laporan hasil analisis (andina)
LAPORAN HASIL
ANALISIS ANAK
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Perkembangan Peserta Didik

Disusun
oleh:
Andina Sopandi N (032112104)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PAKUAN
2013
DAFTAR ISI
Daftar Isi
i
Landasan
Teori
1
Analisis
8
Daftar Pustaka
14
Lampiran
15
LANDASAN TEORI
Dalam
proses pembelajaran tidak semua siswa akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan
yang diharapkan,banyak anak yang memiliki intelegensi yang tinggi namun
mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Keadaan seperti itu
dinamakan dengan kesulitan belajar,dimana hasil yang diperoleh tidak sesuai
dengan hasil yang diharapkan. Anak yang memiliki kesulitan belajar ini terjadi
karena beberapa faktor.
1.
Faktor-faktor penyebab
kesulitan belajar
a) Faktor Internal
Merupakan faktor
yang berasal dari dalam individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar
individu. Faktor internal meliputi faktor fisiologis dan biologis serta faktor
psikologis.
1. Faktor
fisiologis dan biologis
Masa peka merupakan
masa mulai berfungsinya faktor fisiologis
pada tubuh manusia. Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan
dengan kondisi fisik individu.
Faktor ini dibedakan
menjadi 2, yaitu:
a. Keadaan
jasmani
Keadaan jasmani sangat
mempengaruhi aktivitas belajar anak.
b. Keadaan
fungsi jasmani atau fisiologis
Selama proses belajar berlangsung,
peran fungsi fisiologis pada anak sangat mempengaruhi hasil belajar, terutama
panca indra yang berfungsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar.
2. Faktor
psikologis
Faktor psikologis adalah faktor yang
berasal dari keadaan psikologis anak yang dapat mempengaruhi pbeberapa faktor
psikologis proses belajar. Beberapa
faktor psikologis utama yang mempngaruhi proses belajar anak adalah kecerdasan
siswa, motivasi, minat, sikap dan bakat.
a. Kecerdasan/intelegensi
siswa
Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai
kemampuan psiko-fisik dalam mereaksikan
rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan
melalui cara yang
tepat. Dengan demikian, kecerdasan bukan
hanya berkaitan dengan kualitas otak saja, tetapi juga organ tubuh lainnya.
b. Motivasi
Motivasi adalah salah
satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Motivasi yang
mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar .
Motivasi dibedakan
menjadi dua yaitu motivasi intrinsic ekstrinsik
Menurut Arden N.
frandsen (Hayinah. 1992), yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar
antara lain:
1. Dorongan
ingin tahu dan ingin mnyelidiki dunia yang lebih luas
2. Adanya
sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan kegiatan untuk maju
3. Adanya
keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang
penting. Misalnya: orang tua, saudara, teman, dan sebagainya
4. Adanya
kebutuhan untuk menguasai ilmu atau
pengetahuan jyang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
Motivasi
ekstrinsik adalah anak memulai dan meneruskan kegiatan belajar berdasarkan
kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan kegiatan
belajar itu sendiri. Yang tergolong
bentuk motivasi belajar ekstrinsik antara lain:
1. Belajar
demi memenuhi kewajiban
2. Menghindari
hukuman
3. Memperoleh
hadiah material yang telah dijanjikan orang tua
4. Meningkatkan
gengsi dari orang lain
5. Memperoleh
pujian dari orang lain
6. Tuntutan
jabatan yang diingikan
c. Minat
Secara sederhana minat
merupakan kecenderungan kegairahan yang tinggi atau besar terhadap sesuatu.
karena disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai faktor internal lainnya,
seperti pemusatan perhatian, keinginanb,
motivasi, dan kebutuhan.
d. Sikap
Sikap siswa dalam
belajar dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru,
pelajaran, atau lingkungan sekitarnya.
e. Bakat
Faktor psikologis lain
yang mempengaruhi proses belajar adalah bakat. Secara umum bakat bakat
didefisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai
keberhasilan pada masa yang akan datang (Syah, 2003).
f.
