narasi tentang fesbuk 2013 karya andina sopandi ^^



BERANI BERBUDAYA INDONESIA



ANDINA SOPANDI N
032112104




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2013

Berani Berbudaya Indonesia
            Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang harus dilestarikan. Pada zaman sekarang  kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya semakin berkurang. FESBUK (Festival Budaya dan Kemasan)  merupakan salah satu wadah untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa-mahasiswa dan masyarakat luas. FESBUK merupakan program kerja pertama pada tahun 2012 yang dipelopori oleh Kang Angga Yuda dan ketua pelaksananya adalah Kang Chairil Anwar. Pada tahun lalu ikon dari setiap suku diberi nama “mojang-jajaka” dan hanya diikuti oleh semester satu saja yang memperkenalkan empat suku yaitu,suku Sunda, suku Jawa, suku Betawi dan suku Minang. FESBUK tahun ini ikon dari setiap suku diberi nama “duta budaya” dan  menyelenggarakan lebih banyak suku yang ada di Indonesia, ada suku Dayak, suku Batak, suku Bugis, suku Aceh , suku Lampung, suku Gorontalo, suku Bangka Belitung, suku Bali, suku Kerinci, suku Padoe, suku Nias, dan suku Toraja yang akan diperkenalkan oleh peserta FESBUK setiap kelas  dari semester satu,tiga dan lima.
            Acara Fesbuk diselenggarakan di lapangan FKIP. Setiap suku menempati standnya masing-masing yang harus dilengkapi sekreatif mungkin, sesuai dengan suku yang mereka perkenalkan. Suku-suku dari setiap kelas ini memiliki duta budaya yang merupakan ikon dari suku tersebut.
            FESBUK tahun ini yang bertemakan “Lestarikan Bahasa dan Budaya untuk Selamatkan Indonesia” diselenggarakan dalam dua hari yaitu,13-14 Desember 2013 ini berjalan dengan lancar dan meriah. Pada hari Jumat diadakan lomba puisi untuk umum,acara ini dibawakan oleh Dewi Susanti selaku pembawa acara tanpa menggunakan pengeras suara karena ada gangguan teknis. Kemudian Dewi mempersilahkan Ade Rusfiyandi selaku Ketua pelaksana FESBUK  menyampaikan laporan kegiatan. Ade menutup laporannya dengan membacakan puisi “Hai Ma” karya W.S Rendra yang merupakan puisi wajib yang harus dibawakan oleh peserta lomba baca puisi. Acara ini dibuka secara resmi oleh bapak Suhendra,M.Pd. selaku kepala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selanjutnya dimulai dengan lomba puisi no urut pertama yang membacakan puisi wajib dan puisi bebas dengan menggunakan pengeras suara.
 Acara pertama pada hari Sabtu yaitu parade keliling kampus yang diikuti oleh setiap suku dan diarahkan oleh kakak-kakak panitia. Parade keliling ini bertujuan untuk memperkenalkan suku,pakaian adat dan budaya yang ada di Indonesia khususnya kepada mahasiswa Universitas Pakuan umumnya kepada masyarakat luas. Para peserta yang diarahkan oleh kang Egin Ginanjar selaku korlap, mematuhi segala aturan yang ada sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Mereka berjalan penuh keceriaan dengan menyanyikan yel-yel dari setiap kelas untuk meramaikan parade. Mereka mengelilingi kampus Universitas Pakuan mulai dari Lapangan FKIP ,Fakultas Teknik dan kembali lagi ke lapangan FKIP.
