyektor, media video tutorial penggunaan canva, aplikasi canva yang sudah diunduh, ruang kelas yang memadai aliran listrik, handphone, stop kontak depan belakang, pengeras suara, LKPD, printer untuk mencetak LKPD dan jaringan internet/wifi/hotspot yang memadai.

2.      Smartphone yang digunakan peserta untuk mengakses aplikasi canva perlu diawasi dengan ketat. Hal itu karena memungkinkan kecenderungan peserta didik mengakses aplikasi/browser lain selain apa yang diintruksikan oleh guru. Beberapa peserta didik yang tidak membawa handphone karena beberapa hal, ada yang tidak difasilitasi handphone oleh orang tua, ada peserta didik yang tidak membaca WhatsApp Group imbauan membawa HP sehingga pada saat pelaksanaan rencana aksi 2 masih ada satu/dua siswa yang tidak membawa handphone. Beberapa peserta didik belum mengunduh aplikasi canva.

3.      Pada penulisan kerangka membuat poster digital, peserta didik seringkali membuat slogan dengan campur bahasa (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) sehingga memerlukan bimbingan terarah dari guru dalam pembuatan slogan tersebut.

4.      Peserta didik kesulitan menentukan warna font, ilustrasi gambar dan latar belakang yang sesuai.

5.       Peserta didik tidak kondusif ketika kelompok penyaji sedang presentasi, peserta didik hanya berfokus pada kelompoknya dan tidak menyimak presentasi kelompok temannya dengan baik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru melakukan tindakan sebagai berikut:

1.      Guru  melakukan  beberapa  persiapan,  diantaranya  menggunakan fasilitas  printer  sekolah  untuk  mencetak LKPD, meminjam LCD projector dan speaker aktif untuk mendukung media PPT dan audiovisual yang telah disiapkan, menyiapkan WIFI/hotspot pribadi, mengarahkan peserta didik untuk mengunduh canva sebelum pembelajaran dimulai serta memberi arahan kepada siswa untuk mempersiapkan diri melalui WA grup sebelum pelaksanaan aksi 2.

2.      Guru menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan, contohnya memberikan icebreaking senam P5 di saat siswa sudah terlihat bosan untuk belajar dalam membuat poster digital. Untuk mengatasi waktu yang lama, guru menyediakan LKPD yang praktis dengan petunjuk yang mudah dikerjakan oleh peserta didik, sesuai dengan materi yang dipelajari terkait dalam menganalisis unsur cerita fantasi. Guru melakukan pengawasan yang ketat dalam penggunaan handphone  di kelas. Ketika kelompok membuat poster digital, guru hanya memperbolehkan satu handphone yang digunakan, handphone anggota lainnya dimasukkan ke dalam tas. Bagi peserta didik yang tidak membawa handphone, ketika kerja kelompok peserta didik dapat menggunakan handphone teman anggota kelompok. Ketika evaluasi pembelajaran peserta didik yang tidak membawa handphone dapat menuliskan jawaban di kertas/menggunakan handphone temannya yang sudah selesai mengerjakan evaluasi.

3.      Guru melakukan bimbingan terarah ketika peserta didik menyusun kerangka membuat poster digital. Guru menemukan beberapa kelompok yang masih menggunakan dua bahasa (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) dalam menyusun slogan. Guru mengintruksikan peserta didik untuk merevisi kembali penggunaan kata/kalimat bahasa asing dengan mengalihkan ke bahasa Indonesia.

4.      Peserta didik berdiskusi dengan seluruh anggota kelompok untuk menemukan latar belakang yang sesuai, jenis font dan gambar yang tepat sesuai dengan tema yang ditentukan.

5.      Guru meminta kelompok lain untuk menanggapi/memberi pertanyaan ketika penyaji tampil sehingga kelompok lain dapat menyimak dengan baik presentasi temannya. Guru menyajikan hasil poster yang telah dibuat sebelum penyaji mempresentasikan hasil diskusinya agar peserta didik yang lain kembali fokus pada pembelajaran.

Siapa saja yang terlibat?

Beberapa yang terlibat dalam tantangan ini adalah:

1.      Kepala sekolah sebagai pimpinan yang memberikan izin dan mendukung pelaksanaan PPL.

2.      Peserta didik sebagai sentral pada proses pembelajaran.

3.      Dosen dan guru pamong sebagai observer dalam pelaksanaan PPL 2.

4.      Mahasiswa PPG sebagai observer PPL 2.

5.      Rekan sejawat

1.      Berperan sebagai juru kamera/videografer.

2.      Berperan membantu menyiapkan perlengkapan seperti tripod, handphone, laptop, dan proyektor.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut:

1)      Menerapkan model project based learning.