Faktor kesehatan mental
Dalam belajar tidak hanya menyangkut segi intelek,tetapi juga menyangkut
segi kesehatan mental dan emosional. Hubungan antara kesehatan mental dan
belajar adalah timbal balik.
b) Faktor
eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi faktor lingkungan sosial dan non-sosial (Syah, 2003):
a. Lingkungan
sosial
Lingkungan sosial anak
dapat menimbulkan kesulitan dalam belajar.
Lingkungan sosial
dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Lingkungan
sosial sekolah
Pendidikan disekolah
bukan sekedar bertujuan untuk melatih siswa supaya “siap pakai” untuk kerja
atau mampu meneruskan kejenjang pendidikan berikutnya atau mencapai angka
rapor, melainkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia sejati.
Faktor-faktor yang
dapat menghambat anak belajar disekolah
adalah:
a. Metode
mengajar
1. Guru
Guru tidak kualified,baik dalam pengambilan metode
yang digunakan atau dalam mata pelajaran yang dipegangnya. Hal ini bisa terjadi
karena bidang studi yang dipegang kurang dikuasai,kurang persiapan dan kurang
jelas dalam menerangkan sehingga sukar dimengerti oleh murid-muridnya.
Guru-guru menuntut standar pelajaran diatas
kemampuan anak. Hal ini biasa terjadi pada guru yang masih muda karena kurang
berpengalaman sehingga belum dapat mengukur kemampuan murid-muridnya.
Guru
tidak memiliki kecakapan dalam usaha diagnosis kesulitan belajar.
2. Metode
mengajar guru yang dapat menimbulkan kesulitan belajar, antara lain:
a) Metode
belajar didasarkan pada mekanis bukan pengertian.
b) Guru
tidak memggunakan alat peraga dalam mengajar.
c) Metode
mengajar yang menyebabkan anak pasif,sehingga anak tidak ada aktivitas.
d) Metode
mengajar tidak menarik , kemungkinan materinya tinggi, atau tidak menguasai
bahan.
e) Guru
hanya menggunakan satu metode saja.
b. Kurikulum
Kurikulum yang kurang baik,misalnya :
a) Bahan-bahannya
terlalu tinggi.
b) Pembagian
bahan tidak seimbang (kelas I banyak pelajaranndan kelas-kelas lainnya sedikit
pelajaran)
c) Adanya
pendataan materi. Hal-hal itu akan membawa kesulitan belajar bagi murid-murid.
Sebaliknya kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak,akan membawakan
kesuksesan dalam belajar.
c. Penerapan
disiplin
Waktu sekolah dan disiplin kurang. Apabila sekolah
masuk sore,siang,malam, maka anak tidak lagi dalam keadaan yang optimal untuk
menerima pelajaran.
d. Hubungan
siswa dengan guru maupun teman
Hubungan guru dengan murid kurang baik. Hal
ini bermula pada sifat dan sikap guru yang tidak disenangi oleh
murid-muridnya,seperti :
a) Kasar,suka
marah,suka mengejek,tak pernah senyum,tak suka membantu anak,suka membentak dan
lain- lain.
b) Tak
pandai menerangkan,sinis,sombong,
c) Menjengkelkan,
tinggi hati, pelit dalam memberi nilai ,tak adil dan lain-lain.
e. Tugas
rumah yang terlalu banyak
Bagi
sebagian siswa tugas merupakan beban. Hal seperti inilah yang akan menghambat proses
belajar anak.
f. Sarana
dan prasarana
1) Faktor
alat
Alat pelajaran yang kurang lengkap membuat penyajian
pelajaran yang tidak baik.
Timbulnya alat-alat itu akan menentukan :
a) Perubahan
metode belajar guru.
b) Segi
dalamnya ilmu pengetahuan pada pikiran anak.
c) Memenuhi
tuntutan dari bermacam-macam tipe anak.
Tiadanya
alat-alat itu guru cenderung menggunakan metode ceramah,sehingga mengakibatkan
kesulitan dalam belajar.
2) Kondisi
gedung
Ruangan harus memenuhi syarat kesehatan seperti :
a) Ruangan
harus ada jendela,ventilasi cukup,udara segar dapat masuk ruangan,sinar dapat
menerangi ruangan.
b) Dinding
harus bersih,putih,tidak terlihat kotor.
c) Lantai
tidak becek,licin atau kotor.
d) Keadaan
gedung yang jauh dari tempat keramaian (pasar,bengkel,pabrik,dan lain-lain) sehingga
anak mudah konsentasi saat belajar.