            Acara selanjutnya peragaan busana dari masing-masing suku yang diperagakan oleh duta budaya. Setiap duta budaya dipersilahkan maju ke depan panggung dan berjalan di atas karpet merah untuk memperkenalkan pakaian adat dari setiap suku. Duta budaya berjalan di karpet merah sesuai dengan urutannya masing-masing. Mereka berjalan lenggak-lenggok memamerkan pakaian adat yang dikenakan,layaknya model profesional. Berbalut dengan busana yang senada, pria dan wanita yang menjadi duta budaya ini terlihat kompak dan serasi. Mereka layaknya pengantin dengan dihiasi aksesoris dan make up yang membuat mereka terlihat lebih cantik dan tampan.
            Lapangan FKIP seperti lautan merah. Para peserta FESBUK ini paling banyak mengenakan pakaian merah,baik duta budaya maupun peserta-peserta lainnya. Uniknya dari 12 suku yang ada , delapan suku duta budaya mengenakan pakaian adat merah. Hanya ada empat yang mengenakan pakaian adat selain merah yaitu, suku Dayak,suku Batak, suku Bali dan suku Padoe. Dilihat dari segala sisi, pakaian merah menghiasi setiap sudut stand. Dari setiap suku hanya duta budayalah yang mengenakan pakaian adat, selain duta budaya setiap anggota kelas mengenakan pakaian yang seragam. Anggota setiap kelas paling banyak mengenakan pakaian seragam merah,baik yang mengenakan kaos maupun batik. Salah satu dari keunikan FESBUK di tahun ini,bukan hanya satu kelas saja yang terlihat kompak namun hampir setiap kelas yang mengikuti FESBUK ini juga kompak dalam hal warna pakaian.
            Seperti dalam penggalan lagu “Indonesia merah darahku putih tulangku bersatu”. Itulah yang dirasakan dalam acara FESBUK tahun ini, meskipun kita berbeda-beda suku namun tetap bertumpah darah satu yaitu Indonesia. Merah merupakan lambang bendera Indonesia yaitu “bendera merah putih”. Pakaian merah ini menandakan bangsa Indonesia yang berani menghadapi segala rintangan yang ada. Sesuai dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang identik dengan merah. Tanpa direncanakan atau persetujuan bersama,hampir seluruh peserta FESBUK mengenakan warna merah secara bersamaan dalam acara ini.
            Duta budaya dipilih secara selektif oleh para juri tanpa campur tangan panitia. Setelah duta budaya beristirahat,mereka dipanggil kembali maju ke depan panggung untuk menjawab pertanyaan seputar wawasan budaya. Kang Angga Yuda dan Teh Bianca Agustin selaku pembawa acara di lapangan memberikan kocokan soal yang telah dikemas semenarik mungkin. Setiap duta budaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka pilih dengan penuh semangat untuk menuangkan wawasan yang mereka miliki. sPara juri menilai wawasan duta budaya setiap suku dari jawaban-jawaban yang mereka lontarkan. Setelah semua duta budaya menjawab pertanyaan, nilai yang diberikan oleh para juri direkap oleh sekretaris FESBUK untuk menentukan siapa duta budaya tahun 2013.
            Lomba pameran budaya dinilai dari berbagai aspek. Setiap kelas harus menyediakan makanan khas,aksesoris dan segala sesuatu yang berhubungan dengan suku yang mereka perkenalkan yang dikemas dalam satu stand. Duta budaya harus mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan suku yang mereka perkenalkan baik yang ada di stand baik ditanyakan langsung oleh juri. Setelah menilai wawasan dari setiap duta budaya,juri mengelilingi stand-stand peserta FESBUK mulai dari suku Dayak sampai dengan suku Toraja. Ketika juri berkunjung ke stand,duta budaya menjelaskan semua yang ada di stand dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari juri dibantu juga oleh peserta lainnya. Setelah menilai stand setiap suku,juri memberikan penilaian kepada sekretaris FESBUK untuk direkap dan diketahui siapa pemenang pameran budaya tahun ini. Musikalisasi puisi DIKROMATIK membawakan dua puisi untuk menghibur para peserta menjelang ISOMA.