2)      Menggunakan media aplikasi canva dalam membuat poster digital.

3)      Melakukan persiapan alat dan media pembelajaran yang dibutuhkan ketika pelaksanaan PPL rencana aksi 2.

4)      Menginformasikan kepada peserta didik untuk membawa handphone dan mengunduh aplikasi canva sebelum pelaksanaan PPL rencana aksi 2.

5)      Menyiapkan ice breaking senam P5 agar siswa tidak jenuh pada proses pembelajaran.

6)      Menyiapkan LKPD yang sesuai dengan indikator dan menarik bagi peserta didik.

Strategi yang digunakan:

(1)   Menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) karena model PjBL ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik untuk menyelesaikan proyek yang diberikan dan membiasakan peserta didik untuk melatih keterampilannya dalam berdiskusi, sehingga akan meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Penerapan model Project Based Learning dalam pembelajaran membuat poster memang efektif dilaksanakan karena pada model pembelajaran ini terdapat langkah-langkah penyusunan proyek. Dengan model ini, peserta didik bekerja sama dengan kelompoknya untuk menyusun rencana proyek yang akan dilakukan. Adapun proyek yang akan dilaksanakan adalah membuat poster digital menggunakan media canva. Berikut langkah-langkah pembelajaran membuat poster digital dengan menerapkan model Project Based Learning dan media aplikasi canva:

Langkah-langkah Project Based Learning:

1.      Menyiapkan pertanyaan mendasar.

Peserta didik memirsa dua poster yang ditampilkan oleh guru, lalu diberikan beberapa pertanyaan pemantik dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.



2.      Menyusun rencana proyek.

Peserta didik dibentuk menjadi delapan kelompok untuk menyusun rencana pembuatan poster digital melalui aplikasi canva.

Peserta didik diminta untuk mengunduh aplikasi canva sebelum pembelajaran dimulai. Adapun handphone yang boleh digunakan hanya satu handphone dalam satu kelompok.

Peserta didik diberikan tema yang berbeda dalam membuat poster.



3.      Membuat jadwal

Peserta didik diberikan LKPD untuk menyusun kerangka membuat poster digital sesuai dengan tema yang telah ditentukan.


Peserta didik menyusun jadwal pelaksanaan proyek yang harus dilakukan.

Peserta didik menyimak video tutorial penggunaan aplikasi canva



4.      Memonitor pelaksanaan proyek.

Peserta didik membuat poster digital melalui aplikasi canva.


5.      Menguji dan memberikan penilaian terhadap proyek

Peserta didik bekerja sama dengan kelompok untuk menyelesaikan pembuatan poster digital.

Setelah poster selesai, peserta didik diminta untuk mengunggah poster kelompok mereka pada salah satu akun instagram anggota kelompok sebagai media publikasi.

Peserta didik menuliskan link instagram poster yang sudah diunggah pada LKPD, juga mengirimkan link tersebut serta poster pdf ke WhatsApp  guru.

 


6.      Evaluasi pembelajaran berbasis proyek

Peserta didik mempresentasikan hasil proyek (membuat poster digital) di depan kelas dengan menjelaskan tema, tujuan, konsep poster, slogan, serta pembahasan poster digital yang sudah dibuat.

Kelompok selain penyaji memberikan pertanyaan/tanggapan.

Setiap kelompok penyaji selesai, guru bersama kelompok lain mengapresiasi dan mengevaluasi hasil poster yang telah dibuat.

Peserta didik melakukan evaluasi pembelajaran tentang poster melalui web wordwall.com dengan jumlah sepuluh pertanyaan pilihan ganda yang sudah disiapkan oleh guru.


2)      Penggunaan media aplikasi canva dalam membuat poster digital.

Penulis dalam proses ini memilih media pembelajaran aplikasi canva, Media ini pun menyuguhkan berbagai template, elemen, latar belakang, pemilihan gambar yang menarik untuk menyusun poster, sehingga peserta didik lebih mudah untuk membuat poster digital.