Apabila
beberapa hal tersebut tidak terpenuhi maka kemungkinan pelajaran terhambat.
2. Faktor
media massa dan lingkungan sosial masyarakat
a.
Faktor media massa meliputi :
bisokop,TV,surat kabar,internet dan lain-lain. Hal-hal itu akan menghambat
belajar apabila anak terlalu banyak waktu yang dipergunakan untuk itu sehingga
lupa akan tugasnya belajar.
b.
Lingkungan sosial
1.
Lingkungan tetangga
Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa juga
mempengaruhi proses belajar anak.
2.Aktivitas dalam
masyarakat
Orang tua harus mengawasi,agar kegiatan
ekstrakulikuler dapat diikuti tanpa melupakan tugas belajarnya.
3. Lingkungan
keluarga
Keluarga merupakan
tempat pertama kali anak belajar.
a. Cara
mendidik anak
Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan
anak-anaknya,akan menjadi penyebab kesulitan belajarnya.
b. Hubungan
orang tua dan anak
Yang dimaksud hubungan adalah kasih sayang yang
penuh pengertian,atau kebencian, sikap keras dan lain-lain.
c. Contoh atau bimbingan dari orang tua.
Orang tua merupakan contoh terdekat dari
anak-anaknya.
d. Keadaan
ekonomi keluarga
1. Ekonomi
yang kurang atau miskin
Keadaan ini akan menimbulkan :
a) Kurangnya
alat-alat belajar.
b) Kurangnya
biaya yang disediakan oleh orang tua.
c) Tidak
mempunyai tempat belajar yang baik.
2. Ekonomi
yang berlebihan atau kaya
Keadaan ini sebaliknya dari keadaan pertama,dimana
ekonomi keluarga berlimpah ruah.
e. Kondisi
rumah
Suasana keluarga yang sangat ramai atau
gaduh,kemungkinan anak terganggu konsetrasinya dan sukar untuk belajar.
f. Keharmonisan
keluarga
Keluarga yang tidak harmonis akan memberi dampak negatif pada anak dalam
belajar.
4.Teman sebaya
Teman
sebaya dapat mempengaruhi proses belajar anak, baik teman sebaya dalam lingkup
sekolah maupun tempat tinggal atau masyarakat.
b. Lingkungan
non-sosial
Faktor yang termasuk
lingkungan non sosial adalah:
1. Lingkungan
alamiah
Yang dimaksud lingkungan alamiah
adalah kondisi yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar tidak terlalu
silau, tidak terlalu gelap, dan tenang.
ANALISIS
Setiap
manusia dilahirkan dengan memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Manusia memiliki minimal satu kecerdasan yang memengaruhinya dalam proses
pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan formal adalah kewajiban yang harus
ditempuh oleh para peserta didik yang telah memenuhi batas usia sesuai pada
jenjangnya,mulai dari PAUD,TK,SD,SMP,SMA sampai ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada proses belajar di kelas,tidak
setiap anak akan mengerti atau langsung memahami materi yang diajarkan oleh
gurunya,karena pada hakikatnya mereka memiliki perbedaan-perbedaan inidividual.
Guru seebagai mediator dalam pembelajaran di lingkungan sekolah,harus mampu
memahami perbedaan-perbedaan yang ada pada diri peserta didik. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang
Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik professional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengrahkan, melatih, menilai
dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang
pendidikan dasar dan pendidikan menengah”.
Guru
harus mampu membangkitkan semangat anak untuk belajar ,dan bersikap adil
terhadaap semua peserta didik. Dalam proses pembelajaran,guru hanya salah satu
faktor yang menunjang keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi yang
diharapkan. Masih banyak faktor-faktor yang memengaruhi proses belajar siswa.
Saya
menganalisis seorang anak yang bernama Muhammad Zubair,yang saat ini sedang
duduk di kelas 4 MI Hayatul Islam tepatnya di daerah Sentul. Dia tinggal di
daerah Citaringgul,mungkin sekitar daerah dekat sekolah juga. Anak ini
periang,mudah diajak bicara oleh lawan bicaranya. Dia memiliki banyak
teman,mungkin karena dia mudah menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar.
