Satu Dekade
Sepuluh tahun lalu kita bertemu
Bersenda gurau tanpa pernah bertanya, siapa namamu?
Seolah aku dan kamu tak perlu tau
Mengikuti alur tanpa mengeja nama
Kala itu canda hanya menjadi lalu
Tak pernah ada harap apalagi rindu
Pertemuan hanya sebatas kebiasaan
Karena kita satu masa putih abu-abu
Waktu berlalu tanpa menunggu
Aku dengan segala kisahku
dan kamu dengan segala ceritamu
Kadang kala bertegur sapa
Melalui dunia yang semu
Sebuah potret kala itu
Membawamu mengenalku lebih jauh
"Mimpi yang menuntunku untuk mendekatimu,"
katamu kala itu
Beribu ragu mulai mengusik pikirku
Banyak hal yang aku ketahui tentangmu
Tentang masa lalu dan segala kisahmu
Akankah kubisa menerima semua itu?
Semua berjalan tanpa ada paksaan
Beribu cara membuatmu mundur
Namun kau abai dan terus menerjang
Benarkah jalan yang kau pilih itu?
Canda tawa senda gurau
Telah biasa kita lakukan
Bahkan dari satu dekade yang lalu
Apakah ini akan menjadi lalu?
Atau menjadi tunas harapan baru
Seolah waktu berhenti ketika kita bertemu
Sejuta cerita yang kita tertawakan bersama
Kekonyolan masa remaja
Membawa kita pada masa ini
Dengan pola pikir berbeda
Tentang bagaimana memandang dunia
Banyak hal serupa yang kita rasa
Selera, kebiasaan, dan banyak hal
Lagi-lagi masa lalu selalu mencoba
meruntuhkan segala keyakinan
Seolah manusia adalah makhluk yang berhenti berjalan
Harusnya kusadari kenapa Allah mempertemukan kita kembali saat ini?
Kenapa semua tidak berawal dari kala itu?
Sepuluh tahun lalu, masa remaja dengan segala kelabilannya
Jika saja ikatan ini kamu mulai dari masa putih abu-abu
Kamu pasti sudah tau jawabannya?
Tentu aku tidak mau
Namun Allah mempersiapkan kita
Dengan segala cerita
Bahagia dan kecewa
yang mendewasakan kita
menuntun kita pada satu keyakinan
Setiap pasangan adalah cerminan
Dan kamu.. selalu aku semogakan
Ikatan kita akan selalu terjaga sampai nanti di Surga
Komentar
Posting Komentar