3)      Melakukan persiapan alat dan media pembelajaran yang dibutuhkan ketika pelaksanaan PPL rencana aksi 2. Laptop, proyektor, pengeras suara, stop kontak, aliran listrik yang memadai, tripod, handphone, video tutorial penggunaan canva, dan media PPT.

4)      Menginformasikan kepada peserta didik untuk membawa handphone dan mengunduh aplikasi canva sebelum pelaksanaan PPL rencana aksi 2. Pendidik menginformasikan peserta didik untuk membawa handphone dan mengunduh aplikasi canva pada satu hari sebelum pelaksanaan PPL secara langsung di depan kelas, dan mengingatkan kembali melalui WhatsApp Group.

5)      Menyiapkan ice breaking senam P5 agar siswa tidak jenuh pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan pada siang hari, untuk mengatasi kejenuhan peserta didik dalam proses pembelajaran, maka pendidik menyiapkan ice breaking video senam P5 untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik.



6)      Menyiapkan LKPD yang sesuai dengan indikator dan menarik bagi peserta didik. LKPD yang disediakan oelh guru harus sesuai dengan indikator pencapaian pembelajaran yang telah dirumuskan pada modul ajar. Penyusunan LKPD yang menarik dan terarah membuat peserta didik mudah untuk mengisi LKPD tersebut sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh pendidik.



Siapa saja yang terlibat:

Proses pembelajaran ini melibatkan beberapa pihak yaitu:

a.      Rekan Kerja

Pada proses pembelajaran ini pendidik dibantu oleh rekan kerja yang berperan membantu sebagai observer, menyiapkan proyektor, membantu mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan membantu mengatur ruangan serta   mendukung   kelancaran   proses pembelajaran.

b.      Mahasiswa PPG sebagai observer pelaksanaan PPL rencana aksi 2.

c.       Dosen pembimbing dan guru pamong sebagai pembimbing dari awal identifikasi masalah, pembuatan modul ajar serta pelaksanaan PPL ini dan observer dalam pelaksanaan rencana aksi 2.

d.      Kepala sekolah

Kepala sekolah berperan untuk memberikan izin dan dukungan demi terlaksananya kegiatan aksi.

e.      Peserta didik

Peserta didik sebagai subjek pembelajaran serta ikut membantu dalam menata ruang sehingga ruang kelas menjadi tempat yang nyaman untuk belajar. Peserta didik yang terlibat dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII 2 di MTs Negeri 1 Garut yang berjumlah 29 siswa.

 

 

Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi aksi

(1)   Aplikasi Canva yang sudah terunduh.

(2)   WIFI/hotspot pribadi

(3)   Handphone peserta didik.

(4)   Video tutorial penggunaan aplikasi canva di youtube yang sudah diunduh.

(5)   Materi yang disajikan di power point dapat merangsang siswa berpikir kritis dan kreatif.

(6)   LKPD yang sesuai dengan indikator dan menarik.

(7)   Video Ice Breaking senam P5.

(8)   Sarana dan prasarana lainnya seperti LKPD,  proyektor, laptop, kamera, speaker, tripod, PPT materi membuat poster digital, aplikasi canva yang sudah diunduh, dan handphone untuk merekam.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari hasil langkah-langkah yang dilakukan:

1.      Dampak yang dirasakan oleh peserta didik adalah mereka bersemangat dalam mengikuti pembelajaran hari ini karena diselipi ice breaking ketika peserta didik sudah mulai lelah dan bosan, lalu peserta didik membuat poster ini secara berkelompok dengan menggunakan aplikasi canva lebih mudah dibandingkan dengan membuat poster secara langsung menggunakan alat tulis/gambar. Hal ini dibuktikan dengan hasil pada lembar refleksi yang diisi oleh peserta didik.

2.      Penggunaan model project based learning dan penggunaan media aplikasi canva meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dalam membuat poster digital.

3.      Berdasarkan kegiatan PPL ini menjadikan saya sebagai pendidik menyadari bahwa seorang pendidik harus selalu mau memperbaiki diri, menambah wawasan, melakukan sebuah inovasi sekecil apapun itu dalam pembelajaran. Belajar untuk menjadikan kegiatan pendahuluan menjadi bermakna, menampilkan media yang menarik pada saat kegiatan awal, menyusun LKPD yang dapat melatih berpikir peserta didik, memberi bimbingan kelompok dengan memberikan pertanyaan pemantik, dan memanajemen waktu agar sesuai dengan rencana. Kemudian belajar bagaimanacara merekam, mengedit video dengan aplikasi yang belum pernah digunakan.