Dari raut wajahnya selalu terlihat ceria dan membawa suasana menyenangkan
kepada teman-temannya.
MI Hayatul Islami ini merupakan sekolah
swasta di bawah yayasan Hayatul Islami. Di dalam yayasan ini terdapat PAUD dan
Madrasah Ibtidaiyah yang terletak di daerah Sentul. Yayasan ini memeliki bangunan
dua tingkat dengan tembok yang kokoh sehingga aman untuk para peserta didik
yang sekolah disini. Di lantai satu terdapat lapangan untuk anak-anak bermain
dan berolahraga,ada juga permainan untuk anak PAUD seperti ayunan ,golosoran
dan lain-lain yang memfasilitasi anak-anak untuk bermain. Permainan-permainan
itu pun tidak hanya dipakai atau digunakan oleh anak PAUD saja,tetapi anak MI
juga kadang suka bermain di sana. Di dekat permainan terdapat tempat duduk
untuk orangtua murid atau pengasuh yang menunggu anak PAUD.
Di sebelah kanan dari gerbang masuk
terdapat lima kelas untuk kelas 1-4sd dan satu kelas untuk PAUD. Didepan kelas
terdapat koridor sehingga anak bisa lebih leluasa bermain. Dibagian ujung
tengah sebelah kelas 2sd terdapat satu bangunan yang lumayan luas yaitu
digunakan sebagai kantor guru dan ruangan kepala sekolah. Di samping kantor
guru,ada gerbang atau pintu di pinggir menuju kantin sekolah yang menyediakan
berbagai macam makanan untuk anak-anak yang sedangberistirahat maupun guru-gurunya.
Di sebelah kanan gerbang dekat kelas 4sd terdapat sebuah tangga yang
merupakan jalan menuju lantai atas. Di
lantai atas terdapat dua bangunan kelas ,yaitu kelas 5 dan kelas 6sd dan
bangunan rumah kepala sekolah.
Suasana di lingkungan sekolah ini tidak
terlalu ramai sehingga anak mudah menyerap dalam proses belajar. Di dalam
gedung ini dari banyak terdapat
gambar-gambar seperti bunga dan lukisan-lukisan lainnya yang membuat
anak nyaman untuk belajar maupun bermain. Udara atau ventilasi di ruang kelas
memadai (tidak pengap) sehingga nyaman untuk melaksanakan kegiatan belajar
mengajar.
Zubair mudah bergaul dengan
oranglain,meskipun ia baru mengenalnya. Dengan tingkahnya yang lucu dan sering
asbun (asal bunyi) mungkin membuat orang gemas terhadapnya walaupun kadang
menyebalkan. Saat ini dia berusia sembilan tahun dimana masa-masa naluri anak
yang senang bermain dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Jarak dia
dari rumah ke sekolah dekat sehingga ia jarang telat datang ke sekolah. Karena
usianya yang mungkin sudah dianggap bisa melakukan sesuatu untuk dirinya
sendiri atau seringkali disebut dengan mandiri,sehingga setiap hari dia ke
sekolah tidak perlu diantar lagi oleh orangtuanya tetapi dia menggunakan
kendaraan umum untuk menempuh jarak dari rumah ke sekolah. Kebetulan di daerah
ini terdapat angkutan umum yang biasa melintas di depan sekolah sehingga
memudahkan transformasi setiap harinya.
Pada saat istirahat ia biasa bermain di
kelas atau di kantin sekolah,karena kantinnya di samping sekolah sehingga tidak
membahayakan anak yang makan di sana. Apabila kantin itu di depan sekolah
mungkin para guru akan kewalahan mengawasi siswa yang sedang jajan karena di
depan sekolah langsung ke jalan raya yang banyak digunakan oleh orang-orang
untuk hilir-mudik menggunakan kendaraan baik kendaraan beroda dua maupun
kendaraan beroda empat. Di lantai atas juga terdapat sebuah kantin kecil yang
menyediakan makanan-makanan ringan sehingga anak bisa bebas memilih dimana ia
menghabiskan uangnya untuk jajan karena penyedia makanan berada ditempat yang
terjangkau.