            Hujan tidak mematahkan semangat para peserta FESBUK. Setelah ISOMA peserta FESBUK kembali lagi ke lapangan untuk memeriahkan acara hari ini. Kang Angga selaku pembawa acara lapangan, membawa payung besar untuk melanjutkan acara selanjutnya yaitu berbalas pantun. Kang Angga berjalan ke setiap stand yang mengacungkan diri untuk menyuarakan pantunnya. Keadaan semakin ramai ketika masing-masing suku membalas setiap pantun yg dilontarkan oleh suku lainnya. Setelah selesai berbalas pantun,dilanjutkan dengan hiburan yang diisi oleh bintang tamu dari musikalisasi puisi seperti, DIKROMATIK, DIMUSI , dan MPR (Musikalisasi Puisi Rajawali) juga sambil menunggu hasil pengumuman juara-juara lomba di FESBUK tahun ini.
            Alunan suara-suara indah mengalahkan suara rintik hujan. “Hujan di bulan Desember” itulah judul lagu yang dinyanyikan oleh kang Ikbal vokalis MPR,sesuai dengan hujan yang enggan berhenti mengguyur Bogor hari ini. Suasana sendu yang dirasakan penonton turut memberi kehangatan di antara keramaian ini. Nyanyian cinta yang dibawakan oleh Ade Rusfiyandi selaku ketua pelaksana juga menghipnotis semua penonton terhanyut dalam indahnya jatuh cinta. Para peserta pun tak mau kalah menyumbangkan alunan suara-suara indahnya untuk mengisi kekosongan ini. Sorak penonton selalu meramaikan suasana menegangkan menunggu hasil pengumuman pemenang lomba-lomba yang diikuti oleh para peserta. Waktu yang berjalan lambat terasa semakin indah ditemani oleh puisi-puisi yang dibawakan oleh MPR dan DIMUSI.
            Tiba saatnya di penghujung acara. Semangat para panitia yang membawa piala-piala ke atas panggung dan secarik kertas yang menentukan kerja keras yang dilakukan oleh para peserta. Kang Angga dan Teh Dewi Samraatul telah memegang secarik kertas yang berupa pengumuman pemenang lomba-lomba. Pengumuman pertama yaitu pemenang lomba baca puisi,juara ke-tiga M Ichsan Nurjaman dari kelas VD,juara ke-dua Fauzul Bahij dari kelas IIIA dan juara pertama adalah Yunia Husain dari kelas I. Pengumuman selanjutnya yaitu pemenang yang akan menjadi duta budaya FESBUK tahun ini,yang diraih kembali oleh Kang Fikri Abdul dengan Teh Finny yang merupakan pemenang mojang jajaka tahun kemarin. Pengumuman selanjutnya yaitu pemenang pameran budaya,yang merupakan perebutan piala bergilir yang tahun lalu dimenangkan oleh semester Ic dengan memperkenalkan suku Sunda dan tahun ini diraih oleh kelas IIID yang memperkenalkan suku Toraja. Pengumuman terakhir yang merupakan penobatan pertama kalinya terhadap dosen favorit yang dipilih oleh mahasiswa Program Studi PBS. Indonesia yang diberikan kepada Pak Roy Effendi, S.Pd. Setelah pengumuman pemenang , Kang Hadianto A.W. selaku ketua Hima Diksatrasia diberi amanah oleh Ketua Program Studi PBS. Indonesia untuk menutup acara FESBUK ini. Setelah itu Dewi Susanti selaku pembawa acara FESBUK menutup acara dengan mengucapkan hamdalah bersama-sama dan berakhirlah segala rangkaian acara FESBUK ini
 
Juri Lomba Baca Puisi                                    Duta Budaya FESBUK 2013
 
Pemenang lomba baca puisi                            Parade Keliling


 
Suku Toraja (pemenang pameran budaya)                              pemilihan duta budaya



Musikalisasi Puisi Rajawali(MPR)                  perwakilan dosen terfavorit

Komentar

Postingan Populer