4.      Perubahan tingkah laku peserta didik dimulai dari berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran sudah baik. Peserta didik juga mau untuk terlibat dalam pembelajaran, terutama saat berdiskusi.

5.      Saat berdiskusi kelompok, peserta didik terlihat sudah mampu bekerja sama, peserta didik yang kemampuannya              di atas kemampuan teman lainnya sudah mau menjelaskan, dan peserta didik yang belum memahami materi juga sudah nampak keinginan untuk bertanya.

6.      Peserta didik tertarik dengan media yang digunakan, yaitu handphone untuk menggunakan aplikasi canva. Dengan aplikasi tersebut, peserta didik dengan mudah membuat poster digital sesuai dengan konsep yang sudah dibuat pada LKPD.

7.      Peserta didik sudah dapat memberi alasan dan simpulan dengan bahasa sendiri, menggunakan cara yang menurutnya lebih mudah untuk digunakan dalam penyelesaian masalah meskipun masih perlu bertukar pendapat dengan temannya. Peserta didik juga sudah mampu mempresentasikan hasil kerja dengan baik, dan bergantian dengan anggota kelompok lain.

A.     Respon orang lain yang terkait dengan strategi yang dilakukan yaitu:

1.      Berdasarkan respon observer/pengamat sesama pendidik mengatakan bahwa strategi yang dilakukan sudah efektif karena terlihat dari kegiatan pembelajaran yang tidak monoton, peserta didik yang aktif mengeksplor pengetahuan dan keterampilannya. Peserta didik saling bertukar pendapat dengan temannya diarahkan pendidik sebagai pembimbing.

2.      Berdasarkan refleksi yang dilakukan melalui lembaran kertas refleksi, peserta didik menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan menarik dan menyenangkan. Penggunaan media aplikasi canva juga menambah pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan, karena peserta didik dapat mengkreasikan gambar dan tulisan yang sesuai.

B.      Faktor yang menjadi keberhasilan (efektif) dari strategi yang dilakukan

1)      Adanya peningkatan keaktifan belajar pada peserta didik terlihat dari pengamatan yang dilakukan pendidik. Peserta didik yang pada awalnya enggan bertanya, berdiskusi, memperhatikan pendidik dan presentasi teman, sekarang sudah mau bertanya, berdiskusi kelompok, memperhatikan penjelasan pendidik dan presentasi temannya.

2)      Meningkatnya motivasi belajar peserta didik

3)      Dengan menggunakan model pembelajaran project based learning dan media aplikasi canva  terlihat adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik di setiap indikator keterampilan membuat poster digital menggunakan aplikasi canva. Peserta didik terlihat lebih aktif dalam kegiatan diskusi dan presentasi.

4)      Adanya peningkatan sikap yang terlihat dari perilaku peserta didik bertangggung jawab dengan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran, dan mau bekerja sama dengan teman kelompoknya saat berdiskusi. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menambah tingkat keyakinan dirinya bahwa ia mampu menyelesaikan tugas yang diberikan, karena dalam belajar sudah dibantu oleh teman kelompoknya dan dapat menjadikan peserta didik menjadi lebih aktif lagi dalam belajar.

C.      Pembelajaran dari keseluruhan proses

Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan penerapan model Project Based Learning semua sintaks sudah dilaksanakan. Penggunaan media aplikasi canva pun bukan lagi hal baru bagi peserta didik sehingga peserta didik mudah untuk membuat poster digital pada aplikasi tersebut. Peserta didik sudah membuat poster dengan sangat baik, perpaduan warna, jenis font dan ilustrasi gambar sudah sesuai dengan tema dan tujuan poster yang ditentukan sebelumnya. Pada saat evaluasi melalui wordwall.com, dapat dilihat nilai peserta didik sudah di atas KKM mencapai 88%, peserta didik yang nilainya 100 berjumlah 4 siswa atau 12,5%, sejumlah 8 siswa atau 25% mendapatkan nilai 90, dan sejumlah 16 siswa atau 50% mendapatkan nilai 80, selain itu hanya ada 4 peserta didik atau 12,5% yang nilainya 70 atau pas KKM. Oleh karena itu, pembelajaran sudah sesuai dengan modul ajar yang disusun dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu, pembelajaran sudah sesuai dengan modul ajar yang disusun dan telah mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

 

Komentar

Postingan Populer