Zubair memiliki cita-cita menjadi pemain
bola karena ia fikir pemain bola itu menghasilkan banyak uang. Memang sering
anak lelaki seumuran Zubair berfikir lebih suka menjadi pemain bola
dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Karena anak seumuran dengan
Zubair mungkin kurang banyak mengetahui tentang pekerjaan apa yang akan ia
lakukan di masa yang akan datang. Karena hobbinya yang juga suka bermain bola
memacu keinginannya menjadi seorang pemain bola profesional. Bisa juga karena
sekarang pemain-pemain bola di Indonesia telah memiliki kemajuan yang pesat
yang bisa mengangkat nama baik Indonesia dan mengharumkan bangsa Indonesia
dengan sejumlah prestasi-prestasi yang diraihnya. Memang menjadi seorang pemain
bola bukanlah hal buruk,namun sangat bagus jika ia mengembangkannya dan bisa
menggapai cita-citanya.
Ia merupakan anak yang aktif baik di
kelas maupun di luar kelas. Terlihat candaan dan gurauannya bersama teman-teman
menunjukkan sikap positif yang dimilikinya. Namun tidak setiap candaan juga
positif untuk dirinya maupun oranglain. Karena pada dasarnya di kelas adalah
ruang dimana peserta didik menimba ilmu dan menambah wawasan yang diajarkan
oleh gurunya. Seringkali Zubair dimarahi gurunya karena sifat bawaannya yang
bawel dan tidak biasa diam di kelas pada saat proses kegiatan belajar mengajar
berlangsung. Memang niatnya bukan untuk mencela atau apa,hanya untuk mencairkan
suasana kelas yang mungkin sedang tegang,namun ia tidak mampu menyesuaikan pada
tempatnya. Kapan ia harus bercanda dan kapan ia harus diam untuk menerima semua
materi yang diajarkan oleh guru tanpa mengganggu anak kelas lainnya dan tidak
mengundang kericuhan di kelas. Baginya dimarahi oleh guru adalah hal yang biasa
karena pada seetiap mata pelajaran ia selalu baweel dan asbun.
Zubair memiliki empat kakak ,tiga
laki-laki dan satu perempuan. Kakak pertama yang perempuan saat ini masih
sekolah di MI Hayatul Islami yang merupakan sekolah yang sama
dengannya,kakaknya duduk di kelas 6sd. Dua kakaknya yang laki-laki sedang duduk
di bangku ssekolah menengah atas yaitu di SMA1 ,dan kakaknya yang paling tua
sudah bekerja di PT Indocement. Menurut wali kelasnya Zubair memiliki keluarga
yang baik-baik saja,sehingga bisa dikatakan lingkungan keluarga mendukung dalam
proses belajarnya. Zubair merupakan anak kelima dari lima bersaudara,dia
merupakan anak yang paling kecil atau bungsu dikeluarganya. Hubungan dia dengan
kakaknya biasa saja,tidak terlalu sering bertengkar mungkin karena jenjang usia
mereka terpaut jauh jadi bisa dibilang acuh tak acuh.
Hobbinya yaitu bermain sepak
bola,bersepeda dan lomba lari. Mungkin seperti cita-citanya ingin menjadi
pemain sepakbola profesional makanya ia sering menghabiskan waktunya di rumah
dengan bermain bola dengan teman sebaya di lingkungan rumahnya. Dia layaknya
anak kecil yang masih lugu karena pada zaman sekarang masih menyukai
olahraga-olahraga dibandingkan dengan permainan-permainan yang ditawarkan oleh
berbagai macam gadget yang beredar sekarang yang memengaruhi sikap mental dan
pikiran anak. Sepulang sekolah ia istirahat dan langsung pergi bermain dengan
teman-temannya. Naluri anak laki-laki dari kecil memang susah untuk diam
seharian di rumah. Namun baik berolahraga maupun memainkan PS tau gadget
lainnya apabila dilakukan terlalu sering dan menyita waktunya tetap saja akan
mengganggu dalam proses pembelajarannya. Ia lebih senang bermain dibandingkan
dengan membaca buku sehingga ia memiliki prestasi yang kurang atau rendah.
Sekolah bukanlah satu-satunya penunjang
anak untuk mendapatkan prestasi karena waktu yang tersedia di sekolah juga
hanya sebentar tidak sampai setengah dari waktu yang dimilik anak setiap
harinya. Guru hanya bertugas memberikan bimbingan dan arahan terhadap peserta
didik,tidak setiap waktu guru mengawasi murid yang diajarinya. Disini peran
keluarga atau orangtualah yang paling dominan dalam proses belajar anak. Karena
pada dasarnya pendidikan yang diperoleh anak pertama kali adalah dari
lingkungan keluarga. Apabila lingkungan keluarganya memadai untuk anak belajar
maka anak tersebut pasti mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.
“Kami di sekolah hanya mediator untuk membantu anak mengembangkan potensi yang
dimilikinya,dan waktu di sekolah tidaklah sebanyak waktu ia di rumah jadi di
sini kami sudah berusaha semaksimal mungkin selebihnya kembali lagi pada
orangtua dan diri anak itu sendiri.” ,ujar wali kelas Zubair.
Meskipun Zubair merupakan anak yang
aktif di kelas namun karena keaktifan dia bukan mengenai hal positif melainkan
asal bunyi untuk menimbulkan suasanan yang menyenangkan sehingga ia tidak
termasuk ke dalam anak yang memiliki prestasi tinggi. Mungkin banyak faktor
yang memengaruhinya seperti bakat dan minatnya. Dia meliki minat yang tinggi di
mata pelajaran IPA menurutnya pelajaran IPA adalah pelajaran yang mudah ia
pahami sehingga di dapat menyesuaikan dirinya. Sedangkan ia kurang suka
terhadap mata pelajaran Matematika karena ia menganggap mata pelajaran itu sulit
untuk ia pahami. Selebihnya mata pelajaran lain mungkin biasa saja tergantuk
pada guru yang mengajarkannya. Dia memiliki kemampuan yang bagus di bidang
olahraga seperti sepakbola dan dia suka mengikuti lomba lari meskipun sampai
saat ini belum ada penghargaan atau lomba yang ia dapatkan.
Untuk mendapatkan prestasi yang sesuai
diharapkan tentunya harus didukung oleh berbagai pihak dan berbagai macam aspek
yang memengaruhinya. Seperti lingkungan sekolah yang memadai untuk melakukan
kegiatan belajar mengajar,baik dari kurikulum,guru,gedung, ruang kelas,sarana
prasarana dan lain-lain. Lingkungan keluarga seperti kondisi rumah,didikan
orangtua dan lain-lain juga internal yang merupakan bawaan dari jiwa seorang
anak seperti sikap,bakat,minat,motivasi dan lain-lain.
Zubair selalu rajin datang ke sekolah
dan tidak pernah absen atau bolos saat mata pelajaran berlangsung. “ Kelas 4
ini semua siswa akan menerima hukuman jika terlalu sering absen,yaitu tidak
dinaikkan ke kelas 5 .”,ujar wali kelas Zubair. Pada waktu kelas 3 semester I
Zubair mendapatkan peringkat ke-27 dari 30 siswa. Memang sangat mendekati
prestasi terendah di kelas. Kesulitan belajar yang dirasakan oleh Zubair
disebabkan oleh beberapa faktor seperti,kurangnya perhatian khusus dari para
guru dan wali kelas terhadap prestasi yang diraih oleh Zubair. Seharusnya guru
mengamati mengapa Zubair selalu mendapatkan prestasi yang terendah dan susah
dalam belajar. Setelah itu diberikan pengajaran khusus agar ia lebih memahami
materi yang diajarkan kepadanya. Guru juga memberikan stimulus-stimulus agar ia
lebih giat dalam belajar, memiliki minat yang tinggi terhadap apa yang
diajarkan,membuat siswanya siap untuk belajar,dan menganggap bahwa belajar itu
penting untuk dirinya juga untuk oranglain. Guru harus mampu memahami
perbedaan-perbedaan individu yang ada pada diri masing-masing siswa,sehingga
dapat menyesuaikan pengajarannya.
Faktor usia Zubair yang relatif lebih
muda setahun dibandingkan teman-teman yang lainnya,mungkin awal masuk sekolah
Zubair saat berusia 6tahun. Kemampuan berfikir anak laki-laki lebih lambat
dibandingkan dengan anak perempuan oleh karena itu sebaiknya pada saat masuk
sekolah dasar anak laki-laki berusia 7tahun dan anak perempuan berusia
6tahun/7tahun. Mungkin Zubair belum siap dan terlalu memaksakan menerima
materi-materi yang diajarkan oleh guru di sekolah. Guru pun jangan terlalu
memaksakan Zubair cepat memahami materi yang diajarkan,karena dia perlu
bertahap untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Faktor lingkungan keluarga ,meskipun
Zubair dilahirkan di keluarga yang baik-baik saja atau tidak bermasalah. Akan
tetapi orangtua seharusnya mengarahkan anaknya untuk lebih giat belajar. Peran
orangtua sangat penting dalam proses belajar anak,karena anak lebih banyak
menghabiskan waktu di lingkungan keluarga dibandingkan dengan lingkungan
sekolah. Orangtua seharusnya memberikan waktu untuk anak belajar setiap
harinya,agar anak lebih displin dan tidak tertinggal mata pelajaran yang sedang
ditempuhnya. Orangtua juga harus lebih memperhatikan anak,terlebih Zubair
sering mendapatkan prestasi terendah di kelasnya. Berbicara dari hati dan
tanyakan apa masalah yang dihadapi Zubair mengapa ia selalu mendapatkan
prestasi yang rendah dibandingkan teman-teman yang lainnya. Selalu mengingatkan
Zubair kapan waktu ia bermain dan kapan waktu ia harus belajar meskipun bukan
pada saat ujian berlangsung.
Minat, Zubair tidak suka terhadap
pelajaran Matematika karena dia telah memiliki persepsi bahwa pelajaran
Matematika itu adalah pelajaran yang sulit untuk ia kuasai. Disini peran guru
Matematika seharusnya melakukan pengajaran khusus terhadap anak-anak yang
kurang suka terhadap mata pelajarannya,juga mampu merubah persepsi anak dari
yang tidak suka menjadi suka. Guru Matematika juga melakukan remedial terhadap
anak yang mendapatkan nilai rendah agar anak lebih mengerti materi yang
diajarkan.
Zubair tidak memiliki motivasi yang
tinggi terhadap mata pelajaran yang ada di sekolah,seharusnya baik guru maupun
orangtua memberikan dorongan agar Zubair lebih giat belajar untuk dirinya
sendiri. Orangtua juga sebaiknya memberikan hukuman jika Zubair tidak belajar
agar ia punya rasa tanggungjawab dan membiasakan dirinya untuk belajar setiap
hari minimal satu jam.
Zubair juga memiliki teman-teman yang
sama memiliki prestasi rendah dan malas belajar sehingga ia juga semakin
terbawa malas. Berteman memang dengan siapa saja namun harus memilih mana teman
yang baik untuk diri kita mana yang akan membawa pengaruh buruk terhadap diri
kita. Karena bagaimanapun teman sebaya memiliki pengaruh yang cukup besar pada
diri Zubair.
Zubair bukanlah anak yang bodoh,ia hanya
malas dan tidak diberi perhatian dan pengajaran khusus terhadapnya. Untuk
membuat Zubair mudah dalam belajar tidak hanya diberikan perlakuan oleh satu
aspek melainkan segala aspek yang mendukung ia dalam proses belajar.
DAFTAR
PUSTAKA
Irham,Muhammad dan
Ardy,Novan.2013.Psikologi Pendidikan :
teori dan aplikasi dalam proses pembelajaran.Yogyakarta: Ar-ruz Media.
Ahmadi,Abu dan
Supriyono,Widodo.2013. Psikologi Belajar.
Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
LAMPIRAN

Interview
*Wawancara si anak
S= Saya
Z= Zubair
S: “Namanya siapa de?”
Z : “Muhammad Zubair”
S : “Rumahnya dimana?”
Z: “Citaringgul”
S : “Umurnya sekarang
berapa tahun de?”
Z: “Bisa jadi 9tahun”
S: “hobbi nya ngapain?”
Z:” main sepeda sama
berenang”
S: “Cita-citanya jadi
apa?”
Z:” pengen jadi supir
taksi ,kalo engga pemain bola eh pemain bola aja.”
S: “Kenapa pengen jadi
pemain bola?”
Z: “Soalnya gajinya
gede”
S : “Kalo dari rumah
biasa dianter orangtua apa berangkat sendiri?”
Z: “Sendiri dong,naik
angkot”
S: “Punya ade atau
kakak ga?”
Z: “Ade,kka punya”
S: “ade sekolah disini?
Kalo kakak dimana?”
Z: “Engga ade masih
bayi,kakak punya 4, satu cewek sama 3 cowok
,yang cewek sekolah disini kelas 6,yang satu udah kerja di
Indocement,yang dua lagi di SMA 1.”
S: “Ade betah sekolah disini? Kenapa ?”
Z:” Betah soalnya seruu,punya guru cantik-cantik,baik
dan punya banyak temen”
S: “Kalo disini adda ekstrakulikuler ngga?”
Z:” Ada,marawis sama pramuka,kalo pramuka wajib”
S: “oh wajib,tapi marawis ikutan juga?”
Z: “Ikutan,pada ganti-ganti ekskul ada BTQ atau MTQ”
S: “Ada ngga mata pelajaran yang paling disenangi?
Terus kenapa?”
Z:” Ada,IPA soalnya suka ngebahas hewan ,tumbuhan”
S: “Sukanya IPA kenapa cita-citanya ngga jadi dokter
aja?”
Z: “Yaa pengen aja jadi pemain bola”
S: “Kalo mata pelajaran yang ga disenangi apa?”
Z: “Matematika,soalnya susah”
S: “Yee masih gampang ko,kalo gurunya baik?”
Z: “Ah engga,disentil mulu.”
S: “Kenapa?”
Z: “Nakal dikelas karena pas lagi belajar saya suka
bawel terus,kadang ngelawan”
S: “Nakal gimana? Terus kalo misalnya dikelas suka
aktif nanya atau diem aja?”
Z:”Suka bercanda juga”
S: “Pasti pada jailin anak cewenya yah?”
Z: “Bisa jadi”
S: “Kalo dirumah lebih seneng main apa baca buku?”
Z: “Lebih seneng main”
S: “Emang main apa?”
Z: “Main bola ,sama main sepeda ,sama balap lari”
S: “Ade suka belajar di rumah?”
Z: “Engga,kalo disuruh baru belajar”
S: “Tapi orangtua sering nyuruh belajar?”
Z: “Jarang”
S: “Kalo misalnya belajar lebih seneng liat gambar
apa denger guru ceramah?”
Z: “Dengerin guru”
S: “Kalo semester kemarin peringkat berapa di kelas?”
Z: “Waktu semester 1 kelas 3 rangking 27 dari 30
siswa,tapi waktu semester II peringkat ke 18”
S: “Oh bagus ada peningkatan yaah,kalo kelas 4
sekarang udah dapet peringkat?”
Z: “Sekarang belum”
S: “Oh iyaa ade makasih ya partisipasinya.”
Z: “Iya ka sama-sama”
*wawancara wali kelas
S=Saya
B= Bapak Ade Firdaus
S: “Pak saya mau menanyakan tentang murid bapak yang
bernama muhammad Zubair?bagaimana di kelasnya?”
B: “Dia anaknya aktif sering bercanda di kelas”
S: “Kalo prestasinya bagaimana?”
B: “Prestasinya untuk kelas 4 ini belum tahu,karena
belum ujian akhir semester jadi nilai terakhir di raport waktu dia kelas 3 sd.”
S: “Oh menurut bapak dengan prestasi dia di kelas
itu pengaruhnya karena apa?”
B: “Kami di sekolah sudah berupaya membimbing dan
mengarahkan dia untuk meningkatkan prestasinya,namun waktu di sekolah tidak
banyak sepeti di rumah jadi kembali lagi pada anaknya sendiri.”
S: “Bapak tau
keadaan keluarganya bagaimana?
B: “Keluarganya baik-baik saja tidak bermasalah.”
S;: “Oh iyaa pak,terimakasih atas waktunya”
B: “Sama-sama.”

Komentar
Posting Komentar